Otomotif · Teknologi · Narasi di baliknya

Belanja Modal Amazon USD77,3 Miliar, Tagihannya Mampir ke Siapa?

Gedung pusat data Amazon Web Services di Oregon

Belanja modal Amazon mencapai USD77,3 miliar dalam satu kuartal, jauh di atas perkiraan USD58,7 miliar. Hitungan redaksi: selisihnya USD18,6 miliar. Dengan kurs 1 USD = Rp17.900, total belanjanya sekitar Rp1.384 triliun.

Belanja modal itu ongkos membangun dapur, bukan membeli bahan. Fokusnya AI dan chip Trainium.

Arus kas bebas itu uang sisa di dompet setelah semua tagihan lunas. Di Amazon, dompetnya minus: USD42,4 miliar dalam 12 bulan terakhir. Setahun lalu positif sekitar USD14,7 miliar.

Menurut rilis Amazon, penyebabnya lonjakan belanja modal USD94,8 miliar secara tahunan.

Padahal laporannya tidak jelek. Pendapatan USD201,94 miliar, naik 12 persen, tipis di bawah perkiraan USD202,31 miliar. Laba operasi USD28,1 miliar malah di atas perkiraan USD26,2 miliar.

Di sisi lain, AWS–layanan cloud, semacam gudang komputasi sewaan–tumbuh 39 persen jadi USD45,98 miliar. Itu pertumbuhan tercepat dalam hampir lima tahun, menurut rilis Amazon. CEO Amazon, Andy Jassy, puas: “Investasi AWS kami pada fungsionalitas dan infrastruktur membuahkan hasil, dengan pertumbuhan pendapatan lebih dari 39 persen secara tahunan di kuartal III,” seperti dikutip Constellation Research.

Hitungan redaksi: belanja kuartal III itu 2,2 kali lipat tahun lalu, USD77,3 miliar lawan USD35,1 miliar. Itu sekitar 1,7 kali penjualan AWS kuartal itu. Ongkos dapur lebih besar daripada omzet restoran. Padahal restoran itu untung, dengan laba operasi USD17,8 miliar.

Konsisten, harus diakui: target belanja modal 2026 tetap sekitar USD220 miliar, atau Rp3.938 triliun. Hitungan redaksi: kuartal III saja menelan lebih dari sepertiganya. Untuk 2027, Jassy berencana “membelanjakan lebih signifikan”, seperti dilansir SiliconANGLE.

Analis Forrester, Tracy Woo, menilai, dilansir SiliconANGLE: “Profil investasi itu menunjukkan Amazon melihat kendala kapasitas di masa depan, bukan kendala permintaan.” Artinya, antrean pelanggan ada. Dapurnya yang sempit.

Pasar tidak sabar. Saham Amazon turun lebih dari 7 persen setelah jam bursa. Panduan kuartal IV ikut meleset tipis, dengan titik tengah USD243,5 miliar di bawah perkiraan Wall Street USD244,5 miliar.

Lalu siapa yang menanggung? Pembukuan Amazon diam. Dugaan paling masuk akal: biaya ditagih lewat harga cloud dan AI, lalu merembet ke chip dan memori yang membuat gawai makin mahal. Pengguna di Indonesia ikut kebagian.

Tagihan USD77,3 miliar itu belum punya alamat. Dugaan redaksi: alamatnya pengguna, pelan-pelan, lewat harga.

Ringkasan

Amazon membukukan pendapatan kuartal III sebesar USD201,94 miliar, naik 12 persen, dengan AWS tumbuh 39 persen. Namun belanja modal USD77,3 miliar jauh di atas perkiraan dan membuat arus kas bebas 12 bulan terakhir negatif USD42,4 miliar. Saham turun lebih dari 7 persen dalam perdagangan setelah jam bursa.

Fakta Kunci

  • Belanja modal kuartal III Amazon USD77,3 miliar, perkiraan USD58,7 miliar, tahun lalu USD35,1 miliar.
  • Arus kas bebas 12 bulan terakhir negatif USD42,4 miliar, setahun lalu positif sekitar USD14,7 miliar.
  • Penjualan AWS naik 39 persen jadi USD45,98 miliar, laba operasi AWS USD17,8 miliar.
  • Target belanja modal 2026 tetap sekitar USD220 miliar; Jassy menyebut belanja 2027 akan lebih besar.
  • Panduan pendapatan kuartal IV USD240-247 miliar, titik tengah USD243,5 miliar di bawah perkiraan Wall Street USD244,5 miliar.

FAQ

Berapa belanja modal Amazon pada kuartal III 2026? Belanja modal Amazon USD77,3 miliar, jauh di atas perkiraan analis USD58,7 miliar dan 2,2 kali lipat dibanding setahun lalu (hitungan redaksi).

Apakah AWS masih tumbuh? Ya. Penjualan AWS naik 39 persen jadi USD45,98 miliar, pertumbuhan tercepat dalam hampir lima tahun menurut rilis Amazon.

Mengapa arus kas bebas Amazon negatif? Menurut rilis Amazon, penyebabnya kenaikan belanja modal USD94,8 miliar secara tahunan. Arus kas bebas 12 bulan terakhir negatif USD42,4 miliar.

Baca juga: