Layarnya menoleh ke pengemudi. Pasarnya belum menoleh ke Changan.
“Dengan banyaknya merek mobil China yang datang, apa yang membedakan satu merek dengan lainnya? Karena bagi orang awam, ya sama-sama saja.”
Seorang teman bertanya begitu. Pertanyaannya valid. Dan saya tidak punya jawaban cepat.
Pertanyaan itu terngiang-ngiang ketika saya menguji Changan Deepal S07. Mobilnya bagus. Saya tidak sedang berbasa-basi. Justru itu masalahnya: bagus di banyak sisi, tetapi saya sulit menunjuk satu hal yang membuat orang memilihnya.
Layak beli? Layak dilirik. Belum tentu layak dipilih.
Deepal S07 adalah SUV listrik seharga Rp619 juta, OTR Jakarta. SUV itu mobil jangkung untuk keluarga. Hanya satu varian. Anda tinggal mau atau tidak.
Penggeraknya satu motor di roda belakang. Tenaganya 160 kW, sekitar 215 hp. Torsinya 320 Nm. Baterainya 79,97 kWh. Anggap itu tangki listrik: makin besar angkanya, makin jauh jaraknya. Mobil ini dirakit di dalam negeri dan dipasarkan lewat Indomobil. Sasarannya keluarga muda.
Unit pertama baru sampai ke pembeli pada Februari 2026. Changan menargetkan 20 diler hingga akhir 2026. Catat dua angka itu. Kita akan bertemu mereka lagi nanti.
Lawannya jelas. BYD Sealion 7 Premium: Rp629 juta. Xpeng G6 Pro: Rp679 juta. Di pinggir lapangan menunggu Mazda CX-5 Sport Edition. Bensin. Rp599 juta. Pembeli yang masih ragu pada listrik punya jalan pulang yang nyaman.
Jadi S07 paling murah di antara dua rival listriknya. Tetapi murah belum tentu menang.
Saya bagi penilaiannya menjadi tiga: yang positif, yang oke aja, dan yang kurang. Kita mulai dari yang paling saya suka.

Positif: Kabin yang Pandai Menyapa
Desain: tidak langsung memikat. Itu pengakuan saya. Pandangan pertama hanya berkata “oke”. Tetapi lihat dari depan, lalu samping, lalu belakang. Detail futuristiknya muncul satu per satu.

Changan menyebut gayanya techno-sporty. Slogannya Born to Outstand. Lampu siang depan dinamai starleaf DRL. Lampu belakangnya LED Star Flame Tail Light. Gagang pintu rata dengan bodi dan menyembul saat dibutuhkan. Pintunya tanpa bingkai. Velgnya aloi 20 inci dengan ban 255/45 R20. Garis kap depan dan lekukan bodinya tajam-tajam.



Pabrikan bahkan mengklaim proporsinya mengikuti rasio emas. Saya tidak membawa penggaris. Ukurannya 4.750 x 1.930 x 1.625 mm. Jarak sumbu roda 2.900 mm. Ground clearance 165 mm saat kosong.


Rasanya percaya diri, tetapi tidak berlebihan. Sebabnya sederhana: SUV kotak-kotak seperti ini sudah terlalu banyak. Menurut saya, ini desain yang aman. Bagi pembeli keluarga, aman itu fitur. Bagi pencari pembeda, aman itu masalah.
Kabin: pintu terbuka otomatis saat saya mendekat. Voice command Deepal menyapa. Memori kursi tiga posisi terasa personal. Jok berlapis kulit. Kursi pengemudi digerakkan listrik enam arah, lengkap dengan penyangga pinggang. Kursi penumpang depan empat arah.


Kursi baris pertama juga berventilasi, untuk pengemudi dan penumpang. Anggap ada kipas kecil di dalam busa jok yang meniupkan udara ke punggung. Di cuaca panas, ini lebih berguna daripada pemanas.


Audionya 14 speaker, termasuk satu di sandaran kepala pengemudi. Suara navigasi dan telepon terdengar dekat kepala pengemudi, jadi penumpang lain tidak terganggu. Musiknya tebal dan jernih.
Tuas persneling pindah ke tangkai setir. Namanya column shifter. Konsol tengah jadi lapang dan kompartemennya banyak. Di atas kepala ada atap panorama seluas 1,9 meter persegi. Lampu suasananya punya 64 warna.

