Lifesaver 4Sebagai orang yang senang traveling, saya memang belum pernah di hadapkan pada kondisi berada di tempat mana air bersih begitu sulit di dapat. Tapi, seandainya pun hal itu terjadi, saya sudah siap.

Kepercayaan diri saya datang dari sebuah botol plastik yang tidak lebih besar dari air kemasan berukuran 1 liter. Namanya, Lifesaver Bottle. Lifesaver Bottle sebenarnya serupa dengan pemurni air yang sudah akrab di gunakan di rumah tangga Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Lihat saja pasar pemurni air (water purifiers) di Indonesia yang menurut lembaga riset Research and Market akan tumbuh lebih dari 5,7 persen dalam periode 2015-2020.

Yang berbeda, Lifesaver Bottle ini adalah water purification yang di rancang portable atau mudah di bawa-bawa.

Lifesaver 5Penemunya, Michael Pritchard, adalah ahli pengolahan air asal Inggris. Ide untuk membuat alat pemurni air portabel ini di dapat Pritchard pasca terjadinya bencana Tsunami Aceh pada 2004 dan Badai Katrina 2005. Dalam bencana seperti itu tentu masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Lifesafer—seperti namanya, di harapkan bisa memberikan solusi.

Selama 2007-2015, Pritchard yang bercita-cita menyediakan air minum kepada masyarakat yang membutuhkan itu terus menyempurnakan produk Lifesaver dengan melakukan berbagai pengujian. Termasuk London School of Hygiene & Tropical Medicine. Produk tersebut mulai di pasarkan di Indonesia pada 2015 silam.

Menyaring Hingga Ukuran Nano

Lifesaver 3Saya mencoba langsung Lifesaver Bottle ini di sungai di kawasan Bogor. Airnya jernih. Jadi tidak terlalu berbeda antara warna sebelum dan sesudah. Sejumlah pengguna di YouTube sudah mencoba memurnikan air yang benar-benar coklat bercampur lumpur. Air yang di murnikan berubah sejernih air kemasan.

Cara penggunaan botol Lifesaver relatif mudah. Posisikan botol menghadap ke bawah, buka bagian bawah-nya dengan tangan, lalu isi dengan air yang ingin dimurnikan. Bisa air sungai, bahkan air selokan yang kotor. Selanjutnya, pasang kembali dasarnya.

Kemudian, pompa empat kali untuk mendorong air dapat tersaring dan “di murnikan”. Buka tutupnya, lantas tuang air ke botol untuk di minum. Proses filtrasi ini hanya butuh waktu 20 detik.

Lifesaver 7Bagaimana Lifesaver Bottle melakukannya? Kuncinya ada pada teknologi penyaringan berukuran 15 nanometer/0.015 mikron. Karena virus terkecil di dunia ukurannya 18 nanometer/0.018 mikron, maka di pastikan tidak akan ada virus, bakteri, kista, parasit, jamur dan mikrobiologi lainnya yang lolos.

Penyaringan karbon aktif tersebut juga mampu menyaring bahan kimia seperti residu, pestisida dan kandungan logam dalam air. Meski demikian, filter tersebut tidak dapat menyaring perangkat kecil yang larut dengan air. Sehingga “rasa” air bisa sedikit berbeda tergantung dari sumbernya.

Kapasitas filtrasi botol kecil tersebut mencapai 4.000-6.000 liter atau sama dengan truk yang biasa mengangkut air bersih. Begitu saringan habis masa pakainya, maka botol secara otomatis akan berhenti bekerja dan tidak dapat di digunakan lagi.

Offroad, Camping, hingga Hiking

Lifesaver 6Siapa pengguna Lifesaver Bottle? Dengan banderol harga yang cukup tinggi (Rp3.850.000), botol ini memang menyasar pasar yang cukup spesifik.

Pertama, adalah konsumen yang memang menggemari kegiatan bertualang. Misalnya saja offroad, camping, mendaki gunung, hingga hiking di tempat yang jarang tersedia air bersih. Kedua, bisa juga di gunakan oleh organisasi tertentu, misalnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau malah Badan SAR Nasional.

Dengan keleluasaan fungsinya yang tanpa memerlukan baterai, listrik, ataupun bahan kimia, pemanfaatan Lifesaver Bottle sendiri memang sangat luas.

Kendati demikian, produk ini juga memiliki hal yang jadi catatan. Pertama, adalah ukurannya yang cukup besar, dengan berat 635 gram (tanpa di isi air). Rasanya saya akan berpikir dua kali untuk membawa botol ini jika tidak benar-benar terpaksa.

Kedua adalah bahannya yang terbuat dari plastik. Saya sendiri tidak tahu daya tahannya dalam menghadapi medan ekstrim, misalnya terjatuh atau terkena benturan keras. Apakah botol ini mampu bertahan, atau tidak.

Seperti namanya, Lifesaver menawarkan solusi yang dalam kondisi tertentu, sangat krusial dan bisa menyangkut hidup dan mati. Tapi, sebagian lagi mungkin tidak membutuhkan sama sekali. Karena botol ini memang tidak untuk semua orang.

Iklan