Honda BR-V
Honda BR-V

Sehari sebelum Tokyo Motor Show (TMS) 2015 dimulai, PT Honda Prospect Motor (HPM) terlebih dulu mengenalkan generasi baru SUV BR-V kepada jurnalis se-Asia Oseania di Twin Ring Motegi, Jepang, Selasa (27/10). Seperti apa?

Honda Bold Roundabout Vehicle (BR-V) mendapat sambutan manis ketika dikenalkan kali pertama di Gaikindo Internasional Motor Show (GIIAS) 2015. SUV tersebut sudah terjual lebih dari 3.500 unit dan diharapkan dapat menembus 4.000 unit hingga akhir tahun lalu.

Nah, saya akhinya mendapat kesempatan pertama untuk mengakrabi langsung SUV 7-penumpang tersebut. Selain mencermati fitur-fiturnya, juga berkesempatan untuk menggeber mobil tersebut walau hanya dua laps (putaran). Karena varian BR-V tipe E CVT (model kelas menengah) yang dikirim dari pabrik PT Honda Prospect Motor (HPM) di Karawang, Jawa Barat, sudah sama dengan yang akan dipasarkan di Indonesia.

Yang pertama terasa adalah tampilan BR-V yang sangat sporty. Kesan SUV kental sekali lewat bodi-nya yang kokoh. Tapi, terasa sekali dimensinya yang terasa panjang, lebar, serta ground clearance tinggi.

Bagi sebuah SUV, ground clearance tinggi memang tuntutan. Tapi, bagaimana jika SUV itu (berkonfigurasi 7-seater yang jadi keunggulan BR-V)? Masihkah nyaman dikendalikan, terutama untuk bermanuver?

Ketika mencobanya langsung, memang agak terkejut. Karena ternyata suspensinya terasa lebih stiff alias keras jika dibandingkan dengan Honda Mobilio. Suspensi yang lebih keras ini sengaja untuk menyiasati center of gravity dari posisi bodi yang lebih tinggi.

Ternyata suspensi yang dirancang agak rigid ini berdampak membuat mobil tetap stabil. Karena jika disamakan kekerasan suspensinya dengan Mobilio akan berpotensi lebih limbung. Terbukti, Koran Sindo melakukan akselerasi yang cukup tinggi sebelum tikungan dan membelok tajam. Honda BR-V dapat membelok dengan lincah. Memang ban berdecit-decit, namun mobil tidak limbung. Jauh lebih baik dibandingkan dengan kompetitor 7-seater lainnya.

Rasanya ketika dipacu di jalan bebas hambatan, maka mobi akan terasa lebih stabil.

Jadi, terbukti bahwa strategi Honda dalam mengganti kaki-kaki BR-V berhasil. Selain mendapatkan sensasi berkendara ala SUV, juga membuat mobil lebih stabil.
Nah, saatnya memosisikan transmisi ke S (Sport). Memang karena mesin yang digunakan sama dengan Mobilio namun bodinya lebih berat, mesin terasa lebih meraung. Tapi, tidak sampai mengganggu. Karena tenaganya masih cukup asyik dan responsif.

Bagaimana dengan interior? Sedikit banyak desainnya perpaduan antara Honda HR-V dan Mobilio. Setir sudah dilengkapi tombol pengatur audio, untuk memindah channel atau mengatur volume. Indikator ”eco” sudah disematkan untuk memandu pengemudi.

Kualitas interior sendiri cukup baik. Jok warna hitam nyaman diduduki, mengusung desain sporty. Bangku baris kedua bisa dilipat 60:40, sementara baris ketiga bisa dilipat 50:50 untuk memberikan ruang bagasi yang lebih besar. Secara umum hampir sama dengan apa yang ditemui pada Honda Mobilio.

Kesimpulannya, Honda BR-V dengan segala fitur yang ditawarkan akan memberikan kesegaran baru terhadap pasar SUV. Apalagi melihat tanggapan pasar yang positif dan melebihi target. Pada Januari-Juni 2015 pasar SUV dan LSUV sendiri bertumbuh 140 persen. Menunjukkan bagaimana tingginya minat terhadap kategori tersebut.

Pihak HPM sendiri saat ini berusaha untuk mempercepat produksi pada 2016 supaya konsumen tidak menunggu terlalu lama.

Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Honda BR-V
Iklan