Penjualan BYD Oktober mencapai 490.168 kendaraan, naik 11 persen, tetapi lebih lambat daripada pertumbuhan September. Pada September, kenaikannya 17 persen. Seperti dilansir Reuters, ini bulan keenam berturut-turut penjualan BYD tumbuh.
Sehat? Kelihatannya. Tapi angka total itu seperti nilai rapor rata-rata: bagus di kertas, tak menjamin semua pelajaran lulus. Buka laci satu per satu.
Laci pertama, luar negeri: pengiriman 170.194 unit, naik 102,8 persen. Itu lebih dari dua kali lipat dibanding Oktober tahun lalu. Laci kedua, dalam negeri, isinya lain.
Hitungan redaksi: 490.168 dikurangi 170.194 sama dengan 319.974 unit untuk pasar dalam negeri. Luar negeri berarti sekitar 35 persen dari total.
Hitungan redaksi, mundur setahun: total Oktober tahun lalu sekitar 441.600, luar negeri sekitar 83.900, dalam negeri sekitar 357.700. Berarti pasar domestik BYD turun sekitar 10 persen –perkiraan kasar, karena dibulatkan dari persentase.
Reuters menyebut permintaan domestik China lemah, persaingan harga ketat, dan adu ekspor antarpabrikan makin sengit. Semuanya menekan laba. Laba kuartal ketiga naik 28 persen, tapi di bawah perkiraan.
Angka berikut baru terlihat di satu sumber. Menurut laporan keuangan yang dikutip Ad-hoc News, laba bersih kuartal ketiga RMB10,02 miliar, naik 28,08 persen. Perkiraan pialang RMB11,4 sampai RMB12,95 miliar. Kerugian kurs tercatat lebih dari RMB2 miliar.
Di sisi lain, ekspor berlipat itu bukan jalan tol mulus. Reuters mencatat BYD salah satu eksportir hibrida –mobil bensin yang dibantu motor listrik– terbesar ke Uni Eropa. Ia berpotensi terkena pembatasan baru dari kesepakatan China-Uni Eropa soal impor hibrida. Pasar mobil China diperkirakan turun sekitar 22 persen pada 2026. Perkiraan 2027: naik sekitar 2 persen.
Dugaan paling masuk akal: pabrikan yang kehilangan pembeli di kandang akan mengetuk pintu tetangga, termasuk Indonesia, tempat BYD sudah berjualan. Pandangan redaksi: persaingan harga dan promo diler di sini patut dicermati pembeli. Diskon jarang lahir dari kedermawanan. Ia lahir dari kebutuhan.
Penjualan naik, pembeli di kandang sendiri seret: yang pindah hanya alamat pembelinya.
Ringkasan
BYD menjual 490.168 kendaraan pada Oktober 2026, naik 11 persen dari tahun lalu, lebih lambat daripada September yang naik 17 persen. Pengiriman ke luar negeri 170.194 unit, naik 102,8 persen. Permintaan domestik China lemah dan laba kuartal ketiga naik 28 persen, di bawah perkiraan.
Fakta Kunci
- Penjualan BYD Oktober 2026: 490.168 kendaraan, naik 11 persen dari tahun lalu (Reuters).
- Pengiriman ke luar negeri 170.194 unit, naik 102,8 persen, lebih dari dua kali lipat (Reuters).
- Ini bulan keenam berturut-turut penjualan BYD tumbuh; September naik 17 persen (Reuters).
- Laba kuartal ketiga naik 28 persen, di bawah perkiraan; laba bersih RMB10,02 miliar menurut laporan keuangan yang dikutip Ad-hoc News (satu sumber).
- BYD berpotensi terkena pembatasan baru impor hibrida di Uni Eropa berdasarkan kesepakatan China-Uni Eropa (Reuters).
FAQ
Berapa penjualan BYD pada Oktober 2026? BYD menjual 490.168 kendaraan, naik 11 persen dari tahun lalu, seperti dilansir Reuters.
Berapa pengiriman BYD ke luar negeri? Sebanyak 170.194 unit, naik 102,8 persen dari tahun lalu.
Mengapa pertumbuhan BYD melambat? Reuters menyebut permintaan domestik China lemah, persaingan harga ketat, dan persaingan ekspor antarpabrikan makin ketat sehingga menekan laba.
Baca juga:
