Gaikindo menargetkan penjualan mobil 2026 sebesar 850.000 unit, padahal sampai September baru 679.020 unit. Tercapai? Hitungannya ternyata lebih ramah daripada nada bicaranya.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia itu mencatat penjualan grosir –dari pabrik ke diler– naik 21 persen dibanding tahun lalu. Penjualan eceran, dari diler ke pembeli, naik 15,4 persen. Target awalnya 900.000 unit, lalu direvisi turun ke 850.000. Tahun lalu: 780.000.
Sekarang hitungannya. Sembilan bulan berarti tiga perempat waktu. Penjualan sudah mengisi hampir empat perlima target. Hitungan redaksi: 679.020 dibagi 850.000 sama dengan 79,9 persen.
Sisanya 170.980 unit untuk tiga bulan terakhir. Hitungan redaksi: 850.000 dikurangi 679.020. Dibagi tiga, hasilnya sekitar 56.993 unit per bulan. Sembilan bulan pertama? Rata-ratanya sekitar 75.446 per bulan. Berarti sisa target cukup dikejar dengan tiga perempat gas. Mudah. Di kertas.
Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo, Jongkie Sugiarto, memperkirakan penjualan bertahan sekitar 75.000 unit per bulan. Hitungan redaksi: 679.020 ditambah 225.000 sama dengan 904.020. Katanya: “Masih optimis, bahkan mungkin bisa lebih dari 850.000 unit.” Ia menambahkan: “Kita harus optimis, media juga harus optimis dong, tetapi tetap realistis.” Pesan diterima. Hitungannya sudah di atas.
Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardhika, memilih kata lain. Usai bertemu Menteri Perindustrian di Kemenperin, Jakarta, 21 Oktober, ia berkata: “Kita agak optimistis untuk mencapai itu.” Kata “agak” bekerja paling keras di situ.
Di sisi lain, harga mobil baru naik sekitar 7 sampai 7,5 persen per tahun. Pendapatan masyarakat hanya sekitar 3 persen. Harga berlari, gaji berjalan. Pengamat otomotif ITB, Yannes Martinus Pasaribu, menilai: “Target satu juta unit per tahun masih cukup berat dicapai dalam jangka pendek.” Tekanan kelas menengah bisa membuat pembeli menunda atau memilih mobil lebih murah. Uang muka, bunga, tenor, dan cicilan ikut menentukan.
GIIAS Makassar berlangsung 28 Oktober sampai 1 November. GJAW menyusul 20 sampai 29 November. Target 2027 belum ditetapkan –Gaikindo menunggu pasar sampai akhir tahun.
Di kertas, tiga perempat gas sudah cukup. Di dompet pembeli, kata “agak” memang lebih jujur.
Ringkasan
Gaikindo menargetkan penjualan mobil 2026 sebesar 850.000 unit, sedangkan penjualan grosir Januari sampai September baru 679.020 unit, naik 21 persen dari tahun lalu. Sisa 170.980 unit untuk Oktober sampai Desember setara sekitar 56.993 unit per bulan, lebih rendah daripada rata-rata sembilan bulan pertama sekitar 75.446. Di sisi lain, harga mobil baru naik sekitar 7 sampai 7,5 persen per tahun, sedangkan pendapatan masyarakat sekitar 3 persen.
Fakta Kunci
- Target penjualan mobil nasional 2026 versi Gaikindo: 850.000 unit, direvisi dari 900.000 unit; realisasi 2025 sebesar 780.000 unit.
- Penjualan grosir Januari sampai September 2026: 679.020 unit, naik 21 persen dibanding tahun lalu; penjualan eceran naik 15,4 persen.
- Sisa yang dibutuhkan Oktober sampai Desember: 170.980 unit, sekitar 57.000 unit per bulan (hitungan redaksi: sekitar 56.993).
- Jongkie Sugiarto memperkirakan penjualan sekitar 75.000 unit per bulan; bila bertahan, total tahun ini bisa lebih dari 900.000 unit (hitungan redaksi: 904.020).
- Harga mobil baru naik sekitar 7 sampai 7,5 persen per tahun, pendapatan masyarakat sekitar 3 persen.
FAQ
Berapa target penjualan mobil nasional 2026? Gaikindo menargetkan 850.000 unit, turun dari target awal 900.000 unit.
Berapa penjualan mobil sampai September 2026? Penjualan grosir mencapai 679.020 unit, naik 21 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penjualan eceran naik 15,4 persen.
Apa yang bisa menghambat target tercapai? Harga mobil baru naik sekitar 7 sampai 7,5 persen per tahun, sedangkan pendapatan masyarakat sekitar 3 persen. Tekanan kelas menengah bisa membuat pembeli menunda atau memilih mobil lebih murah.
