bigstock-Malicious-malware-warning-mess-41722204-1024x819Jangan beranggapan virus hanya menyerang perangkat personal computer. Ternyata perangkat ponsel genggam pun rentah terhadap serangan virus atau lebih tepatnya, malware.

Malware adalah singkatan dari malicious software atau software jahat. Software atau aplikasi jahat ini dibuat oleh seseorang yang memang tujuannya adalah merugikan seseorang. Sayangnya, gadget yang rentan terkena malware adalah smartphone yang kini fungsinya menyimpan data-data penting milik kita.

Penggunaan smartphone terus berkembang, orang tidak lagi menggunakan smartphone untuk berkomunikasi, namun juga untuk menyimpan data pribadi, bahkan transaksi keuangan.

Senior Director Consumer Business APAC Trend Micro Terrence Tang memaparkan alasan mengapa kini para pengguna smartphone rentan menjadi korban malware yang dibuat oleh para pelaku cybercrime.

“Gaya hidup masyarakat saat ini mendorong terjadinya perubahan dalam penggunaan perangkat mobile. kian intensif, interaktif, dan kolaboratif. Mereka menggunakannya tidak hanya untuk bekerja, namun juga untuk menikmati hiburan digital seperti mobile gaming, social media, mengakses data-data penting, bahkan melakukan transaksi keuangan, misalnya, mobile banking,” jelas Terrence.

Nah, hal itu yang hal menurut Terrence membuat para pengguna smartphone harus berhati-hati dengan malware. Seringnya orang menggunakan ponsel untuk berbagai aktivitas membuat para pelaku cybercrime yang sebelumnya bermain di ranah pc mengubah target mereka ke perangkat mobile.

Product Marketing Manager Southeast Asia Trend Micro Andrew Tan menjelaskan bahwa malware dapat mencuri data pribadi pengguna yang perangkatnya terinfeksi.

Malware saat ini telah berkembang pesat. Jika dulu fungsinya hanya merusak, sekarang, malware melihat kesempatan lain yang berdampak lebih parah.

Pertama, malware akan membuat performa ponsel menurun. Malware yang menjangkit ponsel akan meng-install program yang berjalan terus menerus sehingga daya tahan baterai cepat terkuras. Bahkan, pulsa pun bukan tidak mungkin terkuras tidak jelas, walau pengguna jarang menggunakan ponsel untuk menelpon atau SMS. Begitupun kuota data internet juga akan cepat habis.

Kedua, dampak malware pada ponsel adalah memungkin orang lain yang menyebarkan malware itu mengambil data-data pribadi dan penting dari ponsel tanpa diketahui. Dampak ini paling berbahaya. Karena data pribadi bisa dijual atau bahkan dipergunakan untuk menipu atau memeras.

Andrew menjelaskan dari tahun ke tahun jumlah malware yang terdeteksi terus bertambah. Pertambahan ini menurut Andrew seiring dengan banyaknya aplikasi yang bermunculan di Android. Terutama ketika pengguna mengunduh dari Google Play secara sembarangan.

Mengapa malware bisa menyerang Android? “Karena Android open source, dimana siapa pun bisa memodifikasi dan menggunakannya. Tapi ada orang yang memanfaatkannya untuk tujuan yang tidak baik,” jawab Andrew.

Game-game ilegal yang developernya tidak jelas dapat diindikasi sebagai malware. Terkadang pembuatnya mengemas ulang sebuah game yang sangat mirip dengan game-game populer, misalnya Candy Crush, Angry Bird, namun disusupin dengan malware.    “Orang mungkin akan mengira bahwa game ini orisinal atau asli, padahal sebenarnya palsu,” paparnya. Bentuk lainnya adalah link-link halaman website atau iklan, social media, dan email.

Andrew dan Terrence pun memberikan pesan yang sama terkait bagaimana caranya agar kita dapat mengamankan ponsel kita dari ancaman malware. Edukasi adalah kuncinya. Pengguna harus mengetahui apa itu malware, kemudian dampak dan bahayanya, serta tahu bagaimana cara menghindari malware.

dsaTipe Malware

  1. Andr/PJApps-C. Malware tipe ini umumnya adalah aplikasi yang sudah di-cracked. Contohnya adalah aplikasi versi berbayar namun dapat diunduh gratis. Tidak semua aplikasi semacam ini adalah malware. Tapi karena ilegal maka harus hati-hati.
  2. Andr/Bbridge-A. Malware tipe ini menawarkan untuk mengunduh dan menginstal tambahan aplikasi pada ponsel.
  3. Andr/BatteryD-A. Malware jenis ini muncul dengan tawaran dapat memperpanjang daya tahan baterai ponsel. Ketimbang memberi daya tahan, justru aplikasi ini membanjir ponsel dengan berbagai iklan.
  4. Andr/Generic-S. Malware jenis ini adalah aplikasi yang menawari jadi pengguna premium, namun justru menginstal sebuah virus.
  5. Andr/DrSheep-A. Akun media sosial pengguna dapat dibajak ketika terhubung dengan sebuah jaringan Wi-Fi. Cahyandaru kuncorojati

Malware-Trends-for-2015Bagaimana Menghindari Malware?

  1. Jangan mengunduh aplikasi sembarangan. Pastikan developer dari game atau aplikasi tersebut benar. Jika aplikasi tersebut meminta banyak hal ketika diinstal, segera tolak
  2. Jangan sembarang membuka email, link-link website yang diberikan oleh teman, atau seseorang yang tidak dikenal, termasuk yang berasal dari pesan singkat tidak jelas.
  3. Hindari jailbreak atau rooting pada ponsel. Karena hal ini sama saja menerobos sistem asli atau bawaan yang sudah dibuat. Yang tentu memungkinkan malware masuk ke dalam perangkat.
  4. Pastikan selalu bahwa sistem operasi ponsel up to date.
  5. Bila perlu, lengkapi aplikasi anti malware. Kini sudah banyak aplikasi anti malware yang dapat mendeteksi dan memilah mana link atau aplikasi yang aman dan tidak bagi ponsel. cahyandaru kuncorojati
Iklan