635561657200352924-B01-Drone-0107Pesawat tanpa awak—akrab disebut drone atau quadcopter—benar-benar menginvasi CES 2015. Inilah tahun dengan peserta terbanyak: puluhan pabrikan drone memamerkan produk mereka.

Desainnya beragam. Mulai seukuran beberapa ruas jari hingga yang sebesar sepeda motor dengan banyak baling-baling. Fungsinya diperbaiki, untuk menghadirkan pengalaman First Person View (FPV) serta merekam video/foto dengan baik.

Sektor keamanan pun tak luput dari perhatian. Karena beberapa drone bahkan sudah memiliki ”safety” seperti parasut seandainya terjatuh atau flyaway (kehilangan kendali).

Nah, berikut adalah beberapa teknologi sUAV (small Unmanned Air Vehicle) untuk konsumen/pebisnis yang dipamerkan di CES 2015.

Ehang GhostEHang Ghost

EHang Ghost lahir dari proyek urun dana (crowdfunding). Quadcopter ini dirancang agar bisa mengabadikan foto dan video dari udara dengan mudah. Yang menarik, pilot bisa mengendalikan Ghost lewat smartphone dengan merekayasa jalur penerbangan, menggerakkan smartphone secara vertikal dari atas kebawah atau sebaliknya, atau membuat drone tersebut mengikuti pilotnya.

AirdogAirDog

Seperti namanya, fungsi AirDog adalah untuk mengikuti pilotnya. Yang menarik, si pilot cukup menggunakan gelang yang telah dilengkapi sensor. Gelang tersebut akan langsung berkomunikasi dengan drone lewat Bluetooth. AirDog seolah menjadi operator kamera pribadi.

Hubsan x4 ProHubsan Nano Q4

Menurut Hubsan, inilah quadcopter terkecil di dunia. Ukurannya tidak lebih besar dari sebuah kartu nama. Tentu saja, drone ini tidak memiliki kamera.

Maxaero X starMaxaero X-Star

Maxaero X-Star memiliki fitur tak jauh beda dengan Phantom 2 Vision+ keluar DJI. Dilengkapi kamera untuk mengabadikan video 1080p, memiliki waktu terbang 25 menit, GPS, serta gimbal 3-axis.

Zano DorneZano

Merupakan drone yang sukses mendapat pendanaan dari situs urun dana Kickstarter. Ukuran Zano tak lebih besar dari telapak tangan dan dapat dikontrol lewat smartphone. Tapi, keunggulan Zano adalah kemampuan untuk menghindari rintangan, hold in position, serta konektivitas dengan ponsel.

MicroDroneMicro Drone 3.0

Dirilis perdana di CES 2015, Micro Drone 3.0 menawarkan fungsi first-person view (FPV) melalui headset Cardboard VR rilisan Google. Dapat diterbangkan lewat smartphone atau radio control, memiliki bodi bongkar pasang, serta micro gimbal untuk menstabilkan kamera HD 720p bawaannya.

Trace droneTrace

Trace memiliki kamera yang canggih. Kamera dengan gimbal itu mampu melacak sebuah obeyk tertentu dan langsung melakukan streaming ke internet.

parrot_bebopdrone_frontParrot Bebop Drone

Bebop Drone adalah inovasi terbaru dari Parrot, perusahaan asal Prancis yang jadi pemain awal di pasar drone. Bebop dirancang dengan lebih banyak fitur dan sensor, serta mudah sekali dikendalikan oleh penggunanya.

Iklan