Di Masa Depan, Robot Akan Sebesar Internet!

Boston Dynamics, yang dibeli oleh SoftBank dari Alphabet pada bulan Juni, membangun robot yang terlihat seperti manusia dan hewan.

            Bagi CEO dan Pendiri Boston Dynamics Marc Reibert, sky is the limit. Perusahaannya Boston Dynamics terus memacu apa yang bisa dilakukan oleh robot. Berlahan, ia mulai mendapatkan hasilnya. Karya robot Boston Dynamics mendapat pujian di dunia, disebut sebagai yang terbaik. Seperti apa?

            Bayangkan Spot, seekor anjing robot, datang ke pintu depan Anda untuk mengirimkan sebuah paket. Bayangkan pula orang yang meletakkan paket di punggung Spot bukanlah orang yang sebenarnya, tetapi robot yang seperti manusia (humanoid).

            Inilah berbagai hal yang ada di kepala Raibert terhadap seperti apa pemanfaatan robot di masa depan. Ia membayangkan bagaimana robotnya digunakan oleh operasi militer berisiko, membersihkan zona bencana (ia mengunjungi Fukushima baru-baru ini), atau membantu manula masuk dan keluar dari tempat tidur. “Langit adalah batasnya,” kata Raibert di panggung TED.

            Boston Dynamics pertama kali mendapatkan popularitas pada 2008. ”Big Dog  atau Anjing Besar,” begitu robot itu dikenal, berderap dengan kecepatan yang tinggi melintasi aspal tempat parkir. Reaksi orang saat melihatnya ada dua. Pertama kagum, kedua ngeri. Karena sebelumnya robot dikenal dengan gerakan kaku. Di tangan Boston Dynamics, robot bisa melakukan banyak hal yang tak pernah terbayang sebelumnya.

             Sejak itu, Boston Dynamics telah merilis setidaknya sembilan robot purwarupa, masing-masing dimaksudkan untuk menguji serangkaian keterampilan yang berbeda. Robot-robot tersebut juga mendapatkan kemampuan untuk menavigasi medan asing dan menanggapi tantangan tidak terduga.

Dalam keynotenya di TED-nya, misalnya, Raibert menunjukkan video seorang anggota staf Boston Dynamics menarik tali yang diikat ke “leher” robot ketika mencoba untuk turun tangga tangga. Robot itu berjuang di bawah tekanan, tetapi kakinya cepat menyesuaikan pada langkah-langkah untuk menjaga keseimbangannya.

            Untuk membantu menjaga keseimbangan, setiap robot dilengkapi kamera. Kamera memproses semua data yang terkait dengan lingkungan robot, dibantu software untuk memetakan medan secara real-time. Area yang aman ditandai warna hijau, sementara tempat yang tidak aman muncul sebagai warna merah.

            Selebihnya, ia mengatakan lompatan terbesar ke depan akan datang dengan terobosan dalam manipulasi dan persepsi. Robot sudah memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan dan mengoordinasikan. Hanya saja, yang menantang adalah keterampilan motorik. Misalnya untuk memegang secara alami. Mereka juga tidak memiliki kesadaran spasial yang tajam – misalnya, kemampuan untuk mengetahui seberapa licin atau tidak stabilnya suatu permukaan.

           

Kemajuan terus mereka capai. Termasuk, mengurangi ukuran dan berat robot humanoidnya hingga 50 persen. Dia menggunakan pendekatan “desain organik,” di mana anggota badan dikupas hanya untuk gerakan penting.

            Dan tentu saja, untuk benar-benar meniru kemampuan manusia, robot harus melakukan ini sekaligus. Tapi Raibert yakin perusahaan bergerak ke arah itu.

Robot Akan Lebih Baik dari Manusia

           

Raibert sedang membangun kenyataan itu. “Ketika kami memiliki robot yang dapat melakukan apa yang orang dan hewan lakukan, mereka akan sangat berguna,” katanya. Agar robot dapat bergerak seperti manusia dan hewan, Raibert menyebut bahwa ada beberapa kemampuan yang harus dikuasi. Pertama, mobilitas, atau kemampuan untuk bergerak. Kedua, ketangkasan, kemampuan untuk menggunakan tangan dan manipulasi jari halus. Ketiga, persepsi mandiri, kemampuan untuk melihat objek bahkan dalam keadaan bergerak.

            Bahkan, Marc Raibert yakin bahwa kedepannya robot akan, ”lebih besar dari internet”. ”Internet memungkinkan setiap orang menjangkau dan menyentuh semua informasi di dunia. Tapi robotika memungkinkan Anda menjangkau dan menyentuh dan memanipulasi semua hal di dunia – dan itu tidak hanya terbatas pada informasi,” kata Raibert.

            Ketika robot memiliki tiga kapasitas tersebut, mereka akan bisa melakukan banyak hal. Misalnya menghibur, mengirimkan paket, membantu fungsi keamanan, tanggap darurat, dan konstruksi. “Saya pikir salah satu aplikasi paling penting adalah merawat orang. Mereka akan membantu Anda merawat orang tua Anda, sehingga Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk melakukan itu,” kata Raibert.

            Dalam sebuah konferensi di Saudi Arabia, SoftBank CEO Masayoshi Son menggambarkan bisnis masa dapan robot. Son mengatakan waktu ketika robot akan menjadi sepintar manusia – yang dikenal sebagai singularitas – akan terjadi di abad ini. ”Itu pasti,” katanya.

Dia memprediksi dalam tiga dekade robot akan memiliki skor IQ 10.000. Sebagai perbandingan, Son mengatakan IQ rata-rata seseorang adalah 100 dan jenius memiliki IQ 200. Mensa, “masyarakat dengan IQ Tinggi,” bahkan mulai menerima anggota dengan skor IQ 130.

            “Manusia awalnya memang menciptakan alat. Seharusnya manusia selalu lebih pintar daripada alat yang diciptakan sehingga bisa mengendalikan,” kata Son. “Ini pertama kalinya … alat itu menjadi lebih pintar dari diri kita sendiri,” tambahnya.

            Masa depan yang digambarkan oleh Raibert dan Son, di mana kecerdasan mesin menjadi semakin mampu dan tertanam dalam kehidupan manusia. Namun, banyak juga yang kontra dengan hal tersebut.

            Bos SpaceX dan Tesla Elon Musk misalnya, mengatakan bahwa “robot akan dapat melakukan segalanya lebih baik,”. Dan itu adalah masa depan yang membuatnya takut. “Aku tidak yakin apa yang harus dilakukan tentang ini. Ini benar-benar masalah paling menakutkan bagiku,” katanya.

            Baginya, potensi kecerdasan buatan adalah ancaman. “Saya memiliki paparan AI yang paling mutakhir, dan saya pikir orang harus benar-benar peduli dengan itu,” kata Musk. Danang arradian


Tinggalkan komentar...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.