Menurut saya, kabin ini pandai membuat penghuninya merasa dihargai. Saya menyukainya. Mobil yang menyapa sebelum mertua sempat menyapa.
Teknologi: Sunflower Screen
Pusat perhatiannya Sunflower Screen 15,6 inci. Layar itu menoleh sendiri hingga 15 derajat ke arah pengemudi atau penumpang depan, seperti bunga matahari mengikuti matahari. Otaknya prosesor Snapdragon 8155, kerabat cip ponsel pintar kelas atas.


Voice command-nya berguna, bukan hiasan. Kamera kabin mengenali gestur tangan. Pengemudi bisa menjawab telepon, memutar atau menjeda musik, hingga membisukan suara tanpa menyentuh layar. Ada juga Scene Mode seperti Camping dan Nap. Kamera 360 derajat bisa menampilkan visual tembus ke kolong mobil. Namanya Transparent Chassis. Menurut saya, ini bukan sekadar pamer. Ini berguna di parkiran sempit.
Lalu gimmick-nya. Mobil listrik itu senyap, dan itu bagus sampai pejalan kaki tidak mendengarnya. Karena itu S07 punya speaker di bagian luar depan yang berbunyi di bawah 30 km/jam atau saat mundur.
Pemiliknya bisa mematikan sementara lewat menu Settings, Sound, lalu Low Speed Pedestrian Alarm. Atau geser layar tengah ke kanan. Tetapi begitu mobil dihidupkan ulang, ia menyala lagi. Pabrikan jelas lebih percaya pada pejalan kaki daripada pada kebiasaan pengemudi.
Speaker yang sama juga bisa memutar musik dari sistem hiburan saat mobil parkir di area terbuka. Mobil yang tadinya diminta bersuara demi keselamatan kini bisa bersuara demi piknik. Gimmick? Ya. Menggemaskan? Juga ya. Alasan beli? Belum.
ADAS, singkatan dari asisten pengemudi, di S07 jumlahnya 19 fitur. Ada Integrated Adaptive Cruise Control, Traffic Jam Assist, dan Blind Spot Detection. Ada juga Safe Exit Assist, yang memperingatkan sebelum pintu dibuka ke arah kendaraan yang lewat.
Kerjanya akurat. Itu poin besar. Asisten yang sering salah lebih menjengkelkan daripada tidak ada asisten sama sekali. Euro NCAP memberi lima bintang pada 2024, tetapi itu untuk spesifikasi Eropa, bukan untuk unit yang dijual di sini.
Ruang: bagasi belakang 510 liter, ditambah frunk alias bagasi depan 125 liter. Sealion 7 Premium punya 500 sampai 520 liter plus frunk 58 liter. Selisih terbesarnya ada di depan.
Baris kedua lega, dengan ruang kaki yang cukup. Frunk 125 liter itu gudang kecil. Kabel cas dan barang basah tidak perlu berebut tempat dengan koper. Untuk keluarga yang pulang kampung sekali setahun, ruang seperti ini menentukan: oleh-oleh ikut naik, atau dititipkan.

Oke Aja: Wajar, Tak Jadi Alasan
Baterai 79,97 kWh itu besar untuk harga Rp600 jutaan. Jenisnya NMC, sel yang padat energi. Jarak tempuhnya klaim 475 km menurut WLTP, uji laboratorium yang biasanya lebih optimistis daripada jalan macet. Klaim 560 km memakai standar NEDC, uji lama yang lebih longgar lagi.
Sealion 7 Premium membawa 82,56 kWh. G6 Pro 80,8 kWh dengan 525 km menurut WLTP. Jadi besar, tetapi bukan yang terbesar.
Soal cas, menurut spesifikasi, listrik rumah atau AC masuk maksimal 11 kW. Cas cepat arus searah dari 30 ke 80 persen sekitar 35 menit. Di SPKLU dengan tarif Rp2.466 per kWh, cas penuh kira-kira Rp197.000.
Akselerasi: lincah. Angka dari pihak lain untuk 0 sampai 100 km/jam: sekitar 7 detik. Klaim Sealion 7 Premium 6,7 detik. Klaim G6 Pro 6,2 sampai 6,6 detik.
Selisihnya sekitar satu detik di atas kertas. Bagi pembeli keluarga, selisih itu jarang jadi alasan beli. Orang membeli mobil ini bukan untuk menang di lampu merah.
Suspensi sedikit keras, tetapi tetap terasa sangat nyaman. Susunannya MacPherson di depan dan multi-link di belakang. Remnya cakram berventilasi di depan dan cakram solid di belakang. Itu kompromi yang bisa diterima: keras yang tidak menyiksa.
Kurang: Tidak Murah, Tidak Menonjol
Panel instrumen: S07 tidak punya MID, layar kecil di balik setir yang biasa memuat kecepatan dan info perjalanan. Tugasnya digantikan AR-HUD, proyeksi informasi di kaca depan. Bagi saya, agak mengganggu. Mobil ini memilih menghilangkan sesuatu yang tidak rusak.

