FOTO A 1
Foto @puanindya

Seorang pembalap Formula 1 harus paham betul setiap detil mobil yang ia kendarai untuk bisa jadi pemenang. Logika serupa berlaku pada kamera ponsel. Anda harus memahami fitur di kamera ponsel untuk bisa mengubah momen sehari-hari sebagai sesuatu yang epik (yang hebat dan luar biasa)!

Saya punya pengakuan. Saya termasuk tipe pemalas dalam mengutak-atik kamera ponsel. Sehingga lebih banyak bergantung pada moda A (Auto) ketika memotret. Tapi, dua orang ini: David Soong dan Putri Anindya benar-benar membuka mata saya. Bahwa ternyata ada segudang fitur dalam kamera Galaxy S9 dan S9+ untuk membuat angle, warna, cerita, bahkan komposisi foto/video menjadi sangat berbeda.

David Soong adalah fotografer profesional sekaligus pendiri Axioo dan Sweet Escape. Dalam acara Optimizing Samsung Galaxy S9 and S9+ for Epic Moment di Lombok, pekan lalu, ia banyak berbicara soal teknik mengambil video super slow motion di Galaxy S9 dan S9+. Adapun Putri Anindya yang memiliki 512 ribu followers di Instagramnya (@puanindya), mengajarkan agar kita bisa lebih jeli dalam melihat momen, komposisi, dan lebih berani memotret ”di luar aturan”.

Tapi, yang lebih penting lagi Puan, sapaan akrab Putri Anindya, mencontohkan pemanfaatan mode Pro di Galaxy S9 dan S9+ yang mulanya saya kira susah dan ribet, menjadi seru dan sangat menarik.

Super Slow-Mo, Menghentikan Waktu

            Waktu seolah berhenti ketika sebuah momen di abadikan dalam 960 frame per detik. Inilah salah satu fitur andalan Galaxy S9 dan S9+. Momen yang mungkin biasa, tiba-tiba menjadi epik dalam gerakan lambat. Mulai memecahkan balon berisi air, bola voli yang di smash, frisbee yang melayang di udara, hingga buliran air yang memercik di kolam renang.

Gerakan superlambat mampu memicu emosi, menciptakan drama, serta terlihat keren. Terutama gerakan atau momen-momen yang sulit di tangkap dengan mata telanjang. ”Ada banyak momen luar biasa yang berlalu begitu saja dan terjadi begitu cepat. Fitur super slow-mo di Galaxy S9 memungkinkan kita menangkapnya,” ujar David Soong.

Ketika mencobanya, fitur super slow-mo memang dapat di akses dengan mudah. Cukup masuk ke aplikasi kamera, pilih fitur super slow-mo dan mode Auto, lalu geser kotak kuning di layar untuk memposisikan obyek yang akan direkam. Selanjutnya tinggal sentuh tombol shutter.

Kenyataannya, tidak segampang itu. Karena ingin melambatkan obyek yang bergerak cepat (direkam dalam 0,2 detik dan diputar 6 detik), kita harus tangkas pula melihat momentum sambil menekan tombol rekam. Sering kali momen terbaik justru lepas, karena terlalu cepat atau terlalu lambat menekan shutter. Tapi tidak apa-apa, lama-lama juga terbiasa. Kuncinya adalah banyak mencoba.

Sedikit tips, cari momen yang memang saat dilambatkan nanti akan menjadi sangat dramatis. Bisa kibasan rambut atau cipratan air. Karena seringnya saya melihat channel YouTube The Slow Mo Guys, saya yakin Anda tidak akan kehabiskan ide untuk mencari obyek super slow-mo. Sky is the limit.

Nah, tips kedua, perhatikan kondisi pencahayaan karena fitur tersebut butuh cahaya sangat terang. Benar-benar terang. Terakhir, musik akan menambah drama. Galaxy S9 otomatis menambah musik latar dalam konten video super slow-mo yang dikreasikan. Saya sendiri memilih menambah musik yang saya sukai lewat software editing. Hasilnya bisa dilihat di tagar #everydayepic di Instagram.

