media-20180222.jpgKemarin saya berdiskusi dan sharing soal public relations, media tradisional, sosial media, sampai ke tren video dan konten digital dari sudut pandang yang sangat berbeda: NGO/Lembaga Swadaya Masyarakat. Ada Kontras, Walhi, Solidaritas Perempuan, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), hingga Sawit Watch.

Saya kagum sekali dengan mereka-mereka ini yang berjuang di berbagai bidang yang sebenarnya penting, tapi banyak orang yang tidak mau atau enggan untuk peduli. Saya mendapat banyak sekali informasi tentang bagaimana para NGO ini mengkomunikasikan sebuah pesan, kendala dan tantangan yang mereka hadapi sehari-hari, juga karakter industri yang jauh berbeda dengan industri consumer produk ataupun B2B.

Terlepas dari selalu menghadapi krisis, sebenarnya non profit marketing/PR menurut hampir sama dengan yang tradisional. Misalnya tujuan untuk menginspirasi atau memotivasi masyarakat untuk melakukan sesuatu/bertindak. Tapi tujuannya yang membuat saya sangat excited: for a good cause atau alasan sosial. Bukan konsumerisme dan materialisme.

Mengobrol dengan para penggiat LSM ini benar-benar membuka pikiran dan wawasan. Semoga suatu saat nanti bisa mengamalkan ekspertis/ilmu yang saya miliki ini ke bidang sosial, entah gimana caranya. Tapi itu mungkin jadi hal paling kecil yang bisa saya lakukan.

Iklan