Tujuh perusahaan China menguasai 73,0 persen pasar baterai kendaraan listrik dunia pada Januari-September 2026. Setahun lalu angkanya 69,5 persen: naik 3,5 poin persentase. Semuanya duduk di 10 besar.
Siapa yang tidak ikut kenyang? Tiga perusahaan Korea Selatan kini memegang 12,6 persen, turun 4,1 poin persentase dari tahun lalu. Potongan mereka mengecil.
Angka ini dirilis SNE Research, lembaga riset asal Korea Selatan, dan dilansir CnEVPost. Hitungannya rapi, walau hasilnya tidak menyenangkan perusahaan senegaranya. Cakupannya mobil listrik baterai, plug-in hybrid, dan hybrid konvensional.
Pasarnya sendiri tidak sepi. Pemakaian baterai global mencapai 994,5 GWh –satuan isi “tangki” listrik– naik 19,7 persen. September mencetak rekor bulanan 145,1 GWh, tetapi pertumbuhan tahunannya melambat ke 15,8 persen.
CATL memimpin dengan 39,1 persen, atau 389,2 GWh. Setahun lalu 37,5 persen. BYD di posisi kedua dengan 15,2 persen, turun dari 16,9 persen.
Gabungan keduanya 54,3 persen. Setahun lalu 54,4 persen. Di permukaan nyaris tidak bergeser: di dalamnya, lain cerita.
Pertumbuhan CATL 24,9 persen. BYD cuma 7,4 persen. Hitungannya: 24,9 dikurangi 7,4 sama dengan 17,5 poin persentase.
Kenapa CATL melaju dan BYD tidak? Menurut SNE Research, CATL terus menambah pelanggan pabrikan luar negeri, sedangkan pasokan BYD sebagian besar terikat penjualan mobilnya sendiri.
Ibaratnya, CATL pemasok yang melayani banyak restoran. BYD memasok dapurnya sendiri.
Di sisi lain, BYD melambat justru di kandangnya. Penjualan EV BYD di China turun 32,9 persen, dan instalasi baterainya turun 7,1 persen ke 104,9 GWh. Di luar China, instalasinya melonjak 66,8 persen ke 45,9 GWh.
Penjualan mobil BYD di luar negeri sekitar 180.000 unit pada September: hampir 40 persen dari total.
LGES memasok Tesla, GM, Hyundai Motor Group, dan Volkswagen. Daftar pelanggannya mentereng: pertumbuhannya jauh di bawah pasar. Di Amerika Utara, instalasinya turun 44,9 persen ke 16,5 GWh dari 29,9 GWh.
SK On mencatat penurunan terdalam di 10 besar: 18,1 persen. Panasonic –yang instalasinya terutama dari Tesla di Amerika Utara– ikut turun 0,8 persen. Hanya dua nama itu yang instalasinya turun di jajaran 10 besar.
Kuenya makin besar. Yang makin kenyang adalah tujuh perusahaan China, sedangkan jatah tiga perusahaan Korea Selatan malah menyusut.
Baca juga:
