Tujuan orang ke Hawaii biasanya cuma dua: pertama liburan dan kedua menikah. Tapi, saya datang ke Snapdragon Technology Summit di pulau Maui bukan untuk yang pertama. Bukan pula yang kedua (amit-amit). Tapi untuk bekerja. Meliput peluncuran chip terbaru mereka Snapdragon 855 yang bakal jadi otak dari mayoritas ponsel premium di 2019.

Kenapa harus kerja di tempat orang lagi liburan? ”Biar lebih santai suasananya. Nanti bisa datang ke preskon dengan celana pendek,” kata Dominikus Susanto, punggawa Qualcomm Indonesia.

Ternyata masuk akal kenapa Qualcomm memilih Maui. Utamanya di Grand Wailea Resort & Spa. Resornya tidak hanya mewah, tapi juga sangat luas (punya 787 kamar) dan indah (banyak taman dan kolam renang). Yang unik, taman-tamannya kental dengan sentuhan Jepang. Ternyata, developernya memang asal Jepang. Dibangun oleh Takeshi Sekiguchi pada 1990an sebelum beralih tangan ke Hilton.

Tentu saja Paris Hilton pernah menginap disini. Begitu juga selebritis lain seperti aktor Steve Carell dan Kevin Bacon, sampai Oprah Winfrey.

Tapi ada dua hal unik yang saya suka dari resor ini. Pertama, nama restoran untuk sarapan yang panjang sekali: Humuhumunukunukuapua’a. Ternyata itu nama ikan triggerfish yang sangat populer di Hawai. Saat sarapan itu saya merasakan buah-buahan di Hawaii yang manis, besar dan segar. Terutama nanasnya. Mungkin nanas paling manis yang pernah saya coba. Pantas Pina Colada (minuman berbahan dasar nanas) sangat populer di Hawaii, selain Mai Tai.

Kedua, adalah banyaknya kolam renang. Ada untuk dewasa, ada untuk anak-anak, ada pula untuk keluarga. Ada semacam waterboom dengan 9 kolam renang terpisah dalam tiga tingkat dan dihubungkan oleh kolam arus. Termasuk tiga jacuzzi, enam air terjun, gelantungan tali, dan bahkan lift air pertama di dunia. Beruntung saya menyempatkan waktu untuk mencobanya.

Ya jadi wajar jika prosesor supercepat juga diluncurkan di hotel yang supermewah. Dan Snapdragon 855 akan jadi prosesor paling penting bagi Qualcomm. Karena tahun depan akan jadi benchmark dari apa saja yang bisa dilakukan jaringan 5G di ponsel, termasuk kecepatan download “multi-gigabit” yang di dambakan itu.

Setelah jaringan 5Gnya siap dan ponsel 5G sudah dipakai, selanjutnya kita akan melihat solusi-solusi dari berbagai perusahaan yang mencoba men-tackle berbagai masalah lewat 5G, jaringan supercepat dengan latensi rendah itu. Yang jelas 2019 akan jadi awal dari tahun-tahun yang menarik dari perkembangan teknologi.



Iklan