Pabrik yang sama sudah menyetrum Taycan, Macan, dan Cayenne.
Porsche akhirnya jujur: tidak ada yang minta.
Yang tidak diminta itu supercar listrik. Mobil bermesin tengah yang akan duduk di atas 911 tidak akan punya versi baterai murni.

CEO Porsche Michael Leiters menjelaskannya tanpa basa-basi. ”Tidak akan ada mobil listrik berbaterai di platform itu karena tidak ada permintaan di segmen ini untuk mobil listrik di sana,” ujarnya, dilansir Motor1.com, Senin (19/10/2026).

Tunggu. Porsche yang sama? Yang membuat Taycan, Macan, dan Cayenne listrik? Betul. Yang tahun depan membawa 718 Boxster dan Cayman kembali tanpa mesin bakar? Betul juga.
Jadi bukan anti-listrik. Hanya pilih-pilih meja –listrik untuk khalayak, bensin untuk kelas supercar.
Dapurnya pun sudah disiapkan. Platform Mission S bisa menampung mesin bakar, hibrida biasa, dan hibrida plug-in –mobil yang bisa dicas tapi tangkinya masih berisi bensin. Baterai murni: tidak ada di daftar. Konfigurasi akhirnya masih misteri. Satu hal pasti: ada mesinnya.


Zuffenhausen juga sudah lama berjanji: tidak akan pernah ada 911 listrik. Daftar yang tidak boleh disetrum makin panjang.

Lamborghini lebih blak-blakan. CEO Stephan Winkelmann menyebut mobil listrik ”hobi mahal”. Pasar dan basis pelanggannya, katanya, ”belum siap”. Lanzador 2+2 pun batal jadi listrik murni; digarap ulang sebagai hibrida.
Hobi mahal. Dari pabrik yang menjual supercar. Ironi seperti itu hanya bisa diucapkan dengan wajah datar.
Pagani lebih pahit. Pabrikan butik Italia itu bertahun-tahun menggodok Utopia listrik –nama mobilnya, bukan keadaannya. Idenya ditunjukkan ke diler dan pelanggan. Jawabannya: ”tak ada yang menunjukkan minat.” Proyek pun dikubur. Bayangkan: orang yang bisa membeli hampir apa saja ditawari mobil listrik, lalu menggeleng.
Angka paling telak datang dari Rimac. Rencana produksi Nevera: 150 unit. Yang membeli: 71 pelanggan. Hitungannya sederhana: 71 dibagi 150 sama dengan 47 persen. Separuh pun tidak. Selisihnya 79 unit.

Padahal mobilnya tidak main-main. Spesifikasi teknisnya luar biasa –akselerasinya bisa membuat mata berair, tulis Motor1.com. Tetap saja belum cukup membujuk pembeli kaya menghabiskan jutaan untuk mobil tanpa mesin bakar. Harga resmi Nevera sekitar 2 juta euro (sekitar 2,2 juta dolar AS).
”Tidak ada permintaan” tidak berarti tak seorang pun mau. Artinya Porsche belum melihat minat yang cukup untuk membenarkan pengembangannya. Beda tipis. Tapi tipis itu yang menentukan: dompet dibuka atau tidak.


Di tengah pabrikan yang berlomba membuat mobil performa listrik, satu per satu supercar justru mundur. Mesin bakar rupanya masih berbobot di puncak pasar: suara, respons, karakter. Listrik menawarkan desis. Mesin menawarkan raungan. Mungkin desis memang sulit dipamerkan di depan kafe.
Hobi mahal, kata Lamborghini, soal mobil listrik. Mungkin benar. Tapi siapa yang pernah bilang supercar bensin itu hobi murah?
(Cakdan)
