Toyota akan membuat robotaksi Waymo dari bZ listrik di jalur perakitan yang sama dengan bZ biasa, dengan uji awal 2027. Robotaksi Toyota bZ itu lahir di pabrik Takaoka, Toyota City, Prefektur Aichi. Di Jepang, mobilnya bernama bZ4X.
Apa yang ganjil? Tempatnya. Selama ini Waymo memasang sistemnya pada Jaguar I-Pace dan minivan Zeekr Ojai di pabrik Mesa, Arizona.
Kali ini perangkatnya masuk lewat jalur pabrikan arus utama: ibarat dapur yang dirancang bersama rumah, bukan membongkar tembok setelah penghuni pindah. Hitungan redaksi: dua model di Mesa, ditambah bZ di Takaoka. Tiga model, dua pabrik.
Mobil dari pabrik itu dilengkapi pintu otomatis, pintu bagasi bertenaga, dan lampu ambient untuk penumpang. Sopir tidak masuk daftar.
Toyota menyebutnya tonggak penting: layanan taksi daring otonom penuh pertama di Jepang yang memakai kendaraan arus utama buatan lokal. Tonggak, kata Toyota. Jaraknya belum diukur.
“Kami akan mulai dari pasar setir kanan, yaitu Jepang dan Inggris,” ujar co-CEO Waymo, Dmitri Dolgov. Di Tokyo, Waymo sudah punya sejumlah Jaguar I-Pace setir kiri –di negeri setir kanan– dengan operator keselamatan di balik kemudi. Di London, peluncuran menunggu izin.
Alasan memilih Toyota, kata Dolgov, adalah hormat pada keselamatan, keandalan, dan kualitas kendaraannya yang “legendaris”. Waymo milik Alphabet dan bermitra dengan Toyota sejak April 2025.
Di sisi lain, bagian yang paling ingin diketahui justru kosong. Waymo maupun Toyota tidak mengungkap jumlah unit. Jadwal peluncuran luas pun belum ada.
Soal perluasan, Dolgov jujur: “Saya kira visi dan kemitraan strategis ini adalah memperluasnya lebih jauh, tapi kami belum punya negara lain, jadwal, atau rincian untuk dibagikan.”
Hyundai pernah menyatakan akan membuat “puluhan ribu” robotaksi untuk Waymo di pabriknya di Georgia. Itu belum terjadi. Pesaing pun bergerak: Uber, Wayve, dan Nissan berencana menguji robotaksi di Tokyo.
Pintu mobilnya sudah otomatis. Jadwal peluncuran luasnya masih menunggu dibukakan.
