Otomotif · Teknologi · Narasi di baliknya

Baru Nongol di Korea, BYD Sudah Peringkat Empat, Jepang Tinggal Toyota dan Lexus

SUV listrik BYD melaju di jalan tepi danau dengan latar pegunungan

BYD, jenama China yang baru masuk Korea Selatan pada Januari 2025, kini menempati peringkat empat mobil impor dengan 20.137 unit sepanjang Januari-September 2026. Angka itu lebih dari tiga kali lipat penjualan setahun penuh 2025 yang hanya 6.107 unit.

Data Kementerian Perdagangan, Industri, dan Sumber Daya Korea Selatan menunjukkan pangsa BYD di pasar mobil impor naik dari 2 persen menjadi 7,2 persen. Di depannya hanya ada Tesla 89.148 unit, BMW 57.929 unit, dan Mercedes-Benz 43.249 unit.

Dolphin, yang dibanderol kisaran 20 juta won, dan Sealion 7 menyumbang 15.307 unit, sekitar 75 persen penjualan BYD. Ironisnya, sejak Juli BYD tidak lagi mendapat subsidi pembelian EV pemerintah. Jenama itu menutupnya dengan skema pembiayaan sendiri dan harga agresif.

Jepang Mundur

Honda mengumumkan pada 23 April akan berhenti menjual mobil di Korea Selatan setelah lebih dari dua dekade. Nissan dan Infiniti lebih dulu keluar pada 2020, sehingga tinggal Toyota dan Lexus. Pengamat menyebut penyebabnya minimnya model listrik dan terbatasnya pilihan mesin.

Seperti dilansir dari Korea Herald, penjualan EV domestik mencapai 299.894 unit hingga September, naik 76,7 persen. Angka itu sudah melampaui total 2025 sebesar 216.405 unit hanya dalam tujuh bulan. Pada kuartal I 2026, EV buatan China menguasai 33,9 persen registrasi EV baru, dari 4,7 persen pada 2022.

Zeekr mulai menjual 7X pada Oktober, sementara Xpeng dan Chery bersiap masuk. Profesor teknik otomotif Universitas Daelim, Kim Pil-soo, melihat pasar sedang bertransisi. “Dalam tiga-empat tahun ke depan, pasar bisa berubah drastis, di mana EV bisa menjadi arus utama dan merek China bisa berperan lebih besar,” ujarnya.

Di sisi lain, seorang pejabat industri anonim menegaskan, “EV China tidak langsung menggantikan mobil Jepang.” Pembeli hibrida Jepang punya basis berbeda dari pembeli EV awal. Pertanyaannya, sampai kapan hibrida cukup menjadi benteng Toyota?

Ringkasan

BYD, yang baru masuk Korea Selatan pada Januari 2025, menjual 20.137 unit sepanjang Januari-September 2026 dan menempati peringkat empat mobil impor. Pada saat yang sama Honda memutuskan berhenti menjual mobil di sana, sehingga merek Jepang tinggal Toyota dan Lexus. Pasar EV Korea Selatan tumbuh 76,7 persen, dengan EV buatan China makin besar porsinya.

Fakta Kunci

  • Penjualan BYD Januari-September 2026: 20.137 unit, lebih dari tiga kali lipat 6.107 unit sepanjang 2025.
  • Pangsa BYD di pasar mobil impor naik dari 2 persen menjadi 7,2 persen, di bawah Tesla, BMW, dan Mercedes-Benz.
  • Penjualan EV domestik Korea Selatan 299.894 unit hingga September 2026, naik 76,7 persen.
  • Honda mengumumkan pada 23 April akan berhenti menjual mobil di Korea Selatan; Nissan dan Infiniti keluar sejak 2020.

FAQ

Berapa unit mobil BYD terjual di Korea Selatan?
20.137 unit pada Januari-September 2026, menurut data Kementerian Perdagangan, Industri, dan Sumber Daya Korea Selatan.

Mengapa BYD laris tanpa subsidi pemerintah?
Sejak Juli BYD tidak lagi mendapat subsidi pembelian EV, tetapi menutupnya dengan skema pembiayaan sendiri dan harga agresif. Dolphin dibanderol kisaran 20 juta won.

Mengapa merek Jepang keluar dari Korea Selatan?
Menurut pengamat, penyebabnya minimnya model listrik dan terbatasnya pilihan mesin.