Inovasi bagus bila menambah. Bila hanya menukar, pengemudi harus belajar ulang kebiasaan yang sudah lama beres. Pengaturan spion, arah kisi-kisi AC, hingga wiper dilakukan lewat layar sentuh. Di lalu lintas padat, itu kurang praktis dibanding tombol fisik. Saya sependapat.
Harga Rp619 juta tidak murah. Saat peluncuran, harganya Rp599 juta (November 2025). Sealion 7 Premium hanya Rp10 juta lebih mahal, dengan baterai 82,56 kWh dan tenaga 230 kW. Torsinya 380 Nm. Tenaga rivalnya lebih besar 70 kW, kira-kira 44 persen. Menurut saya, selisih ini bukan hemat. Ini hemat yang disertai kurang tenaga dan kurang baterai.
Merek: Changan masih baru di Indonesia. Branding mereka masih sangat kurang. Unit baru dikirim sejak Februari 2026, jadi harga bekasnya belum punya rekam jejak. Target 20 diler pun masih target.
Sealion 7 punya BYD di belakangnya. Terbukti laris. Komitmennya di Indonesia, dari purnajual sampai pabrik, jelas. Mobilnya menyapa. Mereknya belum.
Pembeda
Di sinilah pertanyaan teman saya menemukan alamat. Pintu frameless, memori kursi, baterai besar, Snapdragon 8155. Semuanya bagus. Tetapi lawannya memakai fitur yang kurang lebih sama.
Fitur bagus yang ada di mana-mana ibarat nasi di warung: enak, tetapi tidak ada yang memilih warung karena nasinya. Xpeng bahkan sudah punya posisi sebagai merek China yang cutting edge. Changan belum.
Ada yang nyaris jadi pembeda. Garansi baterai 8 tahun atau 240.000 km, lebih panjang daripada Sealion 7 yang 160.000 km. Garansi sistem penggerak 8 tahun atau 150.000 km. Servis gratis 5 tahun atau 60.000 km.
Ada pula V2L 6 kW, kemampuan mobil menyuplai listrik ke alat di luar, semacam powerbank raksasa. Sealion 7 hanya 3,3 kW. Frunk S07 juga lebih dari dua kali lipat milik Sealion 7. Nyata, tetapi kecil. Jarang ada orang membeli mobil karena V2L.
Kesimpulan
Changan Deepal S07 adalah mobil bagus: fiturnya kompetitif dan lengkap, desainnya aman, kabinnya pandai menyapa. Tetapi harganya tidak murah, dan Changan masih merek baru yang branding-nya kurang.
Paling pas untuk pembeli yang gemar kabin penuh teknologi dan tidak menjadikan harga bekas sebagai agenda. Bila ingin pilihan yang lebih meyakinkan, lirik BYD Sealion 7 (laris, pabrik dan purnajual jelas) atau Xpeng G6 (citra cutting edge).

Vonis satu baris: Mobil bagus tanpa alasan kuat. Di Indonesia, bagus saja belum cukup.
Beli jika Anda:
- ingin disapa mobil sebelum menyapa mertua: pintu buka sendiri, kursi ingat posisi, voice command menjawab.
- hobi membawa banyak barang. Bagasi 510 liter plus frunk 125 liter, baris kedua pun lega.
- tidak tahan panas. Kursi depan berventilasi lebih bersahabat daripada AC yang berjuang sendirian.
- ingin tampil percaya diri tanpa dilirik berlebihan. Tajam di detail, tenang secara keseluruhan.
Jangan beli jika Anda:
- ingin tetangga langsung paham merek mobil Anda. Branding Changan masih jauh di belakang Sealion 7.
- menjadikan harga bekas agenda utama. Rekam jejaknya belum ada; pengiriman baru mulai Februari 2026.
- terbiasa melirik panel di balik setir. Di S07, informasi pindah ke kaca depan.
- mencari mobil listrik China yang paling menonjol. Sealion 7 dan G6 sudah lebih dulu punya cerita.
Teman saya benar: bagi orang awam, sama saja. Tugas Changan bukan lagi membuktikan mobilnya bagus. Tugasnya membuat orang awam berhenti mengatakan itu.


(Cakdan)
