Otomotif · Teknologi · Narasi di baliknya

Jangan-jangan LCGC Bukan Kalah Murah, Tapi Kalah Zaman

Daihatsu Ayla tampak samping di Jakarta

Penjualan LCGC terus menyusut: Januari-September 2026 hanya 83.997 unit, padahal program ini pernah menguasai 24 persen pasar mobil nasional. LCGC adalah singkatan Low Cost Green Car: mobil murah ramah lingkungan program pemerintah. Anggap saja warung tegal dunia otomotif: murah, ramai, semua pernah mampir.

Semua angka di sini wholesales. Maksudnya kiriman pabrik ke diler –ibarat barang masuk gudang toko, belum tentu dibawa pulang pembeli. Datanya dari Gaikindo, dikutip detikOto.

Puncaknya terjadi pada 2016, saat LCGC tujuh penumpang hadir: 235.171 unit. Tahun 2025 tinggal 122.686 unit. Hitungan redaksi: hanya sekitar separuh puncak.

Sekarang lihat sisi seberang. Mobil listrik BYD Atto 1 sendirian mencatat 4.840 unit pada September 2026. Jaecoo J5 EV (3.276 unit) dan Geely EX2 (1.890) menyusul, jadi tiga teratas semuanya jenama Tiongkok.

Hitung rata-rata LCGC sebulan: 83.997 dibagi sembilan, sekitar 9.300 unit. Berarti satu Atto 1 menyamai separuhnya. Catatan: beda periode, ibarat skor satu pertandingan lawan rata-rata satu musim.

LCGC awalnya dipatok di bawah Rp150 juta. Kini banyak model Rp180 juta hingga Rp200 juta ke atas. Sebabnya: regulasi emisi, tambahan fitur, biaya produksi.

Namanya tetap low cost –harganya yang tidak setia. Padahal, menurut detikOto dan Gaikindo, pasar sudah punya mobil listrik di bawah Rp200 juta.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Putu Juli Ardika mengakui LCGC dulu program pemerintah yang sangat sukses. Ke depan, katanya, mobil murah tidak harus bermesin pembakaran: bisa hibrida atau hibrida colok –listrik untuk harian, bensin untuk cadangan. Putu merangkumnya: “Jadi sebenarnya ini masa peralihan.”

Di sisi lain, mobil listrik bukan satu-satunya biang. Pengamat otomotif Yannes Pasaribu kepada detikOto menilai penurunan daya beli akibat inflasi dan suku bunga tinggi menjadi faktor utama. Selular.ID mengingatkan, data September saja belum cukup untuk menyimpulkan semua pembeli LCGC pindah ke mobil listrik.

Pasar mobil malah tumbuh. Menurut CNBC Indonesia, Januari-September 2026 penjualan ritel naik 15 persen dan wholesales naik 21 persen dibanding periode sama tahun lalu. LCGC justru turun 11 persen.

Daya beli memang ikut menekan. Tapi definisi mobil murah sedang bergeser. Jangan-jangan LCGC bukan kalah murah, tapi kalah zaman.

Ringkasan

Penjualan LCGC (wholesales, data Gaikindo) turun dari puncak 235.171 unit pada 2016 menjadi 122.686 unit pada 2025, dan Januari-September 2026 hanya 83.997 unit, turun 11 persen. Pada September 2026 BYD Atto 1 mencatat 4.840 unit, sekitar separuh rata-rata bulanan seluruh LCGC (perbandingan beda periode). Daya beli dan ekonomi ikut berperan, tetapi Gaikindo menyebut kondisi ini masa peralihan.

Fakta Kunci

  • Wholesales LCGC 2016 (puncak) 235.171 unit, 2025 sebesar 122.686 unit, Januari-September 2026 sebesar 83.997 unit (turun 11 persen).
  • LCGC pernah menguasai 24 persen pasar mobil nasional; harga awal di bawah Rp150 juta, kini banyak model Rp180 juta hingga Rp200 juta ke atas.
  • September 2026: BYD Atto 1 4.840 unit, Jaecoo J5 EV 3.276 unit, Geely EX2 1.890 unit; tiga teratas jenama Tiongkok.
  • Januari-September 2026 dibanding periode sama 2025: penjualan ritel naik 15 persen, wholesales naik 21 persen.
  • Pengamat otomotif Yannes Pasaribu menyebut penurunan daya beli akibat inflasi dan suku bunga tinggi sebagai faktor utama.

FAQ

Apa itu wholesales?
Distribusi kendaraan dari pabrik ke diler, bukan penjualan langsung ke konsumen.

Apakah mobil listrik penyebab tunggal turunnya LCGC?
Tidak. Menurut detikOto dan Selular.ID, daya beli, harga, pembiayaan, dan kondisi ekonomi ikut berperan, dan data September saja belum cukup untuk menyimpulkan pembeli LCGC pindah ke mobil listrik.

Apakah pasar mobil nasional ikut turun?
Tidak. Januari-September 2026, ritel naik 15 persen dan wholesales naik 21 persen dibanding periode sama 2025, dengan target Gaikindo 850.000 unit untuk 2026.