Seperti halnya mesin pencari Google, YouTube juga memiliki algoritma-nya sendiri. Yang tujuannya ada dua:

1. Membantu setiap penonton YouTube untuk mencari video yang ingin mereka tonton.
2. Membuat penonton YouTube terus menonton video yang mereka sukai.

”Algoritma akan mengikuti audiens” kata YouTube. Sayangnya, algoritma YouTube ini juga sangat menyukai video yang sudah banyak ditonton, di-like, dan dikomentari. Suka juga dengan kreator yang sudah punya fanbase (subscriber besar).

Karena itu Anda bisa lihat YouTuber yang subscribernya di atas 100 ribu jumlah view-nya bisa ngebut sekali walau videonya baru di upload beberapa menit atau bahkan detik
(ini sering bikin iri dan dengki hahaha).

Kalau beruntung, sesekali video Anda bisa ”ngikut” masuk ke algoritma dan muncul di bagian rekomendasi. Tapi, memang menjadi tantangan buat yang baru mulai di YouTube dengan subscriber minim—walau kontennya bagus—untuk bisa ditemukan.

Jadi, intinya, di YouTube yang besar semakin besar, yang kecil semakin sulit untuk menjadi besar. Saya melihatnya seperti ini, mungkin ada yang punya pendapat berbeda?

Lalu, bagaimana supaya video dan channel mudah ditemukan penonton?

Yang saya tahu, semua hal tentang sebuah video akan dihitung oleh algoritma. Mulai tema konten, judul, thumbnail (gambar kover), deksripsi, jumlah like dan dislike, banyaknya komentar, apa yang dilihat penonton sebelumnya, dan yang terpenting lamanya penonton menyaksikan video Anda. Semakin lama video Anda di tonton, semakin besar kemungkinan muncul di rekomendasi.

Yang masih saya nggak paham, terkadang ada video saya yang misalnya sudah mentok di 25 ribu views dalam setahun. Tapi tahun berikutnya tiba-tiba jumlah viewersnya naik lagi, bahkan tembus 100 ribu views. Lainnya, ada yang coma 1.000 dan udah mentok disitu aja.

Contoh lain, video di bawah ini yang saya buat iseng-iseng saja pada GIIAS 2015. Isinya super nggak penting (nggak usah di tonton!): SPG di GIIAS . Saat di upload, jumlah viewers video ini memang ngebut. Kalau nggak salah sudah diatas 100 ribu salam beberapa bulan. Kemudian mentok di 500 ribuan dan nggak bertambah lagi di tahun itu.

Tapi, selama setahun berikutnya penontonnya terus menerus bertambah lagi secara gradual. Sampai akhirnya kemarin tembus 1 juta viewers. Ini prestasi banget buat saya mengingat jumlah subscriber saya cuma seupil. Hahaha.

Apa ini contoh “algoritma mengikuti audiens”? Audiens YouTube yang konstan pengen nonton SPG? Wkwkwkw

Iklan