Kelompok ransomware RansomHouse mengubah status klaim data Pertamina jadi “DISCLOSED”, label untuk data yang mereka klaim curian, tetapi belum terverifikasi.
Ransomware itu ibarat penyandera berkas: data dicuri, pemiliknya ditekan membayar. Unggahan akun pemantau Dark Web Intelligence pada 2 November 2026 menyebut Pertamina –perusahaan minyak dan gas milik negara– sebagai sasaran. Akun itu menulis, dalam terjemahan redaksi: “Pertamina belum mengonfirmasi cakupan pencurian data secara terbuka. Ini klaim pelaku ancaman yang belum terverifikasi.”
Kronologinya begini: RansomHouse mencantumkan Pertamina pertengahan September. Pelaku mengaku membobol perusahaan itu pada 21 Agustus. Sampel awal, menurut laporan, memuat dokumen keuangan, SDM, pemeliharaan, kilang, dan pipa.
Seberapa besar? Belum ada yang tahu pasti. SearchInform, blog vendor keamanan, memperkirakan lebih dari 6 GB. Tulisan 23 September itu juga mempromosikan produk. Angkanya masih estimasi. Dasarnya tinjauan sampel oleh Alfons Tanujaya dari Vaksincom. Isi yang diklaim: ribuan dokumen dari sedikitnya sembilan departemen.
Ada pula ancaman. DeXpose, 18 September, melaporkan kelompok itu akan merilis kebocoran penuh jika perwakilan perusahaan tidak menghubungi mereka. Hitungan redaksi: dari klaim terungkap 17 September ke “DISCLOSED” 2 November ada 46 hari. Dari klaim pembobolan 21 Agustus, 73 hari.
Di sisi lain, redaksi belum menemukan pernyataan Pertamina atas klaim ini dalam pencarian 3 November 2026. Bukti langsung yang mengaitkan temuan lama, seperti kredensial bocor, dengan insiden ini juga belum ada. Penyebab serangan belum diketahui.
Label “DISCLOSED” terdengar resmi, seperti stempel notaris. Padahal stempelnya buatan pelaku sendiri. Stempel buatan sendiri tidak mengubah klaim jadi fakta. Tidak pernah.
Lalu apa yang bisa dilakukan pembaca? Dugaan paling masuk akal: jika berkas itu benar beredar, penipu akan memakainya sebagai umpan. Analis akun tadi meminta kontraktor, mitra, dan karyawan aktif atau mantan waspada. Targetnya phishing, yakni pesan jebakan yang menyamar jadi pihak tepercaya, dengan merek Pertamina. Jadi: jangan klik berkas “dokumen internal Pertamina” dari pengirim tak dikenal. Cek dulu lewat kontak resmi.
Sampai ada verifikasi, “DISCLOSED” cuma klaim pelaku dengan kop surat.
