IMG_0787

Senior Manager Corporate Sales and Business Development MediaTek Asia and Africa Pang Sui Yen menjelaskan teknologi chip MediaTek Helio A22 dan Helio P22 di Jakarta belum lama ini.

Nama MediaTek memang tidak asing di Indonesia. Tapi, bukan dalam arti yang positif. Perusahaan chip asal Taiwan tersebut acap di kaitkan dengan chip kelas dua. Mungkin tidak melulu buruk. Tapi, juga tidak baik. Karena dianggap hanya bermain di kelas low end dan kualitasnya berada dibawah Qualcomm Snapdragon, Kirin milik Huawei, juga Exynos kepunyaan Samsung.

Soal label tersebut, Senior Manager Corporate Sales and Business Development MediaTek Asia and Africa Pang Sui Yen tidak membantah. Ia mengakui bahwa branding MediaTek di Indonesia kurang baik. ”Dulu banyak sekali merek ponsel lokal Indonesia yang menggunakan MediaTek. Dan itu ponsel murah. Maka, MediaTek seolah diidentikan dengan prosesor murahan. Padahal, itu tidak benar,” ungkapnya.

Menurut Pang Sui Yen, produk MediaTek saat ini ada dimana-mana. Di Indonesia, mereka bekerja sama dengan Telkomsel hingga PLN. ”Chip kami tertanam di meteran listrik hingga set top box,” ungkapnya. Bahkan, mereka juga bekerja sama dengan raksasa Amazon hingga Microsoft.

Produk MediaTek, lanjut Pang Sui Yen, sangat bervariasi. Tersebar mulai di rumah seperti perangkat rumah pintar, jaringan, smartphone, tablet dan smartwatch, hingga di automotif serta drone. ”Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka menggunakan dan bersentuhan dengan produk dari MediaTek,” ungkapnya.

Namun, Pang Sui Yen sengaja datang ke Jakarta untuk menjelaskan soal dua System on Chip (SoC) yang jadi andalan mereka: Helio A22 dan Helio P22. Kedua chip tersebut istimewa, karena digunakan di Xiaomi Redmi 6 dan 6A terbaru.

Helio P22 dikenalkan April 2018 silam adalah prosesor mid-range yang berfokus di Artificial Intelligence (AI). Sementara MediaTek Helio A22 di Redmi 6A juga memungkinkan fitur-fitur AI entry level seperti Face Unlock ataupun Smart Photo Album .

Menurut Pang Sui Yen, MediaTek mendesain chip mereka berdasarkan tiga fitur utama. Yakni konsumsi daya hemat, kemampuan multimedia baik serta kamera.

Karena itu, mereka tidak berupaya untuk menjadi yang terdepan, yang tercepat. ”Namun, bisa dilihat sendiri bagaimana chip kami jauh lebih baik dalam menjaga ponsel agar tidak panas,” ungkapnya. Seperti diketahui, chip bekerja terlalu keras akan menjadi panas. Panas akan mengonsumsi daya baterai. Chip juga secara otomatis akan menurunkan kinerja. ”Ini yang membuat ponsel jadi lag saat digunakan bermain game,” katanya.

MediaTek sendiri saat ini memang berfokus untuk mengembangkan chip mid-range. Karena itu mereka punya banyak sekali varian mid-range di pasar. Mulai Helio P60, Helio P70, hingga Helio P22. Jika P diidentikkan dengan Premium, maka huruf A berarti advanced/affordable atau terjangkau. Seri A ini relatif baru. Diharapkan dapat membawa fitur-fitur di ponsel premium dapat di akses di ponsel entry level dan low end.

Sejumlah media bahkan menyebut Helio P22 memiliki kemampuan lebih baik saat diharapkan dengan Snapdragon 625 ataupun Exynos 7870. Pang Sui Yen mengakui bahwa branding soal MediaTek di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar. ”Kami akan terus perbaiki soal itu,” beber Pang Sui Yen. danang arradian

 

Perbandingan MediaTek Helio P22 vs Helio A22

 

Helio P22                                                                   Helio A22

Arsitektur 12 Nm                                                      Arsitektur 12 Nm              

CPU 8 x Cortex-A53 CPU Core @ 2.0GHz (max.)

CPU  4 x Cortex-A53 CPU Core @ 2.0GHz (max.)

GPU IMG PowerVR GE8320

GPU IMG PowerVR GE Grade

Skor Antutu    75578

                                                            Skor Antutu    62498

Iklan