Smart City Indonesia
Smart City Indonesia

Melalui penggunaan teknologi, seharusnya sebuah kota bisa menjadi lebih baik dalam segala hal, yang ujungnya adalah peningkatan dalam kenyamanan, kebersihan, keamanan, serta kesejahteraan di sebuah kota.

Solusi smart city harus fokus pada kesejahteraan masyarakat, memperbaiki pelayanan publik, serta perbaikan lingkungan sosial. Selanjutnya, konsep smart city ini dikembangkan secara bertahap untuk menjadi solusi bagi masyarakat kota jangka panjang.

Hal itu disampaikan oleh Presiden Direktur ZTE Smart city Product Liu Feng ketika mengenalkan sekaligus mendiskusikan solusi smart city dihadapan pemerintah Indonesia beserta perwakilan 29 negara partisipan Konferensi Asia Afrika (KAA) di acara Asian African Smart City Summit, Bandung, pekan lalu.

Menurut Liu, solusi smart city memiliki lingkup yang sangat luas. Antara lain jaringan (e-goverment, jaringan privasi pemerintah, dan cloud), data center, keamanan informasi, serta pusat operasi perkotaan atau Urban Operation Center/UOC.

”Sebuah kota harus siap untuk menentukan kebutuhannya, serta mengimplementasikan smart city sesuai regulasi yang ada,” tutur Presdir PT ZTE Indonesia Mei Zhonghua. Implementasi smart city, menurut Mei, melibatkan peran pemerintah serta swasta. ZTE yang mengaku telah mengembangkan solusi smart city di 40 negara di seluruh dunia itu telah bekerja sama dengan PT Telkom untuk menyelenggarakan solusi smart city di Bandung.

Smart People & Smart Community

Salah satu unsur utama pembentuk smart city adalah manusia yang pintar. Smart People ini akan mendukung pengembangan smart city lebih cepat. Karena itu, VP Technology & System Telkomsel Ivan C. Permana mengatakan, dalam membangun smart city yang harus dilakukan adalah memperkuat dan meningkatan kualitas layanan data di berbagai daerah di Indonesia.

”Kami percaya penetrasi broadband akan mendorong lebih banyak lagi terbentuknya Smart People atau Smart Community, dimana hal ini merupakan salah satu pilar pendukung Smart city,” ujar Ivan.

Telkomsel bersama Telkom Group, lanjut Ivan, telah melakukan beberapa inisiatif guna mendukung penerapan Smart city di Indonesia. Salah satunya menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengembangkan platform smart city.

            Platform ini dipercaya akan dapat menjadi sumber informasi pemerintah di dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat berdasarkan informasi real time yang dikirimkan oleh sensor-sensor yang terhubung dalam satu kesatuan sistem. Saat ini platform tersebut telah hadir di Bandung dan Bogor lewat Bandung Command Center, dan Bogor Green Room.

“Setiap kota memiliki latar belakang budaya dan masalah berbeda. Maka penyelesaian dan penanganan masalah sosial tiap kota akan berbeda,” ungkap Ivan.

Penerapan teknologi yang tepat guna di dalam pengembangan smart city dipercaya akan berdampak pada peningkatkan pelayanan publik, khususnya di dalam mengatasi berbagai permasalahan perkotaan seperti kesehatan, pendidikan, polusi, sampah, transportasi dan lainnya.

Smart City Menjadi Safe City

Konsep pengelolaan smart city akan memunculkan tuntutan terciptanya safe city. Yakni, sebuah kondisi perkotaan yang aman dan mampu menjawab berbagai tantangan terhadap peningkatan jumlah masyarakat di perkotaan.

GM Solution Consulting Huawei Indonesia Mohammad Rossidi mengatakan, konsep safe city didukung oleh berbagai macam fitur. Salah satunya pengawasan melalui video (video surveillance) dengan tampilan yang lebih jelas, sistem yang lebih pintar, keamanan data, serta layanan yang lebih efisien.

”Arus informasi dapat dibuat   secara terintegrasi dan didukung sistem keamanan yang berkualitas tinggi berdasarkan sistem penyimpanan yang disebut Video Cloud Storage System,” ungkapnya.

Saat ini Huawei Indonesia telah mendukung PT PINS Indonesia sebagai anak perusahaan PT Telkom Indonesia dalam menyediakan solusi infrastruktur Safe City, terutama di kota Bandung yang saat ini mendukung kelancaran dan keamanan Konferensi Asia Afrika 2015.

Iklan