Plus Minus Samsung Galaxy Buds

Samsung-Galaxy-Buds-Charging-CaseSaya hadir langsung di peluncuran Galaxy Buds yang bersamaan dengan Galaxy S10 di San Francisco awal tahun ini. Sejak itu, saya menggunakan Galaxy Buds secara on off. Maksudnya, tidak setiap hari. Ada beberapa alasannya.

Seharusnya saya adalah target yang tepat untuk Galaxy Buds. Karena punya mobilitas tinggi, banyak menggunakan transportasi umum seperti ojek online, KRL dan MRT, juga banyak bekerja serta mengonsumsi konten di ponsel hampir setiap saat.

Ketika pertama kali beralih dari headset kabel bawaan Samsung Galaxy S10 ke Galaxy Buds, yang saya rasakan memang ada dua. Pertama kepraktisan, dan kedua kekhawatiran. Praktis, karena tangan saya terasa bebas dari lilitan kabel yang terhubung ke ponsel. Saya merasa jadi bebas bergerak.

Kedua, soal kekhawatiran jika nantinya Galaxy Buds itu terjatuh secara tidak sengaja. Yang ternyata tidak terbukti. Sebab, earbuds Galaxy Buds ternyata menempel dengan erat di bagian luar telinga. Jadi, ketika dipakai untuk berlari dalam waktu lama sekalipun, kemungkinan terjatuh sangat kecil.

Fitur Paling Berguna

Samsung-Galaxy-Buds-Charging-Case-Closed Ada beberapa fitur di Galaxy Buds yang saya rasakan berguna bagi keseharian. Pertama, soal audio, sudah sangat baik. Tidak istimewa, tapi sudah sangat cukup untuk mendengarkan musik dengan kualitas suara jernih lewat tuning dari AKG. Apalagi, Galaxy Buds sudah memakai konektivitas Bluetooth 5.0.

Hal lain yang saya rasakan berguna adalah Quick Ambient Sound, yang cukup membantu pengguna menyesuaikan volume suara agar dapat tetap mendengar suara di sekitarnya cukup dengan satu ketukan. Menonton film dan mendengarkan musik, saya rasakan sangat nyaman dengan headset itu.

Untuk berkomunikasi pun, Galaxy Buds terasa optimal. Karena sudah dilengkapi mikropon ganda yang sifatnya adaptive (Inner and Outer Mic). Jadi, suara saya tetap terdengar jelas tanpa perlu berteriak kepada lawan bicara kendati dalam keadaan bising. Buds, menurut saya akan optimal sekali untuk orang yang banyak berbicara lewat ponsel.

Hal yang saya suka lainnya adalah desainnya yang sangat mungil dan ergonomis. Plus, casing yang memudahkan untuk dibawa-bawa dan juga dalam hal mengisi daya. Sama sekali tidak menambah beban bawaan di tas karena mungilnya. Berat masing-masing cuma 5,6 gram. Dan casingnya 39,6 gram.

Dalam kondisi baterai penuh, Buds dapat bertahan sekitar 5-6 jam non stop. Baterainya masing-masing 58 mAh, dan charging case-nya 252 mAh. Tapi, men-chargenya pun cepat dengan koneksi USB Type C. Dan ketika daya di Buds habis, cukup masukkan ke casingnya untuk dapat mendapat tenaga tambahan selama 1.7 jam dalam 15 menit pengisian daya cepat.

Soal menghubungkan Galaxy Buds dengan ponsel, adalah favorit saya. Karena hanya perlu membuka casing dekat smartphone akan muncul peringatan untuk menghubungkan perangkat secara otomatis. Dalam kondisi darurat, Buds pun dapat di charge menggunakan wireless charging di belakang galaxy S10.

Sensor yang ada di dalam Galaxy Buds cukup banyak. Meliputi accelerometer, proximity sensor, dan sensor sentuhan untuk menjawab panggilan atau menghentikan lagu.

Perlu Waktu

Samsung_Galaxy-Buds-4Nah, ada beberapa hal yang membuat saya tidak setiap hari memakai Galaxy Buds ini. Pertama, soal earbuds. Yang sebenarnya cukup personal. Telinga saya termasuk rewel soal earbuds. Beberapa kali saya mencoba headset Bluetooth dengan merek berbeda-beda, tidak pernah ada yang cocok. Tidak pernah bisa terlalu lama memakai karena telinga saya sakit atau pegal. Tapi, Galaxy Buds termasuk yang terlama. Saya bisa memakainya maksimal 1,5 jam sebelum terasa sakit.

Kedua, soal memasang dan menyimpan. Walau mudah di charge dan mudah disimpan, saya masih belum terbiasa dengan headset Bluetooth. Agak ribet. Setelah memakai, harus pelan-pelan dimasukkan ke case-nya. Sedangkan headset biasa hanya perlu digulung asal-asalan sebelum masuk ke dalam kantong.

Jadi, saya gunakan Galaxy Buds ini disaat-saat tertentu. Di kereta yang butuh mobilitas tinggi, atau saat sedang berolahraga. Maka, bisa disimpulkan bahwa headset nirkabel seperti Galaxy Earbuds nantinya akan semakin banyak digunakan. Tapi, adopsinya bisa dibilang tidak terlalu cepat. Hanya kalangan tertentu dengan gaya hidup tertentu yang mengoptimalkan produk ini. Apalagi, banderol Rp1.899.000 jelas tidak murah.


Tinggalkan komentar...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.