Xiaomi TV
Xiaomi Mi TV 4A 43 inci yang dibanderol Rp4 jutaan. TV pintar ini di anggap mampu menciptakan hiburan baru di layar lebar.

Ini fakta: orang Indonesia cenderung menonton TV sambil bermain smartphone. Alasannya, konten TV sangat membosankan dan terbatas. Selain mengakses sosial media, platform berbagai video YouTube adalah situs yang paling banyak dikunjungi oleh pengguna ponsel.

Lalu, bagaimana jika konsumen bisa mengakses konten smartphone di TV? Sejak beberapa tahun lalu hal tersebut sudah dapat dilakukan. Melalui Smart TV. Hanya saja, harga Smart TV terlalu mahal. Awalnya ratusan hingga puluhan juta. Lalu turun belasan juta. Tetap mahal dan tidak terjangkau bagi sebagian kalangan.

Belum lagi sistem operasi yang tidak konsisten. Masing-masing vendor menggunakan OS-nya sendiri yang tidak punya akses aplikasi seluas Google Play.

Nah, sekarang bagaimana jika ada TV yang harganya sangat terjangkau, juga sudah memiliki akses ke Google Play Store? Sehingga konsumen bisa menikmati berbagai konten dan aplikasi yang sangat luas, yang memang dirancang untuk layar TV yang luas.

MI TV_0745Itu, yang dilakukan Xiaomi. Pada September 2018 silam mereka secara mengejutkan merilis smart TV Mi TV 4A dengan banderol Rp1,999 juta. TV itu berlayar 32 inci HD LED (1366 x 768). Memang belum Full HD. Tapi, ketajaman gambarnya masih bisa ditoleransi.

TV dengan bezel 12,7 mm dan kedalaman 10,8 mm itu dipersenjatai CPU Amlogic Cortex A53 quad-core, kartu grafis Mali-450 GPU dengan DDRRAM 1GB dan eMMC 8GB, dual 8W speaker stereo set-up surround DTS, juga Mi Remote 12 tombol. Konektivitasnya pun lengkap, dengan tiga port HDMI, dua port USB 2.0, dan port Ethernet, serta pilihan wireless termasuk Wi-Fi dual-band dan Bluetooth 4.2 untuk terhubung ke berbagai perangkat yang mendukung.

Tak berselang lama, mereka merilis lagi Mi TV 4A 43”. Harganya Rp4 juta. Tapi layarnya jauh lebih besar. Gambarnya juga sangat tajam. Mengakses konten multimedia di TV ini tentu mengasyikkan.

Dan tidak sekadar menjual TV. Xiaomi juga bekerja sama dengan 12 mitra konten baik lokal maupun global, khususnya para penyedia Video-On-Demand (VOD), termasuk HOOQ, Iflix, dan Catchplay. Selain membeli TV, pengguna juga mendapatkan akses luas terhadap pilihan konten yang ingin ditonton. Tinggal memilih mana yang paling cocok dengan tawaran konten/filmnya maupun skema berlangganannya.

MI TV_0746

Tentu saja ini strategi jitu. Mengakses internet di TV jauh berbeda dengan smartphone. Film-film yang secara visual sangat baik, tentu jadi lebih nyaman ditonton di layar lebar dibanding di layar ponsel yang kecil. Dan semua konten tersebut dapat langsung di akses lewat streaming dari ujung tombol remote TV.

Iklan