m5-hl

Tidak ada vendor sedominan Canon di pasar kamera. Selama 13 tahun berturut-turut (2003-2015) pabrikan asal Jepang itu berada di posisi no 1 pasar interchangeable-lens digital cameras (digital SLR dan compact-system cameras).

Dalam peralihan dari SLR analog ke digital pada 2003, Canon cepat sekali berinovasi dengan terobosan lewat EOS Kiss Digital (di Indonesia Canon EOS 300D). EOS 300D adalah DSLR berbodi kompak, ringan, terjangkau. Kamera itu juga berkesan sekali bagi saya karena menjadi DSLR pertama yang saya beli dari hasil menabung saat bekerja sambil kuliah.

Selanjutnya, Canon sukses mendigitalkan varian profesional mereka seperti seri EOS-1D dan EOS 5D yang menggunakan sensor full frame 35 mm.

Anehnya, dalam beberapa tahun terakhir Canon (dan Nikon) tetap berfokus pada DSLR. Padahal, mereka sadar benar ada platform baru yang tumbuh cepat, mengancam, bahkan bukan tidak mungkin nantinya akan menggantikan DSLR sepenuhnya.

Platform itu bernama mirrorless interchangeable lens camera (MILC). Kamera mirrorless bisa dibilang memiliki semua kelebihan DSLR dan menawarkan sejumlah kelebihan: bodi yang jauh lebih ringkas karena tidak memakai cermin yang naik turun.

Jika mulanya kualitas kamera mirrorless hanya setara DSLR kelas menengah, kehadiran varian Sony Alpha a7R II dengan sensor full frame 35 mm hanya bisa menegaskan satu hal: DSLR sudah usang, masa depan kamera terletak di mirrorless.

dslr-vs-mirrorless-sales
Pasar mirrorless vs DSLR pada 2014.

Saya bicara dengan data. Selama ini DSLR mengalami downtrend (menyusut). Menurut Data Camera & Imaging Product Association (CIPA), popularitas DSLR pun terus menyusut setiap tahunnya. Bahkan, populasi kamera mirrorless di Asia mencapai 40,79%, sudah lebih dari DSLR. Riset NPD Group selama setahun terakhir menyebut bahwa DLSR turun hingga 15% per tahun, sementara mirrorless naik 16,5% per tahun.

Peralihan ini mirip ketika smartphone berlahan menggeser feature phone. Nah, di Indonesia, lembaga riset GfK mencatat bahwa di kuartal pertama 2016, Fujifilm menduduki urutan pertama pasar mirrorless dengan market share 34,1 persen. Di susul oleh Sony, Panasonic, dan Olympus.

Saya perkirakan, pada 2018 nanti DSLR sudah benar-benar terpuruk dan tergantikan dominasinya oleh mirrorless.

Mengapa Canon Terlambat?

canon-m10
Canon M10, model mirrorless paling anyar Canon yang sudah dirilis di Indonesia yang dibanderol Rp6 jutaan.

Canon bukannya acuh terhadap permintaan mirrorless yang terus menyeruak ini. Mereka telah merilis sejumlah varian mirrorless entry level seperti EOS M, M2, M3, dan M10.

Hanya saja, tidak seperti kompetitor mereka seperti Sony, Panasonic, ataupun Fuji yang sepenuh hati dalam mengembangkan produk, Canon terkesan setengah-setengah di model mirrorless mereka. Tidak ada satupun dari varian itu yang berkesan.

Di saat Sony sudah merilis varian A5100, A6000, dan A6300 yang mendapat pujian dari vlogger dan fotografer, Canon tetap sibuk mempercantik DSLR entry level mereka. Mengapa? Menurut saya, karena Canon menganggap belum saatnya.

Pasar DSLR masih mereka terlalu besar. Jika terlalu cepat berpindah ke mirrorless, jelas berpotensi merusak dominasi 13 tahun mereka di segmen DSLR. Seri M yang dirilis saat ini seolah hanya model untuk berujar ini publik: “kami punya varian mirrorless, tapi fokus kami sekarang (belum) disitu”.

Sampai, titik itu datang di akhir 2016. Titik dimana Canon sudah saatnya memiliki senjata ampuh di mirrorless. Sebuah kamera yang benar-benar dibutuhkan dan ditunggu oleh para Canonian yang sebenarnya gatal juga untuk beralih ke mirrorless.

