Daripada mantengin brand sepatu luar melulu, dua pekan terakhir saya iseng-iseng browsing/nyari-nyari merek sneaker buatan lokal Indonesia. Hasilnya, ternyata saya juga baru tau kalo Bata itu bukan merek lokal. Melainkan brand dari Ceko yang cabangnya ada di seluruh dunia. Bata terasa “lokal banget” karena masuk Indonesia udah sejak 1939. Oke deh skip. Kemudian saya nyasar ke Piero. Ini baru merek sepatu asli Indonesia. Dan namanya pun bukan sok-sok pake kata asing agar terdengar sophisticated. Mungkin ada yang menyangka Piero berasal dari pemain sepakbola asal Italia yang terkenal dengan tendangan bebasnya, Alessandro Del Piero. Tapi bukan seperti itu. Mulanya pendiri Piero, Djimanto, yang juga mantan Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) membeli perusahaan sepatu dengan 3.000 karyawan Star Moon yang mau bangkrut saat krisis moneter 1998. Kepada direksi, Djimanto yang orang Yogya itu bilang, “sing penting urip (yang penting perusahaan ini hidup)”. Karena seringnya ngomong urip itulah, salah seorang direkturnya mengusulkan nama “Urip”. Tapi tentu kurang keren. Lalu nama Urip dibalik dan disisipi huruf lain. Jadilah Piero. Kalo saya lihat-lihat di situs http://www.pieroindonesia.com, model sepatu mereka keren juga. Bahkan mengikuti perkembangan zaman dengan meluncurkan model knit, seperti Nike dengan Primeknit ato Flyknit-nya Adidas. Saya pun nyoba beli Piero Cushy Lite. Harganya hanya Rp499 ribu ato cuma seperempat harga model knit merek luar. Kesan pertama sepatunya enak juga buat harian. Tampilannya juga oke lah. Bahan rajut (knit) ini memang jadi ngetop karena bahan yang empuk, menyesuaikan bentuk kaki, ringan, dan breathable. Sederhananya seperti menggunakan sepatu dari kaos kaki. Cuma kritik saya adalah susah bener nemuin merek Piero di pusat perbelanjaan ya. Padahal menurut saya model-model sepatunya relevan sama anak jaman sekarang. Saya aja harus beli langsung lewat situs resmi mereka yang navigasinya sedikit kurang nyaman (memang dijual juga di beberapa online shop tapi nggak ada model yang saya mau). Tapi seandainya saja ada toko di mal buat nyoba ukuran pasti bakal lebih oke lagi. Well, semoga Piero bisa terus berkembang dan nggak kalah dengan merek asing.

Iklan