Otomotif · Teknologi · Narasi di baliknya

Iklan Meta Nyaris Salip Google, Selisih Cuma Rp5,17 Triliun

Kantor pusat Meta Platforms di Menlo Park, California

Iklan Meta kuartal ketiga 2026 mencapai USD63,1 miliar, tinggal USD289 juta di bawah Google Search & other milik Alphabet. Menyalip? Belum. Jaraknya setipis tisu.

Seperti dilansir Adweek –dari rilis Meta 21 Oktober 2026– iklan Meta naik 26 persen dari tahun lalu. Google Search & other, menurut rilis Alphabet, mencapai USD63,35 miliar, naik 12 persen. Selisihnya 0,46 persen. Hitungan redaksi: USD289 juta kali Rp17.900 sama dengan sekitar Rp5,17 triliun.

Menurut FourWeekMBA, iklan Meta kini setara 99,5 persen Google Search & other. Setahun lalu: 88,5 persen. Pertumbuhannya juga lebih cepat selama 15 kuartal berturut-turut. Bukan balapan sehari. Ini maraton.

Beberapa media menulis “Meta menyusul Google”. Yang benar: belum. Kedua lini tidak setara. Angka Meta mencakup semua iklannya di seluruh dunia. Google Search & other –hanya satu dari tiga lini iklan Alphabet– jauh lebih sempit. Ibarat membandingkan omzet seluruh toko dengan omzet satu konter dari toko berkonter tiga. Total iklan Google USD82,01 miliar, dan iklan Meta setara 76,9 persen darinya.

Apa pendorongnya? Menurut rilis Meta, jumlah tayangan iklan naik 10 persen dan harga rata-rata per iklan naik 14 persen. Hitungan redaksi: dua kenaikan itu, bila dikalikan, menghasilkan sekitar 25 persen. Jadi bukan sekadar iklan lebih banyak. Iklannya juga lebih mahal. Chief financial officer (CFO) Meta, Susan Li, berkata: “Investasi AI kami sudah memberikan tambahan pendapatan iklan yang substansial” (terjemahan).

Di sisi lain, laba operasi Meta menurut standar akuntansi AS (GAAP) turun 37 persen menjadi USD13 miliar. Penyebabnya beban penyelesaian hukum USD9,9 miliar, hasil kesepakatan dengan jaksa agung negara bagian AS soal kesehatan mental remaja. Tanpa beban itu, kata CFO-nya, laba naik 11 persen. Belanja modal Meta kuartal ini USD34,9 miliar. CFO Alphabet, Anat Ashkenazi, dalam telekonferensi 28 Oktober 2026 menyatakan: “Kami terus memperkirakan belanja modal kami meningkat signifikan pada 2027” (terjemahan).

Pandangan redaksi: dua raksasa ini berebut uang iklan yang sama dengan pelaku usaha kecil Indonesia di Instagram, Facebook, dan Google. Dugaan paling masuk akal: bila harga per iklan terus naik, ongkosnya ikut menekan pemasang iklan kecil. Jalan keluarnya sederhana. Jangan taruh seluruh anggaran di satu keranjang, dan ukur hasil tiap rupiah.

Meta memang belum menyalip Google, dan selisih Rp5,17 triliun itu cuma bagi mereka berdua.

Ringkasan

Pendapatan iklan Meta kuartal ketiga 2026 sebesar USD63,1 miliar, naik 26 persen, tinggal USD289 juta di bawah Google Search & other milik Alphabet yang USD63,35 miliar. Meta belum menyalip, dan kedua lini tidak setara karena Search & other hanya satu dari tiga lini iklan Alphabet. Laba operasi Meta turun 37 persen akibat beban penyelesaian hukum USD9,9 miliar.

Fakta Kunci

  • Iklan Meta kuartal ketiga 2026: USD63,1 miliar, naik 26 persen dari tahun lalu.
  • Google Search & other: USD63,35 miliar, naik 12 persen; selisih USD289 juta atau 0,46 persen.
  • Menurut FourWeekMBA, iklan Meta setara 99,5 persen Google Search & other, dari 88,5 persen setahun lalu.
  • Pendorong Meta: tayangan iklan naik 10 persen, harga rata-rata per iklan naik 14 persen.
  • Laba operasi GAAP Meta USD13 miliar, turun 37 persen; belanja modal kuartal ini USD34,9 miliar.

FAQ

Apakah Meta sudah menyalip Google di iklan? Belum. Iklan Meta USD63,1 miliar masih USD289 juta di bawah Google Search & other yang USD63,35 miliar.

Apakah angka keduanya setara? Tidak. Angka Meta mencakup semua iklannya, sedangkan Google Search & other hanya satu dari tiga lini iklan Alphabet.

Apa yang mendorong kenaikan iklan Meta? Menurut rilis Meta, jumlah tayangan iklan naik 10 persen dan harga rata-rata per iklan naik 14 persen.