Menikmati Omakase di Omakase 71st Jakarta

Mungkin inilah salah satu restoran paling misterius di Jakarta: Omakase 71st. Lokasinya di Cikajang, Jakarta Selatan, lebih mirip kantor startup atau rumah pribadi.

Untung sebelum datang saya sudah reservasi. Untuk merayakan ulang tahun istri. Memilih menu Omakase. Yang artinya “saya percayakan makan siang/malam saya pada Anda (chef),”.

Ruangan restoran Omakase 71st tidak terlalu besar. Ada meja-meja. Ada ruangan outdoor (untuk merokok). Dan ada kursi bar. Kami “harus” duduk di kursi bar. Untuk melihat langsung chef menyiapkan makanan. Seperti Teppanyaki. Intim sekali, karena kami pengunjung pertama di restoran itu.

Menu pertama keluar. Kecil sekali. Chef menjelaskan bahan-bahan dan cara memasaknya. Dalam bahasa Inggris. Agak terlalu cepat, sehingga saya cuma manggut-manggut sok ngerti.

Ukurannya memang mungil. tapi, rasanya berlapis-lapis. Inginnya dikunyah terus dan tidak cepat-cepat ditelan. Seperti setiap rasanya sengaja diatur dengan hati-hati.

Menu-menu berikutnya juga seperti itu. dijelaskan cara membuat dan bahannya. Mungil ukurannya.

Dan bukan hanya rasa. Presentasinya juga juara. Ada yang disajikan di atas biji kopi. Hingga batu-batu kecil.

Memang itu esensinya Omakase. Membuat makan jadi pengalaman yang seru dan berkesan (memorable dining experience). Di dalam restoran yang kecil dan intim. Dan membiarkan chef-nya berkreasi seperti seniman. Dengan beberapa alat-alat yang tidak akan ditemukan di restoran biasa.

Beberapa sangat teknikal. Seperti bola dari cokelat putih yang di dalamnya berisi teh ocha dingin. Begitu digigit, coklatnya langsung lumer berpadu dengan ochanya. Unik sekali. Saya pun bertanya kepada chef-nya apakah ini termasuk molecular gastronomy? “sedikit banyak ada unsur molecularnya,” ia menjawab.

Molecular gastronomy dipopulerkan chef Spanyol Ferran Adria, pemilik resto elBulli (sekarang sudah tutup). Intinya ini adalah jenis masakan yang kompleks dan teknikal karena melibatkan sains untuk membuatnya. Sehingga bentuk dan rasanya bisa sangat berbeda.

Total ada 6-7 makanan ya disajikan. Lalu seorang teman bertanya, “memang kenyang makan gituan, cak?”. Ya ngga lah. Selesai makan, saya masih pengen mie ayam atau sate kambing. 😆😆😆


Tinggalkan komentar...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.