Laba bersih Alphabet turun dari USD34,98 miliar menjadi USD26,17 miliar, padahal pendapatan naik 25 persen. Induk Google itu melapor untuk kuartal ketiga 2026 pada Rabu, 28 Oktober.
Pendapatannya USD127,58 miliar, sedikit di bawah perkiraan analis. Rata-rata poll FactSet: USD127,97 miliar. Selisihnya tipis. Yang jauh adalah laba per saham: USD2,12 lawan perkiraan sekitar USD3,01.
Pasar pun menghukum. Saham turun sekitar 8 sampai 10 persen setelah jam bursa, seperti dilansir Associated Press dan XTB. Kisarannya USD290-300. Pendapatan naik seperempat, kok dihukum?
Jawabannya ada di dua tempat. Pertama, mesin uang lama melambat. Pendapatan iklan Google Search dan lainnya USD63,35 miliar, naik 12 persen — di bawah proyeksi sekitar USD65 miliar. Hitungan redaksi: itu 49,7 persen dari seluruh pendapatan. Menurut FourWeekMBA, ini pertama kalinya Search di bawah separuh dalam 32 kuartal yang ditinjau.
Kedua, belanja modal. Kuartal ini USD51,4 miliar, naik 114 persen dari tahun lalu. Hitungan redaksi dengan kurs 1 USD = Rp17.900: sekitar Rp920 triliun, dalam tiga bulan. Direktur keuangan Alphabet, Anat Ashkenazi, memperkirakan belanja modal “meningkat signifikan” pada 2027, menurut AP. Rinciannya menyusul di panggilan kuartal keempat.
Di sisi lain, Google Cloud — tempat perusahaan menyewakan komputasi AI, seperti sewa dapur besar — melesat. Pendapatannya USD30,7 miliar, naik 103 persen, di atas proyeksi USD29,9 miliar. Margin laba operasinya 36,2 persen. CEO Google dan Alphabet, Sundar Pichai, menyebut perusahaan kini berada pada “laju pendapatan setengah triliun dolar”. Aplikasi Gemini pun mencapai satu miliar pengguna.
Kepala ekuitas dan manajer portofolio Aptus Capital Advisors, David Wagner, merangkum kecemasan pasar: “Dalam pasar yang khawatir AI memakan habis waralaba mereka, investor perlu melihat Search makin cepat, bukan melambat.”
Dugaan paling masuk akal: pasar menghukum bukan karena rugi, tapi karena uang yang dibelanjakan untuk AI sementara iklan Search melambat. Bagi pembaca Indonesia yang hidup di Search, YouTube, Android, dan Gemini, ongkos sebesar itu mesti dicari dari pengiklan dan penyewa komputasi.
Pasar tidak menolak AI. Pasar hanya minta struknya, sebelum tagihan 2027 tiba.
Ringkasan
Alphabet melaporkan pendapatan kuartal ketiga 2026 sebesar USD127,58 miliar, naik 25 persen, tetapi laba bersih turun ke USD26,17 miliar. Saham turun sekitar 8 sampai 10 persen setelah jam bursa. Pendapatan iklan Search melambat dan belanja modal naik 114 persen, sementara Google Cloud tumbuh 103 persen.
Fakta Kunci
- Laba bersih USD26,17 miliar, turun dari USD34,98 miliar setahun sebelumnya.
- Pendapatan USD127,58 miliar, naik 25 persen, sedikit di bawah perkiraan analis (rata-rata USD127,97 miliar, poll FactSet).
- Pendapatan iklan Google Search dan lainnya USD63,35 miliar, naik 12 persen, di bawah proyeksi sekitar USD65 miliar.
- Google Cloud USD30,7 miliar, naik 103 persen, di atas proyeksi USD29,9 miliar.
- Belanja modal kuartal ketiga USD51,4 miliar, naik 114 persen; panduan setahun 2026 USD195-205 miliar.
FAQ
Mengapa saham Alphabet turun padahal pendapatan naik? Laba per saham USD2,12 jauh di bawah perkiraan analis sekitar USD3,01, iklan Search tumbuh 12 persen (di bawah proyeksi), dan belanja modal melonjak 114 persen.
Seberapa besar pertumbuhan Google Cloud? Pendapatan Google Cloud USD30,7 miliar, naik 103 persen dari tahun lalu, dengan margin laba operasi 36,2 persen.
Berapa panduan belanja modal Alphabet? Panduan setahun 2026 adalah USD195-205 miliar, dan direktur keuangan Anat Ashkenazi memperkirakan belanja modal meningkat signifikan pada 2027.
Baca juga:
