5aec7ef8-e995-43c3-a979-ff7b06cb2ffc-620x372Teknologi yang ada di film-film sains fiksi tampaknya lebih cepat terwujud dari yang dibayangkan. Lihat saja kejutan yang ditampilkan Microsoft saat mengenalkan Windows 10: sebuah platform teknologi yang disebut Hololens. Inilah upaya Microsoft—dan berbagai perusahaan teknologi raksasa lainnya—untuk masuk ke dalam industri virtual reality (realitas maya).

Sebuah perangkat yang disebut head-mounted display (HMD) akan memproyeksikan benda-benda virtual ke dalam lingkungan nyata. Singkatnya, pengguna bisa melihat dan berinteraksi dengan hologram—seperti film Star Wars—dimanapun ia berada. Apa yang bisa dilakukan oleh HoloLens ini sangat masif. ”Ini akan mengubah cara alami manusia dalam berkomunikasi, belajar, dan mencipta,” ujar Microsoft.

Seseorang, misalnya, bisa menggambar dengan obyek digital hanya dengan menggerakan tangannya, sambil berinteraksi dengan benda-benda yang ada di ruangannya. Atau berkomunikasi video sambil tetap berjalan di lorong kantor, dan masih banyak lagi. Kemungkinannya tidak terbatas.

Dan Microsoft tidak sendiri. Sebab, Facebook pun juga sedang menuju ke arah yang sama setelah mengakuisisi perusahaan pembuat headset realitas maya Oculus Rift senilai USD2 miliar tahun lalu.

Di tahun inilah platform teknologi, perangkat pendukung, serta ekosistem realitas maya ini akan dikembangkan dan mencapai banyak kemajuan. Puncaknya, diharapkan tahun depan hardware dan software pendukung teknologi tersebut sudah lengkap dan dapat diutilisasi oleh konsumen.

Iklan