 

Bermain-Main dengan Cahaya

Processed with VSCO with  preset20180403_180544

Processed with VSCO with b4 preset
foto @puanindya

            Matahari terbenam di Bukit Merese, tepian pantai Tanjung Aan, Kuta, itu disebut yang terindah di Lombok. Tapi, sungguh sayang jika kita tidak dapat mengabadikan momen epik tersebut dengan baik. Sebab, kamera S9 dan S9+ memiliki kemampuan itu.

Teknologi Dual Aperture-nya bertindak seperti mata manusia, menyesuaikan bukaan rana dengan kondisi pencahayaan. Ketika beraktivitas di pantai hotel Novotel Lombok saya memakai bukaan rana f/2.4. Sementara untuk mengabadikan sunset, bukaan rana yang dipilih adalah f/1.5.

Saya juga mulai mengeksplorasi mode Pro, bereksperimen dengan ISO, fokus, bukaan, juga preset yang di sediakan oleh S9 dan S9+. Hasilnya, benar-benar epik! Saya bisa mengatur jumlah cahaya yang masuk ke kamera, membuatnya menjadi gelap atau malah terang, menjaga agar tidak over exposure atau malah blur, juga supaya tidak terlalu banyak noise.  Harus di akui kamera utama 12 MP di S9 dan S9+ ini adalah yang terbaik di kelasnya.

Dan tidak lupa, saya berupaya melakukan tips yang diberikan Puan. Misalnya mencermati garis pantai, langit, dan pepohonan untuk memberi kesan depth atau jauh, memberikan ”bingkai” seperti cabang pohon atau tangan untuk membingkau obyek, hingga mengambil perspektif berbeda seperti sudut pengambilan dari bawah, atau komposisi antara siluet pohon dan manusia.

Duh, untuk soal ini saya memang harus banyak belajar lagi. Tapi, pelajaran utama yang saya dapat adalah untuk lebih mengeksplorasi fitur-fitur optimal yang ditawarkan oleh S9 dan S9+ yang di tangan orang yang tepat, maka hasilnya menjadi sulit sekali dibedakan dengan kamera mirrorless ataupun DSLR sekali pun.

Pada akhirnya, ketika media sosial ramai dengan konten visual seperti di Instagram, dan memang kita tertarik dengan hal tersebut, maka ada dua hal yang perlu dilakukan. Pertama, ada perangkat yang tepat seperti S9 dan S9+ yang dapat menangkap momen epik dalam keseharian. Dan kedua adalah kemampuan pemakainya mengoptimalkan berbagai fitur yang ada di ponsel tersebut untuk mengubah momen keseharian menjadi sesuatu yang epik.

 

====

8 Fitur ala Kamera Profesional

 

Kamera smartphone memang tidak bisa langsung dibandingkan dengan kamera mirrorless atau DSLR. Tapi, 8 fitur di kamera ponsel ini membuat pengguna bisa menciptakan foto layaknya fotografer profesional. Apa saja?

 

  1. Lensa Ganda

Lensa ganda (dual lens) di Galaxy S9+ berfungsi memberikan pilihan pengambilan gambar wide-angle dan telephoto, juga mendapat efek bokeh.

  1. Bukaan besar

Dual aperture galaxy S9 dan S9+ bekerja seperti mata manusia, sesuai kondisi pencahayaan. Misalnya f/2.4 di tempat terik atau f/1.5 di lokasi minim cahaya.

  1. Super Slow Motion

S9 dan S9+ memiliki kemampuan merekam video 960 frame per detik, untuk menciptakan momen dramatis.

  1. OIS

Optical image stabilization membuat perekaman foto atau video menjadi lebih stabil, mengikis risiko blur ataupun gambar goyang.

  1. Video Resolusi Tinggi

S9 dan S9+ mampu merekam video 4K dalam 60 frame per detik selama 5 menit.

  1. Fokus Otomatis

Kamera S9 dan S9+ menggunakan “Super Speed Dual Pixel” phase detection auto-focus (AF) untuk mengabadikan obyek yang bergerak cepat.

  1. Pro Mode

Membebaskan pengguna mengatur bukaan, fokus, serta shutter speed untuk menghasilkan gambar sesuai yang diinginkan.

  1. Filter

Pengguna bisa menambahkan filter seperti sephia, vivid, atau monokrom langsung di dalam kamera, sebelum di unggah ke Instagram.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan