Pendapatan Apple mencapai rekor USD114,5 miliar, tetapi biaya memori yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya menekan margin. Angka itu naik 12 persen dan melewati konsensus Bloomberg, USD113,46 miliar. Laporan kuartal terakhir fiskal 2026 itu terbit Senin, 2 November.
Itu laporan pertama di bawah Chief Executive Officer Apple, John Ternus. Biang masalahnya –memori– ia sebut terang-terangan. “Apa yang kami lihat pada harga memori saat ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya, menurut transkrip panggilan pendapatan Apple.
Mudahnya: memori itu beras bagi warung nasi goreng. Harga beras naik, untung menyusut. Warungnya ramai. Dompetnya sepi.
Margin kotor perusahaan 47,9 persen. Margin kotor produk 37,2 persen –keduanya sudah memuat manfaat pengembalian tarif sekitar satu poin persentase. Tanpa itu, kata Chief Financial Officer Apple, Kevan Parekh, keduanya turun sekitar satu poin dari kuartal sebelumnya, terutama karena biaya memori.
Soal Desember, Parekh memperkirakan pendapatan naik 7 sampai 10 persen, “kuartal terbaik untuk pendapatan dalam sejarah perusahaan”. Margin kotor dipatok 45 sampai 46 persen, terutama karena biaya memori dan sejumlah biaya peningkatan Siri AI. Hitungan redaksi: itu susut sedikitnya 1,9 poin dari kuartal ini.
Pasar tidak bertepuk tangan. Saham AAPL ditutup turun 1,83 persen, lalu turun sekitar 2,55 persen lagi setelah jam bursa. Gil Luria, kepala riset teknologi D.A. Davidson, menyebut Wall Street menyimpan “kekhawatiran besar” soal kuartal berikutnya.
Rinciannya: iPhone USD57,6 miliar, naik 17 persen meski pasokan terbatas. Layanan USD31,6 miliar, rekor. Hitungan redaksi: iPhone kira-kira separuh pendapatan, layanan sekitar 28 persen, total kira-kira Rp2.050 triliun.
Greater China, kata Ternus, tumbuh dua digit kuat, rekor untuk kuartal September. Tapi pendapatannya USD17,54 miliar, menurut Yahoo Finance, meleset dari perkiraan analis USD18,75 miliar. Hitungan redaksi: selisihnya USD1,21 miliar.
Dugaan paling masuk akal: pembeli iPhone dan Mac di Indonesia sebaiknya tidak menggantungkan harapan pada diskon. Rekor datang bersama margin yang ditekan memori, dan harga produk sudah dua kali naik, Juni dan September. Apple memperkirakan biaya memori terus naik melewati Desember. Ini dugaan, bukan harga resmi.
Di sisi lain, permintaan tidak sepi. Permintaan Mac dan iPad melebihi perkiraan, tetapi pasokannya seret karena memori.
Rekor sudah datang. Diskon iPhone, jangan-jangan, tidak ikut.
Ringkasan
Apple mencatat pendapatan rekor USD114,5 miliar pada kuartal terakhir fiskal 2026, naik 12 persen dan di atas konsensus Bloomberg. Biaya memori yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya menekan margin kotor menjadi 47,9 persen, dan panduan Desember mematok 45 sampai 46 persen. Greater China tumbuh dua digit kuat, tetapi pendapatannya USD17,54 miliar meleset dari perkiraan analis USD18,75 miliar.
Fakta Kunci
- Pendapatan kuartal terakhir fiskal 2026: USD114,5 miliar, naik 12 persen dari USD102,46 miliar setahun lalu; konsensus Bloomberg USD113,46 miliar.
- iPhone USD57,6 miliar (naik 17 persen); layanan USD31,6 miliar (rekor) dengan margin kotor 76 persen.
- Margin kotor perusahaan 47,9 persen dan produk 37,2 persen, sudah memuat manfaat pengembalian tarif sekitar satu poin persentase.
- Panduan Desember: pendapatan naik 7 sampai 10 persen, margin kotor 45 sampai 46 persen, biaya operasional USD20,4 miliar sampai USD20,8 miliar.
- Basis terpasang Apple: lebih dari 2,5 miliar perangkat aktif.
FAQ
Mengapa margin Apple tertekan padahal pendapatan rekor?
Menurut Chief Financial Officer Apple, Kevan Parekh, penyebab utamanya biaya memori yang lebih tinggi. Tanpa manfaat pengembalian tarif, margin turun sekitar satu poin dari kuartal sebelumnya.
Berapa panduan Apple untuk kuartal Desember?
Pendapatan diperkirakan naik 7 sampai 10 persen dan layanan naik 8 sampai 9 persen. Margin kotor dipatok 45 sampai 46 persen.
Bagaimana reaksi saham Apple?
Saham AAPL ditutup turun 1,83 persen di USD338,32, lalu turun sekitar 2,55 persen di perdagangan setelah jam bursa ke USD329,70.
