IMG_1727cPerbedaan kebutuhan pengguna dalam berkomunikasi dan bervariasinya layanan yang dikeluarkan operator seluler membuat fitur fitur dual SIM card hampir ada di smartphone keluaran terbaru.

Seperti namanya, smartphone dengan dual SIM card berarti memiliki dua selot kartu SIM dalam satu perangkat. Kedua kartu itu—bisa berasal dari operator berbeda—bisa digunakan bersamaan (sama-sama aktif).

Fitur kartu SIM ganda itu sebenarnya sudah terlebih dulu populer di era feature phone atau ponsel low end. Tapi, belakangan smartphone kelas menengah atau bahkan premium yang mengadopsinya. Mengapa?

Jawabannya ada pada perubahan gaya hidup pengguna. Dual SIM dianggap memudahkan mereka yang butuh memakai lebih dari satu nomor tanpa perlu membawa banyak handset. Hal itu disampaikan oleh Manager Marketing Smartphone Lenovo Indonesia Miranda V. Warokka. ”Alasan utamanya adalah kepraktisan,” ujarnya sembari menyebut bahwa banyak smartphone Lenovo yang mengusung Dual SIM.

Selain itu, Miranda melanjutkan, fitur dual SIM ini sesuai dengan pemakaian pengguna di Indonesia yang sebagian besar masih menggunakan koneksi 2G. ”Kita lebih fokus menyediakan fitur yang kompatibel dengan 3G dan 2G, karena masih banyak pengguna yang memanfaatkan koneksi tersebut,” ungkapnya. ”Walau, ada juga model yang sudah mendukung 4G,” tambahnya.

Kebutuhan Konsumen Beragam

Vice President Region XL Axiata Jabodetabek Titus Dondi mengatakan, kehadiran tren dual SIM card ini juga berdasarkan perkembangan pengguna smartphone atau pelanggan layanan operator.

“Ada dua alasan mengapa tren dual SIM hadir dari kacamata operator,” ungkap Titus, sapaan akrabnya. Pertama, karena kebiasaan pengguna seluler yang sering sekali bergonta-ganti SIM card karena booming kartu prabayar. Sedangkan alasan kedua lebih kepada bervariasinya layanan dan harga yang diberikan oleh operator. Misalnya paket data yang berbeda-beda.

Lalu, mengapa pengguna menyukai smartphone dengan fitur dual SIM? Menurut Titus ada dua jenis konsumen. Yang pertama adalah mereka yang memang masih mengandalkan kebutuhan basic service dan data service. Mengingat banyak sekali penduduk di daerah yang hanya dapat menikmati koneksi 2G, tentu mereka akan lebih sering menggunakan basic service seperti SMS dan voice call. Sementara di kawasan perkotaan layanan data yang didukung oleh koneksi 3G lebih diminati.

Faktor kedua adalah kenyamanan. Bagi customer yang mobile atau sering pergi ke berbagai daerah tentu ingin merasa aman dengan menggunakan layanan operator yang memiliki coverage yang bagus, misalnya, untuk basic service. Namun di satu sisi dia juga ingin memiliki data service yang memuaskan.

Dua hal tesebut lah yang menurut Titus menjadi alasan customer memilih perangkat berfitur dual SIM. Yakni karena kebutuhan pengguna dan perbedaan keunggulan layanan yang diberikan tiap operator.

Menurut Titus, maraknya kebutuhan akan ponsel dual SIM ini membuat operator semakin sulit untuk memiliki pelanggan yang loyal karena kebanyakan customer menggunakan dua SIM dari operator yang berbeda secara bersamaan. ”Tapi, positifnya hal ini menciptakan market yang lebih luas. Kita dapat membuat strategi dengan menghadirkan paket layanan yang unggul baik dalam hal basic service maupun data,” ujarnya.

Soal maraknya smartphone berfitur dual SIM yang kini jor-joran menunjukkan bahwa mereka sudah mendukung layanan 4G, lanjut Titus, hal tersebut didorong karena banyak operator yang sudah memberikan layanan 4G. Penggunanya juga menganggap smartphone 4G sebagai sebuah prestis.

Tidak Boros Baterai

Penggunaan fitur dual SIM card pun kerap dikaitkan dengan penyebab terkurasnya daya tahan baterai sebuah smartphone. Namun, Manager Marketing Smartphone Lenovo Indonesia Miranda V. Warokka menampik anggapan tersebut. Menurutnya, vendor paham benar akan hal itu, karenanya mereka sudah menyematkan daya tahan baterai lebih besar yang sesuai kebiasaan pengguna dual SIM.

”Faktanya fitur dual SIM tidak mengurasi baterai perangkat Anda layaknya jika dipergunakaan untuk bermain game atau menjalan aplikasi terus menerus,” katanya.

Pratidina Sekar mengaku memakai smartphone dual SIM card karena tuntutan pekerjaan yang seringkali harus ke daerah pedalaman. Sekar menggunakan dua SIM dari operator yang berbeda. ”Yang satu untuk kebutuhan menelpon dan lainnya untuk kebutuhan data,” paparnya.

Berbeda dengan Adinda Kinanti yang justru kesulitan menggunakan smartphone dual SIM card. Berdasakan pengalaman dia, seringkali dia salam mengirim SMS atau menelpon dengan nomer yang berbeda saat terburu-buru. Ya, hal ini masuk akal karena memang pada smartphone dual SIM biasanya Anda akan diberikan pilihan nomer yang digunakan saat ingin melakukan panggilan atau mengirim SMS.

Iklan