xiaomi mi4i”Apa yang membuat sebuah ponsel dibilang hebat?” pertanyaan itu diungkap VP Xiaomi Global Hugo Barra saat mengenalkan Xiaomi Mi 4i di Siri Fort Auditorium, New Delhi, India, akhir April 2015 silam.

Salah satu jawabannya, menurut Barra, adalah ponsel yang membuat penggunanya mendapatkan pengalaman hebat atau great experience. Dan hal itu, menurutnya, ada di Xiaomi Mi 4i. Barra memang sangat percaya diri dengan produknya.

Tapi, kepercayaan diri itulah yang membuat Xiaomi bisa mencapai posisi 5 dunia dan no 1 di China. Vendor asal Tiongkok menjungkirbalikkan asumsi bahwa konsumen harus terlebih dulu mencoba dan merasakan sebuah ponsel baru di gerai offline sebelum membelinya.

xiaomi mi4iXiaomi begitu percaya diri terhadap kualitas produk mereka hingga merasa berjualan melalui online saja sudah cukup. Mereka yang puas dengan kualitas produk Xiaomi akan memberikan ulasan positif dan mendorong orang lain untuk membeli (word of mouth). Sebuah strategi yang tentu tidak mudah.

”Sangat penting bagi kami untuk membuat produk sesuai kebutuhan pasar,” ujar Barra. ”Kami memiliki standar kualitas tinggi dalam mendesain dan membuat produk. Sangat sulit mencari produk di pasar yang seperti Xiaomi,” tambahnya kala itu.

Setidaknya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi sebuah ponsel untuk disebut hebat. Antara lain desain, baterai, layar, kamera, performa, serta sistem operasi.

Dalam hal desain, Mi 4i jelas lolos. Backcover matte warna putih melingkupi bagian belakang hingga sisi samping, menyatu dengan bezel (pinggiran layar). Perbaduan bodi putih dan layar hitam ini secara estetika indah dipandang dan terlihat mewah. Disisi kanan tombol power dan volume dari stainless steel.

Nah, kover matte ini punya sisi unggul: lapisan penolak noda dan sidik jari. Sudah saya buktikan sendiri, tangan berminyak dan kotor memang tidak melekat di baccover soft touch yang lembut ditangan itu.

Yang paling saya suka dari desain unibody berbahan magnesium alloy ini adalah bentuknya yang clean dan kokoh. Tebalnya hanya 7,8 mm, tidak menipis atau menebal disalah satu sisinya. Beratnya tak berbeda dengan iPhone 6 (130 gram), tapi layarnya 10 persen lebih besar dibanding ponsel andalan Apple tersebut.

Begitupun baterainya, yang berukuran 3.120 mAh. Harus diacungi jempol untuk dapat membenamkan baterai lithium-ion polymer sebesar itu dibodi yang relatif tipis. Proses charging-nya cukup cepat, walau bukan yang terbaik. Yakni 40% dalam 1 jam.

Bagaimana dengan layarnya? Mi 4i terasa kompak walau layarnya berukuran 5 inci karena rasio perbandingan screen-to-body ponsel tersebut lebih baik dibanding iPhone 6. Ponsel tersebut sudah mengadopsi layar 1080p full HD dengan 441 piksel per inci, yang terasa sekali bedanya untuk menonton video, membaca PDF, browsing, atau mengedit gambar. Nah, fitur yang saya suka adalah Sunlight Display dimana kontras dari setiap piksel di layar akan menyesuaikan saat berada di bawah sinar matahari. Jadi, ponsel tidak terasa berbayang.

Soal kamera, suda jadi nilai plus lewat proses fokusnya yang sangat cepat. Ponsel tersebut memang menggunakan kamera utama Sony/Samsung 13 MP dengan f/2.0 yang dapat merekam video full HD 1080p. Dengan mode HDR, foto yang dihasilkan terasa lebih natural.

Oke, desain, baterai, layar, dan kamera dari Mi 4i lolos sebagai ponsel hebat. Bagaimana dengan performa? Ponsel tersebut menggunakan Snapdragon 615 dengan octa core, yakni 4 core 1.7 GHz, dan 4 core 1.1 GHz untuk penggunaan energi lebih irit saat multitasking atau menjalankan aplikasi berat. Dukungan lainnya ada pada RAM 2 GB serta memori internal 16 GB.

Ternyata ada fitur lain yang jadi nilai plus: dukungan dua selot kartu 4G Dual SIM. Sekarang mungkin belum bisa dipakai maksimal. Tapi, awal Januari tahun depan rasanya pengguna sudah mendapatkan banyak manfaat dari jaringan 4G.

Terakhir, Mi 4i menggunakan MIUI 6 yang sudah mendukung Android L. Artinya, sistem operasi tersebut sudah kompatibel terhadap aplikasi dan game yang memang dimaksimalkan untuk Android L.

Hal lain yang diapresiasi positif adalah perhatian Xiaomi terhadap build quality yang sampai ke detail terkecil. Misalnya saja 114 lubang sound chamber di back cover-nya yang tidak hanya indah, tapi berfungsi untuk memproduksi suara lebih baik.

Dengan banderol Rp2,8 juta, Xiaomi Mi 4i memang sedikit lebih mahal dibanding maraknya varian ponsel yang bersaing di rentang harga Rp2 jutaan. Tapi, harga itu jelas sebanding dengan fitur “great experience” yang ditawarkan oleh Xiaomi Mi 4i.

xiaomi mi4i

Iklan