Otomotif · Teknologi · Narasi di baliknya

Katanya atur kapasitas, penjualan Chery anjlok 45 persen

Chery Tiggo 7 tampak belakang

Penjualan Chery di Indonesia anjlok 45,2 persen pada Januari-September 2026, sementara Jaecoo J5 dari grup yang sama masih inden. Seperti dilansir Warta Ekonomi dari data Gaikindo, wholesales –penjualan pabrikan ke diler– Chery tinggal 8.313 unit dari 15.160 unit setahun sebelumnya.

September lebih parah. Hanya 446 unit. Itu turun 78,8 persen dari September 2025 yang 2.105 unit. Pangsa pasar Chery pun menciut dari 2,7 persen menjadi 1,2 persen.

Kenapa? Jawaban manajemen: kapasitas produksi diatur, dan model berpermintaan tinggi didahulukan, terutama Jaecoo J5 yang masih punya antrean konsumen. Presiden Direktur Chery Group Indonesia, Zeng Shuo, menjelaskan: “Jadi masih ada unit lama, jadi production unit model lain akan sedikit delay juga.” Sedikit, katanya. Hitungan redaksi: 15.160 dikurangi 8.313 menyisakan 6.847 unit –jumlah “sedikit” versi pabrik.

Sisi J5 berlawanan. Menurut detikOto, berdasarkan data Gaikindo, Jaecoo menyalurkan 26.635 unit J5 ke diler pada Januari-September, sekitar 2.900 unit per bulan. Direktur Unit Bisnis Jaecoo Indonesia, Jim Ma, menyebut inden J5: “Ya masih sekitar satu sampai dua bulan.” Hitungan redaksi: 26.635 dibagi 8.313 sedikit di atas tiga –J5 sendirian menyalurkan lebih dari tiga kali lipat wholesales Chery. Keduanya satu grup, tetapi tercatat sebagai merek terpisah.

Dugaan paling masuk akal: pabrik menomorsatukan mobil yang pasti laku. Di pembukuan, itu rapi. Satu model dikebut –model lain diberi kesempatan melatih kesabaran. Siapa yang berlatih? Pembeli. Antrean J5 juga bukan cerita baru. Pada Januari lalu, Katadata Auto mencatat 12.000 unit J5 EV dipesan hingga akhir tahun lalu dan baru 3.000 terkirim. Zeng sampai meminta maaf atas lamanya pengiriman. Hitungan redaksi: 9.000 pesanan belum sampai. Pelajaran praktis bagi pembeli model lain: minta jadwal unit tertulis dari diler sebelum meneken pesanan.

Di sisi lain, pasar tidak ikut lesu. Wholesales nasional Januari-September naik 21 persen menjadi 679.020 unit. Manajemen berjanji menyeimbangkan kapasitas agar distribusi model lain membaik. Menurut detikOto, Presiden Direktur Omoda Jaecoo International, Shawn Xu, menyebut produksi lokal J5 dimulai November 2026 dan harga resminya diumumkan saat itu.

Kapasitas memang sudah diatur: J5 didahulukan, model lain belajar sabar, dan penjualan Chery turun sekitar 45 persen.

Ringkasan

Wholesales Chery di Indonesia pada Januari-September 2026 tercatat 8.313 unit, turun 45,2 persen dari 15.160 unit periode sama 2025, dengan pangsa 1,2 persen. Manajemen menyebut kapasitas produksi diatur dan model berpermintaan tinggi, terutama Jaecoo J5, didahulukan. Pasar mobil nasional pada periode yang sama justru naik 21 persen.

Fakta Kunci

  • Wholesales Chery Januari-September 2026: 8.313 unit, turun 45,2 persen dari 15.160 unit (data Gaikindo, via Warta Ekonomi).
  • Wholesales Chery September 2026: 446 unit, turun 78,8 persen dari September 2025 (2.105 unit).
  • Pangsa Chery turun dari 2,7 persen menjadi 1,2 persen; wholesales nasional naik 21 persen menjadi 679.020 unit.
  • Menurut detikOto, Jaecoo menyalurkan 26.635 unit J5 ke diler pada Januari-September 2026; inden J5 sekitar satu sampai dua bulan.
  • Produksi lokal Jaecoo J5 dimulai November 2026, harga resmi diumumkan saat itu (menurut detikOto).

FAQ

Berapa penurunan penjualan Chery di Indonesia? Wholesales Chery Januari-September 2026 turun 45,2 persen menjadi 8.313 unit, dari 15.160 unit pada periode sama 2025.

Apa penyebabnya menurut manajemen? Chery mengatur kapasitas produksi dan memprioritaskan model berpermintaan tinggi, terutama Jaecoo J5 yang masih punya antrean konsumen, sehingga produksi model lain tertunda.

Berapa lama inden Jaecoo J5? Menurut detikOto, Direktur Unit Bisnis Jaecoo Indonesia Jim Ma menyebut inden masih sekitar satu sampai dua bulan.