Sebelum Casey Neistat memutuskan untuk membuat video blog (vlog) harian, sebenarnya udah ada vlog yang saya ikutin. Misalnya Fun For Louie dan Ben Brown. Dan tren ngevlog sendiri sudah cukup lama sebelum akhirnya meledak seperti sekarang. Bahkan vlog pertama saya adalah tahun 2015 ketika meliput Tokyo Motor Show tahun itu.

Casey bukan orang yang bikin vlog populer. Tapi, dialah yang bikin produksi vlog masuk ke level baru. Vlog yang disyut dengan sangat baik, tempo yang rapi dan dinamis, storytelling bikin nagih, juga soundtrack yang catchy.

Silahkan cari video di YouTube yang ngebahas gimana Casey untuk ngambil satu syut gambar aja bisa setting 3 kamera berbeda. Belum lagi b-roll berupa timelapse dan drone. Makanya banyak yang bilang “Casey itu punya lebih dari 24 jam sehari”.

Dan Casey memang “content machine” karena untuk bikin vlog itu sama sekali nggak mudah. Kenapa?

1. Mencari kejadian menarik
Vlog konsepnya sama dengan blog, mendokumentasikan kegiatan keseharian. Berbeda dengan sketsa yang diset sesuai skenario, vlogger harus konstan mencari ato menciptakan hal hal menarik dari kesehariannya. Makannya lebih gampang ngevlog kalo lagi jalan jalan ato pas ada event tertentu.

2. ‎Riweh sama Alat
Ngevlog memang sesimpel pake kamera hp. Tapi buat video lebih berkualitas, biasanya yg dipake adalah kamera mirrorless (karena enteng) dan gorila tripod. Belom lagi kalo bawa perlengkapan lain seperti gimbal, gopro dll. Ribet!

3. ‎Syuting dan cerita melulu
Kalo jalan jalan harus selalu cerita dan syut mulu. Tiap ada lokasi baru, syut sambil cerita atau ngambil b-roll. Gitu terus. Emang enjoy, tapi capek juga cyn.

4. Mood
Kadang kita cuma mau dateng ke satu lokasi ato tempat yang keren untuk embrace the view. Tapi waktu kayak gitu cuma tersisa sedikit karena kita harus ngambil gambar. Ngelawan mood itu juga tantangan. Apalagi kalo perjalannya panjang.

5. ‎Ngedit
Setelah pulang, vlogger akan pusing ngelihat footage video yang jumlahnya bisa nyampe belasan giga. Pertama mereka harus milih untuk jadi rangkaian cerita, ngatur lagu tema, dll.

Jadi, jelas bahwa until ngevlog itu butuh komitmen yang tinggi, karena sangat melelahkan.

Iklan