infographie5G-FR_960Jaringan 5G menjadi topik paling hangat dalam perhelatan Mobile World Congress (MWC) 2016. Apa dan bagaimana?

Mengapa stakeholder di MWC 2016 sudah sangat fokus pada jaringan 5G ketika utilisasinya baru akan dilakukan 5 tahun mendatang, sementara 4G LTE pun masih mulai di adopsi dan bahkan 2G/3G masih digunakan oleh sebagian besar masyarakat dunia?

Jawabnya adalah berbagai kesempatan yang dapat lahir karena karakter jaringan 5G itu sendiri yang sangat cepat, robust atau memberikan hasil sesuai harapan dalam kondisi tidak ideal, memiliki latensi (penundaan waktu) rendah, serta tingkat keamanan yang sangat tinggi.

CEO Qualcomm Inc Steve Mollenkopf mengatakan, jaringan 5G memiliki kemampuan yang membuatnya berguna untuk di aplikasikan ke berbagai bidang industri yang butuh kecepatan internet sangat tinggi dan stabil, seperti industrial internet dan smart city. “Akan ada banyak industri yang mengambil keuntungan,” katanya.

Mollenkopf juga berujar, ”inovasi akan berubah. Jaringan high reliability yang semula bergantung kepada wireline akan berubah ke wireless. Itu akan menciptakan peluang bisnis baru. Sistem vehicle to cloud dalam autonomous car bisa jadi contoh. Saya juga melihat pertumbuhan baru di internet of things, di mana semua perangkat akan terhubung ke jaringan 5G,” bebernya.

Mollenkopf juga menyebut bahwa akan sangat sulit untuk dapat dominan di 5G tanpa terlebih dulu kokoh di jaringan 4G. ”5G harus dibangun dengan suksesnya 4G,” katanya.

CTO, EVP dan Head of Corporate R&D Division SK Telecom Alex Jinsung Choi memiliki pendapat serupa. Menurutnya, jaringan 5G akan merubah semua yang di lakukan 4G lebih baik lagi. ”Dalam arsitektur jaringan, karakter 5G sebagai software defined network membuatnya sangat fleksibel dan mudah di program. Sehingga cocok untuk implementasi seperti virtual experience, smart machine, serta remote control robot,” tuturnya.

Alex mencontohkan pemanfaatan terbaik 5G dalam virtual reality dan augmented reality di mana orang yang berbeda lokasi dapat saling berkolaborasi tanpa ada batasan lagi.

Di dalam dunia modern, jika tidak tidur manusia selalu terhubung. Demikian diungkap profesor Brevard College James H Reynolds. Bagi Chief Technology Officer Deutsche Telekom AG Bruno Jacobfeuerborn, kalimat tersebut bermakna lebih jauh lagi.

”Ketika perangkat digital di dunia meningkat secara drastis, kebutuhan jaringan pun akan sangat berbeda. Yakni, throughput (transfer bit di media selama jangka waktu tertentu) yang sangat besar,” ungkap Bruno.

Jaringan 5G, menurut Bruno, akan mampu untuk memenej gaya hidup digital konsumen. ”Konsumen ingin selalu dimanja. Dimanja dengan kecepatan tinggi, serta jaminan keamanan yang lebih baik,” katanya. ”Bukan hanya konektivitas yang dibutuhkan konsumen, melainkan juga customer experience,” ungkapnya.

Kedepannya, Bruno menambahkan, 5G memberikan latensi khusus untuk kebutuhan yang juga khusus. ”Misalnya konsumen ingin menggunakan jaringan yang mumpuni di latensi rendah, namun juga cepat. 5G akan memberikan kebutuhan jaringan secara on demand (sesuai kebutuhan),” ungkapnya lagi.

Jangan Cuma Melipatgandakan Kecepatan Orang Kaya

150629-5g-infographic-800

Kendati 5G sedang menjadi fokus dari para stakeholder di bidang telekomunikasi, namun tetap saja fokus terhadap jaringan 2G/3G tetap tidak ditinggalkan. Sebab, masih ada 4 miliar orang yang tidak terhubung. Hal tersebut diungkap oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg.

”Saya pikir sedikit mengecewakan ketika 4G LTE dapat memberikan eksperiens baru baru bagi konsumen, sementara 5G dapat menghubungkan apa pun, namun masih ada miliaran orang yang masih tidak tersentuh telekomunikasi,” ungkapnya.

“Jangan hanya melipatgandakan kecepatan untuk orang kaya. Saya berharap stakeholder memiliki dua prioritas. Yang pertama membuat jaringan dengan latensi rendah seperti 5G, tapi juga menyelesaikan pekerjaan rumah. Yakni untuk menghubungkan orang ke internet,” katanya.

CEO Qualcomm Inc Steve Mollenkopf sendiri melihat bahwa migrasi pengguna yang tidak tersentuh internet langsung ke 4G LTE, misalnya, justru memberikan kesempatan baru. “Karena teknologi saat ini sudah memungkinkan hal tersebut. Salah satu tujuan Qualcomm untuk tetap memperbarui seri Snapdragon 200 dan 400 adalah untuk memudahkan pengguna handset tersebut terhubung ke internet,” ungkapnya.

TheMobileConnectivityExperience

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan