foto Upoint 1Dengan perkiraan potensi pasar sebesar USD100 juta pada 2015, game di Indonesia telah berubah menjadi industri yang sangat menjanjikan. Itulah sebabnya mengapa UPoint–sistem pembayaran milik TelkomGroup–semakin fokus ke segmen ini.

UPoint adalah sistem pembayaran digital yang memungkinkan pulsa Telkomsel digunakan untuk membeli kredit game. Sistem potong pulsa langsung (direct carrier billing) seperti ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara pemain game dengan penerbit/publisher game di Indonesia. Sebab, keduanya sama-sama diuntungkan.

Para gamer mendapat benefit dari kemudahan dan akses dalam membeli kredit game online. Mereka tidak lagi harus membeli voucher game online ke minimart atau lokasi tertentu, cukup bertransaksi lewat UMB (USSD Menu Browser) atau SMS di ponsel. Jumlahnya pun tidak harus ratusan ribu rupiah sekali belanja. Melainkan bisa beberapa puluh ribu saja.

Adapun publisher game diuntungkan karena mereka tidak harus mencetak dan mendistribusikan voucher game online yang tentu memperlukan biaya tidak sedikit.

”Pembelian voucher melalui sistem seperti UPoint ini adalah masa depan dan akan menjadi mainstream,” ungkap CEO PT Kreon Jacy Kim. ”Banyak gamer kesulitan membeli kredit game karena proses transaksinya tidak mudah. Misalnya harus menggunakan kartu kredit,” paparnya.

Alat bayar potong pulsa UPoint yang dirlis sejak 2013 itu telah berkolaborasi dengan 32 publisher game dan bisa digunakan lebih dari 100 game.

Kini, platform alat bayar digital content yang sedang melakukan akselerasi market dibawah Telkom Divisi Digital Business tersebut baru saja menjalin kemitraan strategis dengan Kreon. Achmad Sugiarto, Chief of Telkom DDB Accelerator mengatakan, kerjasama dengan Kreon dilakukan karena pihaknya berupaya mendorong agar UPoint dapat dimanfaatkan dengan mudah oleh pemain game. ”Apalagi, jangkauan jaringan Telkomsel sampai ke pelosok di Indonesia,” papar Anto, sapaan akrabnya.

Melalui game portal Gemscool, Kreon yang asal Korea Selatan itu menjadi salah satu penerbit game online terbesar di Indonesia dengan klaim memiliki 70 juta akun terdaftar dan 5 juta-7 juta pengguna aktif bulanan.

Karena itu, kerja sama tersebut diharapkan menjadi cara efektif untuk mempopulerkan UPoint kepada pengguna game Kreon. Saat ini Gemscool sendiri memiliki 11 game online, yakni Point Blank, Lost Saga, Yulgang, Atlantica, Mirror War, Free Style, Kart Rider, Dragon Nest, Eligium, Cabal, serta Age of Wushu.

Game-game tersebut memiliki banyak sekali pengguna fanatik. Game first person shooter (FPS) seperti Poin Blank, misalnya, bertahan hingga 5 tahun di Indonesia. ”Dulu pemainnya anak sekolah dan mahasiswa. Sekarang bergeser menjadi anak kecil hingga anak sekolah,” kata Jacy Kim.

Adapun game yang dianggap paling menguntungkan adalah bergenre Massively multiplayer online role-playing games (MMORPG). ”Game jenis ini rumit dan sulit. Sehingga umumnya dimainkan oleh mahasiswa/dewasa yang memiliki daya beli tinggi. Vendor harus punya game MMORPG sukses jika ingin untung,” ungkap Jacy Kim.

Nah, profil pemain MMORPG yang juga pengguna ponsel dianggap sangat cocok sebagai target market UPoint. ”Mereka tidak selalu punya kartu kredit. Tapi, selama mereka punya pulsa di ponsel, bisa langsung membeli kredit game,” beber Anto. ”Selain itu, nominal pembeliannya pun relatif rendah, mulai Rp10.000 dibandingkan voucher game online yang Rp100.000,” tambahnya.

Anto mengatakan, industri game di Indonesia saat ini nilainya masih kecil jika dibandingkan jumlah penduduk. Namun, selain diprediksi terus tumbuh, pasar game di Indonesia potensinya juga salah satu yang terbesar di dunia. Pihak Telkom Group sendiri menargetkan bahwa UPoint bisa berkontribusi setidaknya 20 persen dari industri game keseluruhan atau Rp110 miliar setahun.

Keuntungan UPoint:

  • Bertransaksi mudah dan tidak repot.
  • Proses pembayaran lebih cepat.
  • Bisa dilakukan lewat ponsel, dimana saja.
  • Aman karena didukung enkripsi 128 bit.
  • Metode pembayaran banyak dan variatif.
  • Jangkauan luas Telkomsel.
Iklan