2Peminat layanan transportasi motor di Jakarta dinilai menjanjikan. Tak heran jika kemudian perusahaan seperti GrabTaxi mencetuskan layanan GrabBike, membuat persaingan di pasar aplikasi transportasi mobile semakin kompetitif.

Pekan lalu, aktris cantik Dian Sastrowardoyo, 33, mengunggah foto selfie duduk dibelakang ojek motor, lengkap dengan helm, pelindung rambut, serta masker. Dian yang menggunakan backpack tampak sedang buru-buru. ”Begitu mudahnya penyelamatan transportasi di hari semacet ini..,” katanya.

Kemacetan memang jadi momok bagi masyarakat di kota besar seperti Jakarta. Tidak heran jika jasa ojek motor dinilai sebagai moda transportasi paling masuk akal untuk berpindah dari satu titik ke titik lainnya dalam waktu yang jauh lebih cepat dibanding kendaraan roda empat.

DIan Sastrowardoyo saat menggunakan aplikasi Go-Jek dan memposting di akun Instagramnya.
DIan Sastrowardoyo saat menggunakan aplikasi Go-Jek dan memposting di akun Instagramnya.

Ide untuk menciptakan jasa ojek motor yang nyaman, aman, serta memiliki tarif dan sistem yang pasti sudah dilakukan oleh Go-Jek sejak 2011. Walau butuh lebih dari 4 tahun bagi perusahaan tersebut untuk merilis aplikasi mobile mereka, tapi saat ini Go-Jek terus menambah layanan. Misalnya saja fitur baru Go-Food untuk memesan makanan dari berbagai pilihan restoran yang disesuaikan dengan lokasi.

Berlahan tapi pasti, warga Jakarta seolah mulai terbiasa untuk menggunakan layanan berbasis teknologi ini. ”Pemesanannya mudah, karena memakai aplikasi di smartphone. Sedangkan tarifnya terukur, tidak perlu tawar menawar lagi,” ujar Irawan, yang sejak 2 bulan terakhir ini aktif menggunakan Go-Jek.

Potensi Besar

1Besarnya potensi akan layanan transportasi berbasis aplikasi ini membuat perusahaan pemesanan taksi asal Malaysia GrabTaxi merilis layanan serupa. Pekan lalu, mereka meluncurkan trial versi beta dari GrabBike. GrabBike mengambil posisi yang sama dengan Go-Jek.

Menggunakan platform yang sama dengan GrabTaxi, GrabBike diharapkan dapat memenuhi berbagai kebutuhan transportasi warga Jakarta dalam satu aplikasi. ”Jakarta adalah kota ketiga yang mengoperasikan GrabBike, setelah Ho Chi Minh dan Hanoi di Vietnam,” ungkap VP Marketing GrabTaxi Holding Group Cheryl Goh.

GrabTaxi, ungkap Goh, ingin menciptakan sistem transportasi aman dan efisien di Asia Tenggara. ”Ojek telah menjadi mode transportasi yang sangat populer di Indonesia,” paparnya.

Untuk fase beta, tempat penjemputan pengguna GrabBike masih terbatas di area Kuningan dan Setiabudi. Namun pengantaran dapat dilakukan ke seluruh wilayah Jakarta. ”Jaringan area penjemputan akan terus bertambah dalam minggu-minggu mendatang,” katanya. Hingga akhir Mei nanti, GrabBike menggratiskan layanan terbaru mereka.

Janjikan Keamanan

driver GO-JEKApa keunggulan layanan GrabBike dibandingkan ojek motor biasa? Menurut Goh, fitur keamanan GrabBike serupa dengan GrabTaxi. ”Hal ini sangatlah penting karena kami ingin pengguna kami selalu merasa aman dan percaya,” katanya.

Fitur keamanan tersebut hadir lewat rute rute perjalanan yang dapat dilacak langsung. Begitupun dan identitas pengemudi (nama, plat nomor, nomor ponsel serta foto diri) yang dapat segera diketahui saat pengguna melakukan pemesanan. Pengguna juga dapat membagikan detail informasi perjalanan kepada orang-orang terdekatnya secara real-time melalui fungsi Share My Ride.

”Perjalanan tercatat di sistem kami. Apabila terjadi sesuatu, kami dapat melacak keberadaan taksi atau ojek secara mudah dan cepat,” kata Goh. ”Bahkan, GrabBike juga menawarkan asuransi medis bagi seluruh penumpang dan pengemudinya. Ini adalah pertama kalinya dilakukan oleh aplikasi transportasi mobile,” ia menambahkan.

Keberadaan GrabBike maupun Go-Jek tentu saja harus diapresiasi positif. Dengan adanya kompetisi, maka penyedia layanan akan terus meningkatkan fitur mereka. Konsumen yang nantinya akan diuntungkan.

Seperti Irawan, yang merasa sistem aplikasi transportasi seperti ini masih memiliki beberapa kekurangan. ”Jika perjalanan jauh, tarifnya memang lebih murah dibanding ojek biasa. Pernah, saya memesan Go-Jek dari Gondangdia ke Mall Taman Anggrek hanya Rp35 ribu. Namun tidak ada pengemudi yang mau. Terpaksa saya menggunakan jasa ojek biasa,” paparnya. 

Menggunakan Aplikasi Transportasi Mobile

  1. PR_PhotoUnduh aplikasi Go-Jek atau GrabBike dari iOS atau Google Play, lalu registrasi.
  2. Masukan area penjemputan, serta tujuan. Tarif yang harus dibayar akan langsung muncul.
  3. Konfirmasi pesanan jika setuju. Tunggu pengemudi datang ke lokasi Anda.

Plus Minus Aplikasi Transportasi Mobile

3+ Keamanan lebih terjamin, selain identitas pengemudi diketahui, juga bisa memakai fungsi Share My Ride.

+ Pengemudi diberikan masker, pelindung rambut, serta helm yang kualitasnya baik.

+ Tarif tetap dan terukur, tidak perlu menawar, sehingga terhindar dari pengemudi ojek yang sengaja mematok tarif lebih mahal.

+ Go-Jek menawarkan fitur seperti mengantar paket, makanan, serta berlangganan bulanan (untuk korporasi).

+ Sistem pembayaran tidak hanya lewat tunai, tapi bisa dengan kredit.

– Armada masih sangat terbatas.

– Seringnya lebih cepat untuk mendatangi pengemudi ojek di jalan langsung dibanding memesan melalui aplikasi.

– Aplikasi terkadang tidak dapat mengunci lokasi pengguna karena faktor GPS atau layanan data.

– Pengemudi ojek punya hak untuk tidak mengambil pesanan pengguna.

Iklan