Saya rasa 2017 akan menjadi titik balik dan peralihan bagi fokus Canon dari DSLR ke mirrorless, seperti yang mereka lakukan dari SLR ke DSLR pada 2003 silam.

Mengkanibal EOS 80D

m5-3
Tampilan EOS M5 kokoh, mengidentik DSLR. Tidak seperti desain mirrorless kompetitornya.

EOS M5 adalah produk Canon yang dirancang sepenuh hati. Dirancang serius. Secara spesifikasi, M5 setara EOS 80D, model DSLR midrange mereka yang sangat sukses (FYI, 70D adalah kamera favorit Casey Neistat). Dan ya, saya punya alasan kuat mengapa EOS M5 nantinya akan mengkanibal 80D.

Pertama, soal bodi. Bodi M5 50% lebih kompak dibanding 80D. Sejak ada mirrorless ukuran menjadi sangat penting. Hanya fotografer yang masih menyukai kamera berat dan bulky. Pehobi foto dan konsumen biasa menjunjung tinggi ukuran bodi yang ringkas. Bayangkan memiliki 80D dengan bodi lebih ringkas (211 gram) dan lebih tipis.

m5-ok
Sudah ada LCD, viewfinder elektronik, dan hot shoe. 

Kedua, mari kita lihat spek-nya. M5 menggunakan sensor 24.2-megapixel APS-C, 49 titik fokus otomatis, ISO 100-25,600, pemroses gambar Digic 6, bahkan teknologi baru dual pixel AF yang kini menjadi standar Canon. Dengan dual pixel, konon M5 bisa bersaing dengan model lebih tinggi seperti 7D Mark II yang memiliki titik autofocus lebih banyak.

Kecepatan frame per second (FPS) M5 adalah 7 fps ketika autofocus aktif, dan 9 fps tanpa autofocus. Lebih tinggi dari 80D, tapi masih lebih rendah dari Fujifilm X-T2 atau Sony a6300. Minusnya lagi, M5 belum dibekali kemampuan video 4K, hanya mampu merekam 1080p di 60 fps. Sudah ada 5-axis image stabilization, tapi digital, tidak optical seperti yang dimiliki Sony dan Olympus.

 

Dan yang paling menyebalkan adalah layar sentuh LCD 3.2 inci, 1.6 juta dot, hanya mampu vertikal (ke atas 85 derajat) dan ke bawah 180 derajat, tidak bisa ke samping seperti 80D.

Untungnya, M5 memiliki electronic viewfinder (2.36 juta dot), hot shoe, serta kesan bodi kokoh laiknya DSLR. Di atas ada 4 tombol pengaturan, serta scrool wheel di belakang. Bodinya tidak setangguh 5D Mark IV, tapi sealingnya cukup kokoh.

Ketiga, M5 adalah kamera EOS pertama dengan Bluetooth Low Energy (BLE). Apa gunanya? Ini memungkinkan kamera dapat always on dan terus menerus terkoneksi ke smartphone yang akan sangat membantu fotografer profesional. Sebelumnya, Nikon sudah mengenalkan teknologi serupa yang disebut Snapbridge.

Di atas kertas, fitur-fitur di atas membuat M5 lebih superior dibanding 80D.

Berapa Harganya?

m5-7
Canon EOS M5 dibanderol $979 body only. 

Oke, ini yang terpenting. Berapa harga M5? Kamera tersebut akan dibanderol $979 (body only) mulai November 2016 mendatang. Jika melihat harga 80D (body only) adalah $1200 dan dibanderol Rp14 juta di Indonesia, maka kemungkinan M5 berada di angka Rp12 jutaan.

Yang menarik, Canon menambahkan lensa kit baru yakni 18-150mm f3.5-6.3 dengan IS seharga $499. Harga bundle M5 dan lensa kit 18-150mm f3.5-6.3 adalah $1,479. Sayangnya, lensa kit itu baru tersedia Desember 2016. Canonian masih bisa menggunakan lensa DSLR lama di M5 dengan adapter seharga $99.

Jadi, bagaimana pendapatmu tentang Canon M5? Silahkan share komentar dibawah ya.

Iklan