Anis-Uzzaman-pic-color - CopyKalangan anak muda di berbagai belahan dunia kini sedang dilanda semangat menjadi entrepreneur atau wirausaha dalam bentuk startup. Kini negara-negara di Asia pun sudah mulai berhasil membuat startup kelas dunia.

Oleh: Anis Uzzaman, CEO dan General Partner Fenox Venture Capital

Sebagai seorang investor, tentu saya juga menaruh perhatian terhadap pertumbuhan startup di Asia, khususnya Asia Tenggara. Banyak diantara startup ini menjadikan Silicon Valley sebagai kiblat. Tidak heran, karena Silicon Valley memang memiliki iklim yang mendukung pertumbuhan startup. Nah, saya akan jelaskan 6 elemen penting dalam menciptakan startup ala Silicon Valley.

Pertama adalah membentuk tim. Tim adalah aspek utama dan aset nyata startup. Tim yang baik juga menjadi penilaian investor. Bentuklah tim dari orang-orang dengan keahlian berbeda. Memang sulit memperoleh anggota yang sudah ahli di suatu bidang. Maka ada baiknya cari anggota dengan kemampuan kelas menengah namun ingin terus berkembang. Gunakan jaringan pribadi, program inkubasi, dan situs bursa kerja online maupun sosial media. Tim harus ramping dan fokus pada pengembangan.

Setelah tim, selanjutnya adalah produk. Fondasi pengembangan produk yang kuat menjadi salah sati alasan sebuah startup bisa sukses. Jangan jadi korban product oriented syndrome, yang fokus pada penciptaan produk sesuai keinginan pribadi. Patutnya entrepreneur juga berfokus kepada riset pasar, kebutuhan konsumen, dan permintaan publik.

Selanjutnya apa? Patenkan produk Anda, segera! Jika Anda tidak mau ide dan teknologi Anda dijiplak orang lain. Memiliki hak paten membuat perusahaan kecil bisa mengalahkan yang lebih besar, melindungi produk dari pesaing dan memberikan keuntungan saat Anda menjual lisensi, juga investor menilai startup Anda akan aman.

Selanjutnya adalah strategi pemasaran. Pada tahap seed, strategi pemasarannya menggunakan orang terdekat, halaman website atau search engine optimimization (SEO), blog dan kegiatan galang dana atau crowdfunding. Saat sudah memiliki produk, maka startup dapat mulai memasarkan melalui media sosial, acara teknologi (startup), lewat pengguna (mulut ke mulut) dan lewat jaringan investor.

Pada tahap sudah maju dimana startup sudah menjadi sebuah perusahaan besar dengan pelanggan dan keuntungan tetap, maka mereka sudah dapat menggunakan metode pemasaran lewat iklan dan perusahaan humas.

Selanjutnya soal strategi pendanaan. Pendanaan adalah hal yang krusial karena ini sangat membantu pengembangan startup Anda. Pendanaan dapat berasal dari orang terdekat, crowdfunding, angel investor, inkubator, venture capital, dan rekanan strategis.

Apa yang investor ingin tahu dari startup Anda? Nah Anda harus pintar melihat itu. Investor biasanya ingin tahu masalah dan solusi yang diangkat oleh startup, berapa besar audiens yang bisa dijangkau produk Anda, seberapa kuat tim Anda, keunggulan, serta rencana ke depan dari startup Anda.

Exit adalah langkah terakhir dari siklus hidup sebuah startup. Dengan melakukan exit artinya Anda dapat memiliki modal untuk menciptakan startup yang baru, tapi bukan berarti startup sebelumnya akan mati.

Strategi exit terdiri atas dua metode yaitu IPO (Initial Public Offerings) atau biasa kita kenal dengan go public, dan M&A (Merger and Acquisitions). Metode IPO memiliki keuntungan untuk mengakuisisi laba modal, mendapatkan dana agar perusahaan tumbuh lebih pesat, meningkatkan popularitas dan mendorong kepercayaan publik, memperkuat kepemimpinan korporasi, meningkatkan fleksibiltas perusahaan pada kegiatan akuisisi, dan untuk merekrut bakat baru menggunakan kontrak opsi saham.

Metode exit M&A dianggap exit yang sangat sukses bagi startup di Amerika. Startup tersebut biasanya diakuisisi atau merger dengan perusahaan yang sudah besar. Metode exit ini juga memberikan keuntungan tersendiri, misalnya, untuk mendapatkan hak paten, memperluas pasar, dan untuk mendapatkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam jumlah yang besar.

Ditulis oleh Binti Mufarida

Iklan