Oiffel.comSebagai agregator toko online, Oiffel akan memantau semua online shop yang terdaftar, serta memberikan label trusted seller jika memang online shop tersebut itu bisa dipercaya.

Mulanya Melvin Gilbert, co-founder Oiffel, ingin membeli baju kemeja laki-laki di sebuah online shop di Instagram yang direkomendasikan saudaranya. Sayang, toko yang diinginkan tidak kunjung ketemu meski sudah mencari memakai hastag/tagar.

Tapi, dari situ ia justru menemukan ide ini: membuat platform agar berbagai online shop di Indonesia dapat mudah dicari dan ditemukan oleh penggemar belanja online/online shoppers. Ide itu ternyata direspon positif oleh rekannya, Robin Chandra, yang kemudian menjadi co-partner di Oiffel.

Oiffel lahir sebagai online shop directory atau agregator toko online. ”Tujuan utama kami adalah membantu online shop yang terdaftar di Oiffel agar sukses dan laku keras,” ungkap Melvin. ”Mereka (online shop) bisa bertemu pembeli potensial dengan mudah. Sementara online shoppers bisa menemukan toko-toko yang terpercaya sehingga mereka bisa bertransaksi dengan aman,” tambahnya.

Oiffel.comOiffel, menurut Melvin, akan mengevaluasi setiap online shop dan menentukan online shop mana yang layak untuk diberikan gelar Trusted Seller. Sehingga pembeli memiliki rasa aman ketika mereka akan membeli barang dari sebuah online shop yang mungkin kredibilitasnya masih diragukan. ”Bisa dibilang kami menjadi kredibilitator,” paparnya.

Fitur ini, menurut Melvin, sangat penting. ”Dalam bertransaksi, uang selalu di transfer dulu ke penjual. Maka besar kesempatan untuk online shop untuk menjadi penipu. Dengan cara ini, konsumen yakin bahwa mereka berbelanja di online shop yang tepat.”

Oiffel mulai beroperasi pada 15 januari 2015. Tapi, dalam 5 bulan berikutnya, sudah ada 1.026 online shop yang terdaftar dan 3.477 user/buyer. ”Target kami bisa menembus 10,000 online shop dalam 3 bulan-6 bulan mendatang dan mencapai 100.000 pengguna tahun depan,” ungkap Melvin.

Untuk menarik online shop supaya bisa bergabung di Oiffel, Melvin menyebut bahwa pihaknya aktif melakukan kegiatan setiap hari. ”Misalnya melakukan highlight olshop tertentu sebagai ‘Olshop of the Day’ di media Instagram, Facebook, Twitter, hingga Google+.”

Di Indonesia, Melvin mengklaim baru Oiffel online shop directory yang mendata seluruh kategori online shop. ”Mulai dari sepatu, lem kaca UV, hingga Frozen Pizza tersedia,” katanya.

Oiffel.comLalu, bagaimana Oiffel akan mendapat untung? Melvin mengatakan, selain menawarkan advertising di website, pihaknya juga memberikan membership kepada olshop yang ingin memiliki fitur-fitur spesial. Misalnya Instagram Feed di profil mereka.

Melvin mengaku melihat masa depan yang cerah di Oiffel. Menurutnya pertumbuhan ekonomi, urbanisasi, serta adopsi teknologi akan menjadi pemicu pertumbuhan e-commerce. ”Kami berharap bisa menjadi Social Shopping Directory/Network and Market Place yang terbaik dan paling mudah digunakan.”

Saat ini pihaknya juga sedang mengembangkan aplikasi yang segera diluncurkan dalam waktu dekat. ”Aplikasi Oiffel nantinya diharapkan dapat meningkatkan consumer experience,” ungkapnya.

Iklan