Otomotif · Teknologi · Narasi di baliknya

Zhang Yiming Kembali Terkaya di China, Saat Konsumen dan Properti Tertekan

Zhang Yiming berdiri di depan gedung ByteDance

Zhang Yiming, pendiri ByteDance, kembali menjadi orang terkaya China dengan kekayaan Rp1.790.000.000.000.000, sementara sektor properti dan konsumen tertekan. Menurut daftar Hurun Research Institute yang dirilis Selasa, kekayaan Zhang naik 43 persen dan menjadi rekor tertinggi bagi orang terkaya China.

Ketua Hurun Report Rupert Hoogewerf menyebut lonjakan itu terjadi “hampir semuanya berkat AI”. Ia menilai Doubao milik ByteDance sebagai asisten AI paling banyak dipakai di China. AI pun menjadi sumber kekayaan terbesar di daftar, dengan 160 orang, satu dari sepuluh, meraup uang dari sektor tersebut.

Dua Kecepatan

Hoogewerf menggambarkan kondisi ini sebagai ekonomi “dua kecepatan”. Pengusaha AI, semikonduktor, dan robotika melonjak, sedangkan konsumen, properti, dan manufaktur tradisional menyusut.

Zhong Shanshan turun ke posisi kedua dengan kekayaan Rp1.091.900.000.000.000, merosot 23 persen. Robin Zeng, ketua CATL, pembuat baterai kendaraan listrik terbesar di dunia, berada di posisi ketiga. Pendiri DeepSeek Liang Wenfeng masuk daftar di posisi ketujuh.

Lei Jun dari Xiaomi menjadi penurun terbesar karena kekayaannya terpangkas separuh menjadi Rp449.290.000.000.000. Untuk pertama kali, tidak ada satu pun pengembang properti daratan China di 100 besar.

Hurun mencatat 1.529 orang dengan kekayaan lebih dari sekitar Rp13.425.000.000.000, naik 6,6 persen dari tahun lalu dan menjadi rekor. Jumlah miliarder berdasarkan kekayaan dalam dolar AS naik menjadi 1.176 orang, bertambah 155.

Di sisi lain, ekonomi China hanya tumbuh 4,5 persen pada Juli sampai September, sementara pemilik usaha kecil melaporkan masa sulit karena pelanggan memangkas belanja. Jika kekayaan terus mengalir ke segelintir pemain AI saat belanja warga melemah, seberapa lama dua kecepatan itu bisa bertahan?