Yangwang U9 Xtreme milik BYD bertenaga 2.977 hp rusak parah dalam kecelakaan di lintasan tertutup di China, tetapi sopirnya keluar sendiri tanpa cedera serius.
Video dan foto bangkainya beredar di media sosial China pada 2 November 2026, dan CarNewsChina yang pertama mengangkatnya. Lintasan dan tanggal kejadiannya tidak disebut. Motor1 mencatat waktunya hanya beberapa hari sebelum rencana percobaan rekor baru.
Bodi depan dan belakang hancur. Rakitan gandar belakang, poros penghubung roda, terlepas sepenuhnya, lapor Motor1 dan CarNewsChina. Menurut newmobility.news, mobil berputar di bagian lurus, menabrak pembatas, lalu berputar ke pembatas di sisi seberang.
Yang bertahan justru kabinnya: sel keselamatan, sangkar pelindung penumpang, tetap utuh menurut newmobility.news. Tidak ada laporan atau tanda api. Paket baterai 80,0 kWh –ukuran isi “tangki” listriknya– tampak bertahan, kata media itu dari rekaman.
Sopirnya dilaporkan keluar sendiri tanpa bantuan dan tanpa cedera serius.
Berapa kecepatannya? Tidak diungkap. Penyebabnya? Juga tidak.
Telemetri –catatan data sensor– dan data benturan belum dipublikasikan. Tidak ada pernyataan BYD soal keduanya, menurut Motor1 dan CarNewsChina.
Sebagian judul viral menulis “di kecepatan 500 km/jam”. Sumbernya? CarNewsChina hanya menduga kecelakaan itu mungkin terjadi saat uji mengejar sekitar 500 km/jam. Tidak dipastikan.
Judul memang sering lebih cepat dari datanya.
Pada September 2025, U9 Xtreme mencatat 496,22 km/jam di fasilitas uji Automotive Testing Papenburg, Jerman. BYD mengonfirmasinya sebagai mobil produksi tercepat di dunia, kata Motor1 dan CarNewsChina.
Rencana berikutnya: menembus 500 km/jam di Uni Emirat Arab pada November. Wakil Presiden BYD Stella Li mengungkapnya, lalu General Manager Penjualan Yangwang Hu Xiaoqing mengonfirmasi, kata CarNewsChina. Tanggal dan lokasi pasti belum dikonfirmasi. Motor1 mencatat belum jelas apakah kecelakaan mengubah rencana.
Hitungan redaksi: selisih 500 dan 496,22 adalah 3,78 km/jam. Itu sekitar 0,76 persen. Tipis.
Apa pelajarannya? Dugaan paling masuk akal: struktur kabin bekerja sebagaimana mestinya. Di sisi lain, satu kecelakaan di lintasan tidak membuktikan keselamatan mobil jalan raya.
Ini kendaraan lintasan khusus dengan ban semi-slick. Harga utamanya USD3 juta. Hitungan redaksi: USD3 juta kali Rp17.900 adalah Rp53,7 miliar.
Sampai BYD membuka telemetri, angka 500 km/jam di judul baru tebakan. Datanya belum bicara.
