Peretasan Binance pada 29 Oktober menguras sekitar USD6,36 miliar dari dompet di sepuluh blockchain, sebagian besar dalam sekitar 20 menit. Mulainya pukul 20.05 UTC. Persiapannya dimulai paling tidak 36 jam sebelumnya.
TRM Labs, firma intelijen blockchain asal Amerika Serikat, menyebutnya pencurian kripto terbesar yang tercatat, sekitar empat kali peretasan Bybit. Hitungan redaksi: dengan kurs 1 USD = Rp17.900, nilainya sekitar Rp113,8 triliun. Andai seluruhnya lewat dalam 20 menit, itu sekitar Rp5,7 triliun per menit.
Pada laju itu, Bybit –USD1,5 miliar atau sekitar Rp26,9 triliun– terlampaui dalam kurang dari lima menit.
Siapa pelakunya? TRM mengaitkannya dengan TraderTraitor, unit peretas elit Korea Utara yang disebut Departemen Keuangan AS bagian dari Lazarus Group. “Kami membuat penilaian ini dengan keyakinan tinggi,” tulis TRM.
Salah satu pendiri dan CEO Chainalysis, Jonathan Levin, menyebutnya “kemungkinan besar” ulah TraderTraitor. Binance belum mengonfirmasi atribusi itu.
Lalu, kok bisa? Binance menyebut penyelidikan awal menunjukkan laptop yang disusupi, disusul “titik jebol” tambahan. Bantahannya: perusahaan itu “tidak menemukan bukti kebocoran kunci privat dompet mana pun”.
TRM menilai infrastruktur penandatanganan dompet panas dikompromikan. Dompet panas itu laci kasir –tersambung internet, isinya gampang keluar, sengaja agar cepat. Ternyata sepanas namanya.
Salah satu pendiri dan CEO firma keamanan siber NyxLab, Kok Tin Gan, menduga: “Ini tampak seperti satu tanda tangan yang memberi penyerang token akses penuh tanpa kedaluwarsa ke dompet panas Binance.” Ia mempertanyakan mengapa kontrol persetujuan yang lebih kuat tidak ada. Itu dugaan, bukan temuan: akar masalah resmi belum diterbitkan.
Di sisi lain, deposit tidak terdampak. Binance berjanji menutup semua kerugian nasabah. Penarikan dihentikan. Diperkirakan dibuka lagi dalam sehari-dua hari.
Pendiri Binance, Changpeng Zhao, yang tidak lagi mengelola perusahaan, menulis bahwa dana pengguna aman dan “sebagai pemegang saham, saya berharap seluruh dana pengguna akan diganti penuh”.
Dana beku? Angkanya berbeda antarsumber: sekitar USD2,5 miliar sampai USD3 miliar. Penyerang masih memegang sekitar USD2,4 miliar, menurut TRM.
Bitcoin turun di bawah USD77.000 setelah peretasan, menurut CoinDesk. Jadi kunci tak harus bocor: cukup laptop yang disusupi dan satu tanda tangan yang terlalu sakti, kalau dugaan para pakar itu benar.
Ringkasan
Peretasan Binance pada 29 Oktober 2026 memindahkan sekitar USD6,36 miliar dari dompet di sepuluh blockchain, menurut TRM Labs, yang menyebutnya pencurian kripto terbesar yang tercatat. TRM menilai pelakunya TraderTraitor, unit peretas Korea Utara, dengan keyakinan tinggi, sementara Binance belum mengonfirmasi. Binance berjanji menutup semua kerugian nasabah dan belum menerbitkan akar masalah.
Fakta Kunci
- Nilai: sekitar USD6,36 miliar, atau sekitar Rp113,8 triliun (hitungan redaksi, kurs 1 USD = Rp17.900).
- Waktu: sebagian besar dalam sekitar 20 menit mulai pukul 20.05 UTC pada 29 Oktober; persiapan dimulai paling tidak 36 jam sebelumnya.
- Skala: sekitar empat kali peretasan Bybit (USD1,5 miliar, Februari 2025).
- Dana beku: angkanya berbeda antarsumber, sekitar USD2,5 miliar sampai USD3 miliar; deposit tidak terdampak, penarikan dihentikan.
- Status: Binance belum mengonfirmasi atribusi ke Korea Utara dan belum menerbitkan akar masalah.
FAQ
Berapa nilai yang dipindahkan dalam peretasan Binance? Menurut TRM Labs, sekitar USD6,36 miliar dari dompet Binance di sepuluh blockchain.
Siapa pelakunya? TRM Labs mengaitkannya dengan TraderTraitor, unit peretas Korea Utara, dengan keyakinan tinggi. CEO Chainalysis, Jonathan Levin, menyebutnya kemungkinan besar ulah kelompok itu. Binance belum mengonfirmasi.
Apakah dana nasabah aman? Binance berjanji menutup semua kerugian nasabah dan menyatakan deposit tidak terdampak. Penarikan dihentikan dan diperkirakan dibuka lagi dalam sehari-dua hari.
