Penjualan mobil listrik Januari sampai September 2026 mencapai 117.218 unit, melewati total setahun penuh 2025. Total tahun lalu hanya 103.931 unit, menurut data Gaikindo yang dilansir Kontan. Hitungan redaksi: selisihnya 13.287 unit, dan tahun belum habis. Angka itu wholesales: kiriman pabrik ke diler, bukan kunci yang sudah berpindah tangan.
Naiknya cepat. Menurut Jejakkata.news, periode sama 2025 hanya 55.225 unit, jadi naik 112,25 persen. Total mobil nasional ikut tumbuh, tapi landai: 679.020 unit, naik 21 persen, kata Gaikindo. Hitungan redaksi: mobil listrik murni –yang tanpa tangki bensin– memegang 17,26 persen dari total itu.
Siapa yang kebagian kuenya? Data model terlaris Gaikindo, lagi-lagi lewat Kontan, menjawabnya. Jaecoo J5 EV dari Chery Group terjual 26.635 unit. BYD Atto 1 menyusul dengan 24.749 unit, lalu Geely EX2 dengan 11.659 unit. Hitungan redaksi: tiga model itu 63.043 unit, atau 53,8 persen seluruh mobil listrik.
Sembilan dari sepuluh model terlaris buatan pabrikan China. Sisanya VinFast VF 3, dari Vietnam. Hitungan redaksi: sembilan model China itu menyumbang 87.055 unit, atau 74,3 persen. Dugaan paling masuk akal: kalau tiga model teratas bersin, seluruh pasar ikut pilek.
Hambatannya ada dua: harga dan colokan. Sekitar 70 persen konsumen membeli mobil di bawah Rp300 juta, sebagaimana dilaporkan KabarBursa. Sebagian besar mobil listrik di atas kisaran itu. Konsumen pun belum punya gambaran nilai jual kembalinya. Soal colokan, Wakil Ketua Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengakui pada April lalu: “Infrastruktur harus diakui belum merata. Ini yang menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan kendaraan listrik.” Data PLN dalam laporan itu mencatat 4.769 SPKLU –pom bensin versi listrik– di lebih dari 3.000 lokasi.
Di sisi lain, Manager PR dan Motorsport PT Toyota Astra Motor Philardi Ogi punya catatan. Pada model dengan opsi elektrifikasi, pembelian varian hybrid sekitar 80 persen sejak 2025. Hybrid itu bensin yang dibantu listrik. Jalan tengah, bukan jalan lurus.
Pada 27 Oktober, Pertamina Patra Niaga, PLN, dan Len Industri meneken nota kesepahaman soal pengisian daya dan penukaran baterai motor listrik, menurut Jejakkata.news. Tanpa target jumlah fasilitas baru. Tanpa jadwal rinci. Dugaan paling masuk akal: ini undangan makan malam tanpa tanggal. Niatnya baik. Perutnya tetap lapar.
Kue terbesar itu mampir ke China. Pembeli di sini tinggal menunggu colokannya mampir juga.
Ringkasan
Penjualan mobil listrik murni (BEV) di Indonesia pada Januari sampai September 2026 mencapai 117.218 unit wholesales, melampaui total setahun penuh 2025 sebesar 103.931 unit. Sembilan dari sepuluh model terlaris dibuat pabrikan China. Harga dan infrastruktur pengisian daya masih menjadi hambatan.
Fakta Kunci
FAQ
Berapa penjualan mobil listrik Indonesia Januari-September 2026? Menurut data Gaikindo yang dilansir Kontan, wholesales mobil listrik murni mencapai 117.218 unit, lebih tinggi dari total setahun penuh 2025 yang 103.931 unit.
Apa model mobil listrik terlaris periode itu? Jaecoo J5 EV dari Chery Group dengan 26.635 unit, disusul BYD Atto 1 dengan 24.749 unit dan Geely EX2 dengan 11.659 unit.
Apa hambatan terbesar pasar mobil listrik? Sebagaimana dilaporkan KabarBursa, sekitar 70 persen konsumen membeli mobil di bawah Rp300 juta, sementara sebagian besar mobil listrik lebih mahal, dan infrastruktur pengisian daya belum merata.
Baca juga:
