2015-01-26 09.03.20Mendengarkan audio berdefinisi tinggi bukan hanya tidak mudah, tapi juga tidak murah. Tapi saya juga jadi tahu mengapa para audiophile rela menempuh tidak mudah dan tidak murah tadi demi mendapatkan kesempurnaan kualitas audio.

Seharusnya sebagian besar smartphone keluaran terbaru saat ini sudah bisa memutar file audio dengan frekuensi 24-bit/192kHz yang menjadi standar dari high-resolution audio (HRA). Semakin tinggi ”bit”, semakin akurat sinyal diukur. Semakin tinggi frekuensi, semakin banyak informasi lagu yang bisa direkam.

Tapi, Sony juga menyediakan pemutar musik Walkman NWZ-A15 sebagai perangkat alternatif untuk memutar HRA dengan banderol harga Rp3 jutaan.

File HRA seperti FLAC (Free Lossless Audio Codec), ALAC (Apple Lossless Audio Codec), ataupun WAV memiliki ukuran yang beberapa kali lebih besar dari Mp3. Album Daft Punk berformat FLAC bisa berukuran beberapa ratus megabyte (MB). Itulah mengapa pemutar musik HRA seperti NWZ-A15 tetap penting sebagai pendamping smartphone.

Apalagi NWZ-A15 memiliki ukuran tipis dan ringan (hanya 66 gram). Daya tahan baterai perangkat berlayar 2.2 inci TFT LCD QVGA tersebut mencapai 30 jam ketika digunakan untuk memutar file HRA. Memori internalnya mungkin 16 GB, tapi bisa ditambah lewat selot microSD.

2015-01-26 09.04.20Tentu saja pemutar HRA seperti NWZ-A15 ini hanya bersifat sebagai sumber. Tapi kualitas audio ditentukan dari output yang sesuai. Karena itu Sony menyediakan dua perangkat sekaligus. Yakni headphone MDR-Z7 dan Amplifier portabel PHA-3. Kedua perangkat tersebut dirancang untuk HRA. Harganya tidak main-main. Headphone MDR-Z7 dibanderol Rp8.299.000, sedangkan PHA3 Rp8.499.000.

Dengan harga yang begitu mahal, bagaimana hasilnya? Jawabnya, luar biasa. MDR-Z7 menghadirkan perasaan ruang. Maksudnya, ketika mendengar lagu milik Zedd rasanya seperti sedang berada di tengah-tengah rave party seperti Djakarta Warehouse Project (DWP). Sebaliknya saat mendengar lagu akustik ibarat sedang duduk di ruang konser musik klasik.

Tapi yang terasa berbeda adalah ini: detil dari setiap lagu. Bagaimana hi-hat dan snare drum dipukul, jemari yang bergerak diantara fret gitar, atau suara vokal dilantukan terdengar begitu nyata dan realistis, juga kaya. Dan dentuman suara bass pun terasa benar-benar penuh atau bulat.

Walau saya sudah mendengarkan lagu Get Lucky milik Daft Punk berulang-ulang, tapi seolah-olah mendengarkan lagu baru ketika ekosistem HRA milik Sony ini. Sebab ternyata terasa sekali betapa banyak bagian dari lagu yang hilang atau tidak terdengar ketika menggunakan file Mp3.

Headphone MDR-Z7 memiliki ukuran lumayan besar. Namun punya busa yang empuk sehingga tidak menekan daun telinga. 4 struktur kabel dari headphone mendukung keseimbangan output audio di kiri/kanan.

Yang terasa pula adalah dukungan amplifier headphone PHA-3 mengubah sinyal Hi-Res (PCM 284 kHz/32 bit dan DSD) dari output digital, memisahkan saluran dengan baik. Hasil suara dengan dan tanpa PHA-3 sangat berbeda. Amplifier itu mampu menambahkan power, mengoreksi kualitas rantai sinyal suara, serta memaksimalkan eksperiens mendengarkan audio.

Tapi, yang menarik adalah efektivitas fungsi dari MDR-Z7 itu sendiri. Ukurannya yang cukup kompak membuatnya mudah dibawa-bawa. Perangkat tersebut memiliki banyak sekali port untuk berbagai sumber: mulai dari smartphone, portable audio player, PC, bahkan perangkan analog. Bahkan jika sumbernya pun berasaldari MP3, amplifier ini masih bisa mengoreksi hingga kualitasnya paling tidak mendekati HRA.

Sistem instalasnya juga mudah. Di ujung satu adalah input, dan ujung lainnya output. Hanya perlu plug anda play saja. Saya tidak butuh membaca manual untuk bisa menginstal PHA-3, MDR-Z7, dan NWZ-A15 jadi satu. Baterai PHA-3 ini juga dapat bertahan hingga 5 jam, memungkinkan untuk mendengarkan HRA di perjalanan.

Setelah mencoba ketika perangkat ini kesimpulan saya sederhana saja. Pertama, butuh biaya yang tidak sedikit untuk mengejar kualitas HRA yang memadai. Tapi, jika Anda sudah tahu dan merasa nyaman dengan kualitas yang ditawarkan oleh HRA, semua risiko dan biayanya sebanding.

2015-01-26 09.05.51

Iklan