A quite PlaceSudah hampir 2 tahun sejak istri saya kerja lagi dan sering keluar kota, saya berhenti nonton film horror supernatural. Yakni, horror yang melibatkan hantu, demit, pocong, sundel dan mahluk halus astral lainnya.

Alasan pertamanya ini: “parno” saya abis nonton suka agak lama. Alasan kedua, probabilitas “bertemu” langsung dengan mereka di kehidupan nyata lumayan tinggi jack.

Karenanya, saya lebih memilih menonton genre film horror slasher atau sci-fi yang melibatkan zombie, alien, monster atau makhluk ekstraterrestrial yang hanya jadi rekaan manusia saja.

Dan kemaren saya dan istri nggak menyesal nonton ini: A Quiet Place. Sedikit ironis, karena A Quiet Place dibuat oleh rumah produksi Platinum Dunes milik Michael Bay yang filmnya bikin penonton budek saking banyaknya ledakannya.

Tapi yang menarik, film ini justru sangat sunyi. Yang bikin filmnya terasa sangat segar bak es kelapa kopyor di siang hari yang panas.

Bayangkan ini: menjelang jump scare (adegan ngagetin) di umumnya film horror, ada sebagian penonton yang nggak cuma nutup mata, tapi juga nutup kuping. Karena memang musik latar film horor itu sengaja dinikin berisik, menyayat-nyayat, dan menusuk-nusuk telinga.

Di A Quiet Place bukan nggak ada, tapi adegan seperti kayak gitu nggak kerasa. Ini film horor yang sepi, bener-bener sepi. Karena ceritanya si alien ini buta dan hanya akan datang dan bunuh kamu kamu kalau ada suara. Jadi aktor-aktornya berkomunikasi dengan berbisik dan bahasa isyarat (bahkan salah satu aktornya juga tuna rungu).

Bayangin ketika di dalem bioskop yang saking sepinya ketika kamu ngunyah pop corn aja musti pelan-pelan (malu kalo brisik ama penonton sebelah), tiba tiba “BAM!” ada jump scare yang dalem hati membuatmu ingin berkata kasar (BGST!!!) tapi kamu tahan aja karena takut seisi bioskop bisa denger.

Walau film horror, tapi menurut saya semua ada pada tempatnya dan rapih banget kayak istri saya habis beberes lemari. Mulai dramanya, aktornya (debut sutradara dari actor John Krasinski yang main bareng pujaan hati-berubah-jadi-pacar Emily Blunt), pemain anak-anaknya, skripnya, premisnya, semuanya pas. Ya ada beberapa hal yang dikomplain sama istri saya di skenarionya, tapi saya bilang, “sstttt… itu termaafkan sama parameter-paramater yang lain”.

Ini tipe film yang bakal optimal nontonnya di bioskop aja. Jadi, jangan lupa weekend ini nonton A Quiet Place di bioskop. Hehehe.

NB: hindari nonton dengan perut kembung agar tidak keluar “bebunyian” yang tidak diinginkan yang bisa di denger seluruh bioskop. hahaha.

a-quiet-place-124008a-quiet-place-125649a-quiet-place-125661a-quiet-place-125662

Iklan