Screenshot_2016-07-10-12-52-29

Cara berkomunikasi lewat internet usianya hampir sama dengan internet itu sendiri di Indonesia. Ketika akses Internet dengan putar-nomor (dial up) mulai ramai digunakan di Indonesia pada akhir 90an, chat room ikut booming lewat kehadiran instant messaging gratis ICQ dan IRC yang menjadi dasar model chat room sekarang.

Kemudian diikuti oleh kehadiran MSN Messenger, Yahoo! Messenger, Meebo, Skype, hingga berlanjut ke BBM, Line, hingga Whatsapp.

Seiring membaiknya internet, komunikasi chatting tidak melulu lewat teks, namun mulai menyajikan konten multimedia (video chat) yang dikirim secara langsung dari penyedia ke pengguna. Pada awal 2000an platform video chat ini populer lewat Camfrog hingga Omegle.

Di era 4G LTE streaming menjadi layanan yang tidak terelakkan mengingat berbagi konten video menjadi hal yang sangat mudah dilakukan. Maka layanan seperti Periscope dan Meerkat mengemuka, sementara Facebook terus menambah fitur live streaming dan penetrasi YouTube semakin tak terhenti. Video dan live streaming adalah the next big thing.

Yang menarik, kehausan pengguna terhadap konten streaming ini memunculkan bisnis model baru tapi lama. Ini dapat dilihat dari kehadiran situs social live-streaming Zeemi.tv ataupun CliponYu. Layanan ini seperti campuran antara online radio/video podcast dan jejaring sosial.

Seorang video DJ (disebut juga host) melakukan siaran live di sebuah channel. Penonton dapat berinteraksi dengan chatting di channel tersebut, hingga memberikan virtual gifts atau live card kepada host yang disuka dengan membelinya di merchandise store. Konsep live-streaming entertainment bukan hal Asing di Asia, seperti Niconico di Jepang, Afreeca TV di Korea Selatan, dan YY.com di China.

Nah, yang terbaru dan sedang ramai dibicarakan adalah Nonolive. Aplikasi buatan Tang Internet Limited itu baru saja mengudara di Indonesia dan agaknya terus mendapatkan traksi. Setelah menooba sendiri aplikasi ini saya menemukan bagaimana Nonolive serta situs social live-streaming lainnya berpotensi dapat tumbuh secara organik dengan cepat di Indonesia.

  1. Infrastrukturnya Mendukung

Videostreaming live tidak akan bisa berjalan jika internet masih putus sambung. Di era 4G LTE, hal ini sangat memungkinkan. Ekosistemnya sudah tersedia. Internet semakin cepat, smartphone semakin murah, dan masyarakat semakin haus hiburan dan konten.

  1. Sangat mudah

Screenshot_2016-07-10-12-52-17Nonolive dirancang sangat mudah. Tanpa perlu log in atau apapun, pengguna dapat membuka aplikasinya dan melihat host live dalam hitungan detik. Ini membuat pengguna ingin kembali dan kembali lagi.

  1. Host Cantik dan Remaja Horny

Gadis cantik adalah kuncinya. Dimana gula diletakkan, disitul lah semut-semut akan berdatangan. Di Indonesia, semut-semut itu adalah hampir 50 persen penduduk yang berusia dibawah 30 tahun. Sebagian besar dari mereka sangat horny, juga memiliki akses mudah ke smartphone dan internet cepat.

  1. Imajinasi dan Interaksi

Bahkan di era Spotify, Deezer, dan YouTube, masih banyak pendengar radio yang meminta request agar lagu kesukaannya diputar. Karena mereka ingin berinteraksi dengan penyiarnya dan eksis diantara pendengar lainnya. Di Nonolive, mereka merasa bahagia ketika chat mereka dibacakan oleh host yang 95% adalah wanita cantik. Para jomblo pun bisa berimajinasi sesukanya seolah-olah mereka sedang chatting dengan wanita idaman.

Mungkin ada yang bisa nambahin lagi?

 

 

Iklan