FOTO HAELSepintas, tidak ada yang istimewa dari Honda City yang ada di halaman kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di kawasan Serpong, Tangerang, Banten, itu. Tapi, pendapat itu langsung berubah ketika kompartemen belakang mobil tersebut dibuka.

Ya, sebuah sebuah tabung warna putih dengan ukuran cukup besar terpasang dengan rapi disana. Itulah tabung CNG (Compressed Natural Gas), gas alam terkompresi yang di Indonesia dikenal dengan sebutan bahan bakar gas (BBG). CNG dibuat dengan melakukan kompresi metana (CH4) yang diekstrak dari gas alam, disimpan dan didistribusikan dalam bejana tekan dalam bentuk tabung.

Honda City warna putih yang mengusung bahan bakar ganda (CNG dan premium) itu sengaja didonasikan oleh PT Honda Prospect Motor (HPM) kepada BPPT untuk digunakan sebagai unit riset untuk edukasi dan pengembangan teknologi energi bahan bakar alternatif, khususnya gas di Indonesia

Pertama dikenalkan di Thailand pada 2012, Honda City CNG yang menggunakan mesin 1.5 liter i-VTEC SOHC empat silinder tersebut menjadi terobosan untuk mobil jenis sedan subkompak lewat dua buah sumber tenaga. Yakni tenaga mesin bensin (konvensional) dan gas.

FOTO INFOGRAFISTenaga maksimum yang dapat dihasilkan mobil bersistem transmisi 5 AT itu adalah 120 PS untuk mesin bertenaga bensin, dan 102 PS untuk CNG pada putaran mesin 6.600 rpm dan torsi maksimum sebesar 12.9 kg.m pada putaran mesin 4.800 rpm.

Pengemudi dapat memilih mode berkendara dengan mesin bensin maupun CNG dengan menekan mode switch pada bagian kanan di sebelah setir. Indikator lampu berwarna hijau pada mode switch menandakan kendaraan sedang berada pada mode berkendara CNG.

Memang ada penambahan perangkat pada mesin, berupa tangki gas berkapasitas 42 liter yang terdapat pada bagasi mobil, CNG Switch yang terletak pada bagian kanan di sebelah setir, High-Pressure Piping, ECU tambahan, CNG Injector, Pressure Regulator, serta tambahan lid untuk BBG di atas lid untuk bahan bakar bensin.

Kepala BPPT Unggul Priyanto menilai, kehadiran kendaraan rendah emisi yang hadir dalam bentuk dual fuel seperti ini penting untuk mengatasi isu-isu penting dalam hal energi.

”Konsumsi BBM per hari adalah 1,5 juta barrel. Sedangkan produksi hanya 800 ribu barrel. Ini tentu sangat memberatkan APBN. Karena itu, penggunaan gas alam seharusnya tidak bisa ditawar lagi,” katanya sembari menyebut bahwa hasil penelitian yang ditargetkan selesai tahun ini juga itu akan disampaikan ke Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI dan Presiden Jokowi.

Adapun MenRistek Dikti Muhammad Nasir yang turut hadir menyampaikan bahwa ada tiga hal yang perlu dikaji oleh BPPT. Yakni seberapa ramah Honda City tersebut terhadap lingkungan, seberapa tangguh teknologi yang digunakan, serta seberapa kompetitif harganya dengan bahan bakar minyak. ”Jika harganya kompetitif, maka masyarakat akan beralih dengan sendirinya. Sebaliknya, jangan sampai CNG hanya menjadi segmented pada pasar tertentu,” ungkapnya.

Pemerintah sendiri sebenarnya telah merealisasikan program Kendaraan Bermotor Hijau Harga terjangkau dan pengembangan program Kendaraan Bermotor Rendah Emisi yang mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) PP No 41 tahun 2013.

Langkah tersebut diambil sebagai kebijakan untuk mengurangi beban subsidi BBM, meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif, mengurangi dampak polusi udara sekitar, serta mendorong penggunaan kendaraan bermotor hemat energi.

Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT HPM Jonfis Fandy mengatakan, langkah ini menjadi awal dari upaya perbaikan lingkungan hingga transfer teknologi baru yang ramah lingkungan. ”Honda berinovasi lewat mobil CNG, hybrid, maupun listrik dan siap mendukung program bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan,” paparnya.

CNG INFOGRAFISKeuntungan CNG:

  • Compressed Natural Gas (CNG) adalah gas dari bawah tanah yang jumlahnya sangat banyak.
  • Sifatnya tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa. Tapi tetap diberi bau untuk menyadari adanya kebocoran gas (alasan keselamatan).
  • Dari hasil pengetesan fuel consumption, penggunaan CNG sangat bersahabat dengan lingkungan karena nilai emisi karbonya sangat kecil.
  • Dari segi harga CNG juga jauh lebih murah dibanding premium.

Konsumsi Bahan Bakar:

Hasil pengetesan Honda City CNG 1.5L AT oleh BTMP:

  • Premium 14.2 km/liter dan biaya per 100 km Rp47.034
  • CNG 12.7 km/liter dan biaya per 100 km Rp24.485

Harga dalam Rupiah:

Premium: Rp6.900

CNG: Rp3.100 per liter setara premium.

Konstruksi & Komponen Sistem CNG Honda City

  • Mesin 1.5L PGM-FI CNG Injection System
  • CNG ECU (mengatur suplai CNG ke ruang bakar)
  • Safety Gas Regulator
  • Solid Barrier (bagian dari fitur kemanan)
  • Switch Petrol/CNG (pemindah bahan bakar bensin ke CNG)
  • Fuel & Gas Lid
  • 65L CNG Tank (sudah dilengkapi perlengkapan keamanan)

INFOGRAFIS

Iklan