Xenom 4Apa tantangan menjual notebook premium dengan spesifikasi tinggi? Yang terberat, menurut General Manager PT Xenom Indonesia Rolly Edward adalah memenuhi kebutuhan target market yang berbeda-beda namun sangat demanding (penuntut).

Berdiri sejak 2013, Xenom adalah produsen laptop lokal yang selain komponennya bisa ditukar juga menyasar segmen high end lewat spesifikasinya yang tinggi.

Target utama mereka mereka adalah penggiat industri kreatif seperti animator, desainer grafis, serta editor video yang memanfaatkan laptop tidak hanya sekadar editing foto atau video, namun sampai tahap merender animasi 3D. Selain itu juga para ”gaming pro” yang menginginkan game mereka berjalan di hardware paling prima, dan frame per detik paling tinggi agar gerakan di game lebih natural.

”Semua tuntutan itu harus diwujudkan dalam laptop yang tipis dan ringan, bentuknya cantik, serta tetap dingin. Tentu saja teorinya semua syarat itu berbanding terbalik jika kita menginginkan speed dan power,” paparnya.

Hal itu berupaya dijawab melalui generasi terbaru Xenom Pegasus, Siren, Shiva, Phoenix, dan Hercules yang memakai teknologi Nvidia GTX seri 9 terbaru serta prosesor generasi keempat dari Intel Haswel yang diklaim meningkankan kualitas grafis dan performa hingga 75% dibanding model sebelumnya.

Dibuktikan dengan proses booting Windows yang kurang dari 10 detik, menyimpan file 1,5 GB dalam waktu kurang dari 15 detik, serta menjalankan permainan Assasin Creed dengan resolusi 1080p (full HD) dengan lancar.

”Kami juga merubah desain, misalnya material bodi all alloy yang 35 persen lebih slim, serta touchpad yang semakin responsif, serta macro key di kibor yang bisa diprogram untuk membuat short cut tertentu,” ujar Rolly.

Model yang mendapat upgrade, antara lain Xenom Hercules HC15, Xenom Pegasus PS15, Xenom Siren SR13-X3, Xenom Shiva SV15, serta Xenom Phoenix PX15. Perangkat tersebut dibanderol mulai Rp13 jutaan.

Pengembang game Yossie menilai, perangkat notebook dengan fitur PC ini sesuai dengan kebutuhannya. ”Kami bisa menyewa studio (kantor) dengan listrik yang terlalu besar dan boros. Selain itu, meeting di luar tetap bisa dilakukan sambil bekerja selama ada colokan,” ungkap pengguna Xenom Pegasus ini. ”Kinerja laptop dalam menjalankan software seperti Autodesk 3ds Max atau Maya cukup memuaskan,” katanya.

Sepanjang 2013-2014, pertumbuhan penjualan Xenom diklaim Rolly tumbuh 88 persen. Saat ini mereka juga memiliki dealer 16 kota besar di Indonesia.

Xenom 2