Otomotif · Teknologi · Narasi di baliknya

20 Merek China Digabung Masih Kalah dari Satu Toyota

BYD Atto 3, merek China terbesar di pasar mobil Indonesia

Mobil China menguasai sekitar seperlima pasar mobil Indonesia: 132.172 unit dari 679.020 unit penjualan wholesale Januari-September 2026. Wholesale berarti mobil keluar pabrik ke diler. Belum tentu sudah dibeli orang. Seperti dicatat Moladin, porsi 20 merek China itu sekitar 19,5 persen.

Seperlima terdengar seperti penguasaan. Berarti empat perlimanya masih milik merek lain. Milik siapa? Kita hitung.

Menurut data Gaikindo yang dilansir Kontan, pasar seluruhnya naik 21 persen dari 561.405 unit periode sama 2025. Toyota sendirian mencatat 197.809 unit, atau 29,1 persen. Jauh di depan. Daihatsu 112.442 unit. BYD, merek China terbesar, 43.727 unit atau 6,4 persen: peringkat kelima nasional.

Hitungan redaksi: gabungan 20 merek China melewati Daihatsu sebesar 19.730 unit. Adil? Tidak juga: 20 lawan satu. Dua puluh merek itu baru sekitar dua pertiga Toyota. Tepatnya 66,8 persen.

Seperlima itu pun tidak dibagi rata. Lima besar –BYD, Jaecoo, Geely, Wuling, Chery– mengantongi 107.463 unit, sekitar 81 persen dari total China. BYD saja sepertiganya. Jaecoo, ditopang SUV listrik J5, tercatat 27.234 unit. Padahal belum genap dua tahun di pasar. Hitungan redaksi: Jaecoo ditambah Chery baru 35.547 unit, masih kalah 8.180 unit dari BYD.

Di sisi lain, sebagian lonjakan memang soal basis rendah. Warta Ekonomi mencatat, penjualan tahun lalu masih kecil karena banyak merek yang baru masuk. Pada semester I, pangsa China naik ke sekitar 18 persen dari sekitar 12 persen setahun sebelumnya. Hitungan redaksi: empat merek Jepang –Toyota, Daihatsu, Suzuki, Mitsubishi Motors– tetap memegang lebih dari 60 persen. Jawabannya: sebagian besar masih Jepang.

Tidak semua merek merasa sedang berperang. Kontan mengutip ucapan lisan CEO Inchcape GWM Indonesia Bagus Susanto: “Oh, kita tidak pernah melakukan perang harga.” GWM sendiri tercatat 1.752 unit pada Januari-September.

Dugaan paling masuk akal: sebagian pembeli kini menimbang isi mobil lebih dulu, asal pabrik belakangan. Bagi pembeli, banyak pilihan memang kabar baik. Tapi 20 merek berarti 20 jaringan diler dan suku cadang yang harus bertahan. Dari Neta 116 unit hingga BYD 43.727 unit. Jaraknya jauh. Hitung diler terdekat sebelum menghitung diskon.

Seperlima pasar memang bukan angka kecil. Tapi dua puluh merek China digabung pun masih kalah dari satu Toyota.

Ringkasan

Mobil China menguasai sekitar seperlima pasar mobil Indonesia pada Januari-September 2026, yakni 132.172 unit dari 679.020 unit penjualan wholesale. Angka itu setara sekitar dua pertiga penjualan Toyota. Pertumbuhan sebagian ditopang basis penjualan tahun lalu yang rendah, dan empat merek Jepang masih memegang lebih dari 60 persen pasar.

Fakta Kunci

  • Pasar wholesale Januari-September 2026: 679.020 unit, naik 21 persen dari 561.405 unit periode sama 2025 (data Gaikindo, dilansir Kontan).
  • Gabungan 20 merek China: 132.172 unit, sekitar 19,5 persen dari total (Moladin).
  • Toyota 197.809 unit (29,1 persen); BYD 43.727 unit (6,4 persen), peringkat kelima nasional.
  • Lima besar China (BYD, Jaecoo, Geely, Wuling, Chery) mencatat 107.463 unit, sekitar 81 persen dari total China.
  • Pada semester I 2026, pangsa China sekitar 18 persen dari sekitar 12 persen setahun sebelumnya (Warta Ekonomi).

FAQ

Berapa pangsa mobil China di Indonesia pada Januari-September 2026? Sekitar 19,5 persen, yakni 132.172 unit dari 679.020 unit penjualan wholesale, menurut Moladin berdasarkan data Gaikindo.

Merek China apa yang terbesar? BYD dengan 43.727 unit atau 6,4 persen pasar, peringkat kelima nasional, disusul Jaecoo dengan 27.234 unit.

Apakah mobil China sudah mengalahkan Toyota? Belum. Gabungan 20 merek China baru sekitar 66,8 persen dari penjualan Toyota sebesar 197.809 unit.