Buy First, Eat Later

“semuanya 25 ribu,” kata pelayan berbaju merah setelah membacakan pesanan saya, sepiring nasi goreng dan frozen cappucino. “uh, oke,” jawab…

Continue Reading →

Soal Selera

Kalau tak salah, Socrates pernah berujar, “selera adalah sesuatu yang tak bisa dipaksakan,”. Ini masih ada kaitannya tentang kebingungan saya…

Continue Reading →

Quick Thinking

Lawakan “menertawakan diri sendiri” Tukul di Empat Mata membuat saya terbahak-bahak setengah mati. Yeah, who doesn’t? Misalnya saat dia menyebut…

Continue Reading →

DVD pekan lalu

Irréversible (2002) Teman yang meminjamkan berkata, “kalau suka Memento, pasti suka ini,”. Setelah melihatnya sendiri, satu kata yang terucap, shocking.…

Continue Reading →

Louise Lane dan Superman yang Takut Kotor

Saya sudah tahu Monk sejak 2005 silam. Tapi, dari dulu saya memang tidak tertarik menonton film seri karena sangat menyita…

Continue Reading →

Mengisi Liburan

Libur kemarin saya tak melakukan kebiasaan bersih-bersih kamar. Setelah malamnya mencicipi Bratwurst-nya Frankfruter dan Banana Split di sebuah kafe di…

Continue Reading →

Hampa

Dalam Fight Club, Edward Norton merasakan hidupnya flat. Ia membeli perabot ikea untuk memenuhi apartemennya. Tapi, itu belum bisa menghilangkan…

Continue Reading →

Film Animasi Terpanas 2007

Lupakan waktu, lupakan judul. Setiap melihat tangga box office, temukan film animasi yang hampir, atau bahkan berada di puncaknya. ”Cars”,…

Continue Reading →

Roh, The Evil Spirit

Lagi, Soal Arwah Penasaran                   Sedikit tips untuk menonton film horor Indonesia. Satu, jangan menyimpan ekpektasi terlalu tinggi. Dua, siap-siap…

Continue Reading →

Yakuza

Selain kompetisi Winning Eleven dan Scarface, game ini yang membuat saya terjaga hingga sahur. Yakuza memberikan kombinasi sempurna genre action-adventure,…

Continue Reading →